Masyarakat Multikultural

Assalamualaikum para blogger. kali ini saya akan memposting tugas dari mata kuliah Studi Masyarakat Indonesia. Tugas ini menjelaskan tentang Masyarakat multikultural yang ada di Indonesia. selamat membaca yaa..

Masyarakat Multikultural dapat disebut juga dengan masyarakat Majemuk , karena masyarakat multikultural sudah pasti masyarakat majemuk namun sebenarnya masyarakat majemuk dan multikultural dapat dibedakan adapun penjelasannya. Secara singkat masyarakat majemuk adalah masyarakat yang memiliki berbagai latar belakang yang beragam baik itu suku, agama, ras, serta golongan yang saling berbeda antara satu dengan yang lain.masyarakat ini masih umum dengan masyarakat lain dengan berbagai realitas sosial, konflik dan pertentangan dalam kehidupan mereka .

Sedangkan masyarakat multikultural sendiri adalah suatu masyarakat yang memiliki atau berada dalam kondisi majemuk yang telah mencapai sebuah keteraturan dan keharmonisan dalam masyarakat, artinya masyarakat lama memiliki pola kebudayaan dan adat istiadat yang beragam serta memegang teguh aturan yang telah berlaku sesuai tradisi yang mereka yakini.

Perbedaan terletak pada latar belakang masyarakat dimana masyarakat majemuk terdiri dari suatu perbedaan sedangkan masyarakat multikultural pada keadaan masyarakatnya sudah dikondisikan dengan sebuah keteraturan.

Apa masyarakat Indonesia sudah termasuk dalam masyarakat yang multikultur ? menurut saya Indonesia sebenarnya sudah termasuk dalam masyarakat multikultur karena keadaan atau latar belakang masyarakat Indonesia memiliki beragam pola kebudayaan dan adat istiadat namun, masyarakat Indonesia belum memegang teguh aturan dan tradisi yang mereka yakini, bahkan banyak sekali masyarakat Indonesia yang suka sekali melanggar aturan, entah mengapa demikian bahkan saya pernah mendnegar slogan yang seperti ini ‘ peraturan dibuat untuk dilanggar’ slogan tersebut artinya mereka sengaja untuk menyalahi aturan. Menurut saya masyarakat Indonesia bergaya modern namun otak mereka tak modern, masyarakat Indonesia sendiri senang sekali memicu konflik atau membuat pertentangan, karna masyarakat Indonesia mengutamakan emosi dalam menyelesaikan suatu masalah tanpa berpikir panjang apa yang terjadi setelah itu. Indonesia juga belum menggunakan pendekatan pembangunan yang berorientasi pada masyarakat yang multikultur, hal ini disebabkan oleh masyarakat Indonesia yang yang bermayoritas tidak teratur atau tidak patuh pada peraturan bahkan pada tradisi mereka sendiri, menurut saya masyarakat Indonesia terlalu menyepelekan aturan yang ada, mungkin merek menganggap keika mereka melakukan pelanggaran sanksi yang diberikan tudak terlalu berat. Dari pemerintah atau pejabat-pejabat tinggi sendiripun juga terkadang member contoh yang kurang baik bagi masyarakat Indonesia padahal mereka adalah panutan yang ditinggikan oleh masyarakat Indonesia

Contoh

  1. Masyarakat sebagai sebuah sistem selalu mengalami perubahan, dimana sistem yang terjaadi atau sedang berlaku selalu berubah sesuai dengan jaman, kemajuan suatu jamanpun disebabkan oleh berputarnya suatu kehidupan seperti suatu siklus ,seperti halnya perubahan yang terjadi pada kurikulum pendidikan hal ini dimaksutkan untuk memperbaiki mutu pendidikan supaya berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya namun pada kenyataannya tak berjalan seperti yang diinginkan. Akibat yang dihasilkan dari perubahan yang terjadi apabila dikaitkan dengan masyarakat yang semakin global dan tantangan untuk mencapai masyarakat multikultur di Indonesia yaitu berjalannya perubahan yang terus menerus dan tidak semua masyarakat dapat mengikutinya, sedangkan mereka diharuskan mengikuti perubahan tersebut agar tidak ketinggalan jaman.

Contoh : perubahan gadget yang semakin marak di Indonesia mengharusan warga Indonesia untuk menggunakan kecanggihan teknologi untuk melakukan aktifitas mulai dari bekerja, sekolah dan bahkan untuk melakukan pendaftaran-pendaftaran, namun tak banyak pula warga Indonesia yang dapat membeli gadget yang mahal alhasil banyak yang harus kewarnet atau harus meminjam kepada teman yang mempunyai ,ada pula yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan gadget agar bisa untuk bergaya gayaan bukan pada fungsi yang semestinya. Namun menurut saya perubahan ini seharusnya banyak menimbulkan kebaikan apabila mereka dapat memanfaatkan dengan benar-benar tanpa harus memaksakan membeli barang yang harganya mahal. Cukup mengikuti dan mengerti menggunakan media sosial.

  1. Perubahan kurikulum yang terjadi didalam pendidikan formal sering bergani-ganti tanpa memikirkan apakah siswa dapat menerima dan beradaptasi dengan sistem atau kurikulum yang baru tersebut. Tujuan pemerintah mengganti kurikulum dalam pendidikan tidak lain adalah karena ingin memperbaiki mutu pendidikan supaya bisa berkembang lebih baik dari sebelumnya, namun pada kenyataanya tidak ada perubahan mutu yang diberikan oleh pendidikan di Indonesia bahkan, mutu pendidikan selama kurang lebih dari limatahun memberikan hasil yang mengecewakan. Hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian dari pemerintah ,mereka hanya memberikan peraturan tanpa menilik atau memperhatikan bagaimana kurikulum yang tepat diterapkan bagi pendidikan .
  2. Pattern variables :
  3. Affective versus affective neurality maksudnya dalam hubungan sosial orang bisa bertindak untuk pemuasan afeksi atau kebutuhan emosional atau bertindak tanpa afeksi itu. Contoh tindakan suami istri berbeda dengan tindakan penjual dan pembeli dipasar.
  4. Self orientation versus collective orientation maksudnya dalam hubungan yang berorientasi dalam hubungan yang berorientasihanya pada dirinya sendiri , orang mengejar kepentingan pribadi. Sedang dalam kolektifhubungan berorientasi kepentingan yang sebelumnya telah didominir oleh kelompok. Contoh mengerjakan tugas individu berbeda dengan mengerjakan tugas kelompok/
  5. Universalism versus particulsalim maksudnya dalam hubungan yang beruniversalistis para perilaku saling berhubungn menurut criteria yang dapat diterapkan kepada semua orang sedangkan dalam hubungan partikularistis digunakan ukuran ukuran tertentu
  6. Quality versus performance maksudnya variable quality menunjuk pada status aslribed status sedangkan performance berarti prestasi yang diraih oleh seseoramg. Contoh anak raja berbeda dengan polisi.
  7. Specifity versus diffusnes maksudnya dalam hubungan yang specific orang dengan oranglainberhubungan dalam situasi yang terbatas ,sedangkan diffuse dimana semua orang terlibat dalam proses interaksi. Contoh huungan penjual dan pembeli berbeda dengan hubungan keluarga.

  1. Nilai dan norma menjadi menjadi suatu hal yang melekat didalam masyarakat secara turun menurun,serta dianggap sebagai kebaikan dan kebenaran itu sendiri. Mengapa nilai individual dan komunal dapat diadaptasi menjadi nilai dan norma sosial dalam masyarakat. Hal ini dikarenakan nilai yang dianut oleh seorang individu dan berbeda dengan nilai yang dianut oleh sebagian besar anggota masyarakat dianggap sesuatu yang tinggi dan menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, seorang individu mungkin memiliki nilai-nilai yang berbeda, bahkan bertentangan dengan individu-individu lain dalam masyarakatnya. Apakah setiap nilai sosial secara otomatis bisa menjadi norma sosial? Ya, sebab nilai merupakan suatu yang paling dasar, abstrak dan dan yang berkaitan dengan cita-cita dan harapan agar hal-hal yang bersifat abstrak itu menjadi konkret yang nyata , maka perlu dirumuskan dengan yang lebih konkret dengan wujud norma.

Contoh

Perbedaan nilai dan norma adalah nilai sosial merupakan ukuran yang digunakan oleh suatu masyarakat untuk menentukan baik dan burunkya sesuatu sedangkan norma sosial adalah kebiasaan yang dijadikan sebagai patokan umum dalam berperilaku. Nilai dan norma sosial yang dianut suatu masyarakat belum tentu sama dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat lain. Bisa jadi sesuatu yang dianggap baik oleh suatu masyarakatjustru malah dianggap tidak baik oleh masyarakat lain. Adakah nilai yang tidak menjadi norma sosial menurut saya tidak ada karna nilai merupakan dasar utama terbentuknya suatu norma .

  1. skema struktur masyarakat dibangun secara objektif agar dapat mengenal posisi yang   diberikan masyarakat kepada nilai sosial budaya dan organ atau komponen sosial yang menjadi milik masyarakat maksudnya adalah gambaran struktur masyarakat dibangun secara objektif atau sebaik dan seefisien mungkin hal ini dilakukan agar masyarakat dapat mengenal posisi masyarakat yang diberikan kepada nilai sosial budaya dan organ atau komponen sosial yang sudah menjdai milik masyarakat
  2. diskriminasi merupakan tidakan pembedaan untuk mendapatkan hak dan pelayanan kepada masyarakat dengan didasarkan warna kulit, golongan, suku, etnis, agama, jenis kelamin, dan sebagainya. terkadang diskriminasi menimbulkan pertentangan dalam masyarakat ,yang jatuh pada orang yang tidak dapat dikendalikan sat ia tak mendapatkan haknya dalam kebudayaan atau adat yang mereka yakini.

Daftar pustaka

http://perpustakaancyber.blogspot.com

http://mazwaly.wordpress.com

http://www.budidarma.com

http://iimazizah.wordpress.com

http://social-searcg-theory.blogspot.com

Tentang firma aprianti

Nama : Firma Aprianti TTL : Semarang, 28-04-1995 Program Study : Pendidikan sosiologi dan Antropologi Unniversitas Negeri Semarang blog ini berisi mengenai materi pembelajaran-pembelajaran sosiologi dan antropologi yang juga sedang saya pelajari
Tulisan ini dipublikasikan di Tugas Kuliah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: