ULASAN AKHIR 10 BLOG SEJAWAT

Blog nomor 1

  1. Nama Pemilik Blog : Rossy Juliana
  2. Alamat Blog/http : http://blog.unnes.ac.id/rossyjuliana/
  3. Kelebihan/keunggulan : Blog nya sudah tertata dengan rapi baik itu widget, content, dan juga kategori. Selain itu gambar yang relevan dalam postingan juga menarik minat pembaca untuk melihat lebih lanjut isi blog. Temanya simple namun kelihatan rapi.
  4. Kekurangan/kelemahan : Terdapat double menu search. Tulisan dalam postingan masih ada yang menabrak gambar yang di lampirkan.
  5. Saran dan usulan tambahan/perbaikan : Menu search satu saja dalam blog, kerapian postingan lebih diperhatikan lagi, misalnya angka satu yang menabrak gambar baik itu di depan gambar maupun di dalam gambar, Ditambah bahan bacaan mengenai sosiologi dan antropologi sehingga tidak berkutat pada konsep saja.  Sehingga pembaca lebih penasaran untuk menelusuri isi blog anda. Mengembangkan kreatifitas sehingga menarik para pembaca untuk mengunjungi blog anda.

Continue reading

Materi Antropologi SMA Kelas XII Unit 2 : Proses Globalisas Dan Strategi Mempertahankan Dan Memperkuat Nilai-Nilai Budaya Indonesia

Tantangan Global terhadap Kelestarian Budaya Lokal

Globalisasi

Globalisasi adalah suatu proses yang sebenarnya sudah lama terjadi di belahan bumi ini, akan tetapi di era sekarang ini yaitu era modern proses globalisasi lebih berkembang dan banyak dikenal orang. Hal ini terjadi karena globalisasi sekarang wujud atau hasilnya lebih konkrit, menyentuh pada sistem, dan sangat bervariatif. Globalisasi adalah suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia bisa menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan mereka, baik dalam budaya, ekonomi, politik, teknologi maupun lingkungan(Winarno:2006:39). Globalisasi yang ditandai dengan evolusi informasi menuntut nilai-nilai dan norma-norma baru dalam kehidupan skala nasional maupun internasional. Continue reading

Materi Antropologi SMA Kelas XII Unit 1 : Kesetaraan Dan Hubungannya Dengan Perubahan Sosial Budaya

Konsep Kesetaraan

11262372_10204629836532426_1010559999630969910_n

  • Kesetaraan

Kesetaraan menunjukkan adanya tingkatan yang sama, kedudukan yang sama, tidak lebih tinggi atau tidak lebih rendah antara satu sama lain. Kesetaraan bisa juga diartikan sebagai keselarasan, bahwa segala bentuk perbedaan yang ada tidak akan mampu untuk disamakan akan tetapi kata yang lebih efektif adalah selaras. Artinya bahwa setiap bentuk perbedaan itu diseleraskan agar tercapai tujuan bersama.

Kesetaraan manusia bermakna bahwa manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa memiliki tingkat atau kedudukan yang sama. Tingkatan atau kedudukan tersebut bersumber dari adanya pandangan bahwa semua manusia diciptakan dengan kedudukan yang sama yaitu sebagai makhluk mulia dan tinggi derajatnya dibanding makhluk lain.Kesetaraan yang ada dalam kehidupan bermasyarakat akan meningkatkan tingkat integrasi dan toleransi setiap individu, serta mampu menjaga keharmonisan bermasyarakat. Continue reading

Materi Antropologi SMA Kelas XI Unit V : Metode Etnografi Dan Manfaatnya Dalam Mencari Solusi Berbagai Permasalahan Sosial-Budaya

What is Etnografi ?

Ethnographic fieldwork is the hallmark of cultural anthropology” adalah sebuah pernyataan dari James Spradley, yang maksudnya kajian lapangan etnografi adalah tonggak dari antropologi kultural. Belajar tentang etnografi berarti belajar tentang jantung dari ilmu antropologi, khususnya antropologi sosial. Adapun ciri khas dari metode penelitian lapangan etnografi adalah sifatnya yang holistik-integratif, thick description dan analisis kualitatif dalam mendapatkan native’s point if view. Teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi partisipasi dan wawancara terbuka dan mendalam yang dilakukan dalam jangka waktu yang relatif lama bukan hanya sekedar kunjungan singkat dengan daftar pertanyaan yang terstruktur seperti pada penelitian survei. Etnografi merupakan produk dari Antropologi dan merupakan suatu metode penelitian yang digunakan dalam ilmu Antropologi. Continue reading

Materi Antropologi SMA Kelas XI Unit IV : Perubahan Budaya dan Melemahnya Nilai-Nilai Tradisional

Perubahan Budaya dan Melemahnya Nilai-Nilai Tradisional

Kebudayaan dalam setiap masyarakat tidak akan mungkin dapat terhindar dari sebuah perubahan. Bertahan atau tidaknya suatu kebudayaan tergantung bagaimana perilaku masyakat sebagai pemiliknya. apabila masyarakat bisa menghadapi segala perubahan dengan baik dan arif maka kebudayaan yang telah ia pegang tidak akan begitu saja lepas, tetapi apabila masyarakat tidak dapat menyaring perubahan yang terjadi dan tidak dapat menyikapinya dengan arif,maka kebudaayan yang telah ia pegang akan mudah dilupakan dan dilepaskan.

Kebudayaan dan masyarakat adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kebudayaan dihasilkan oleh masyarakat dan tidak ada masyarakat yang tidak berbudaya. Dengan kata lain, budaya ada karena adanya masyarakat dan dalam masyarakat pasti berbudaya. Setiap masyarakat tentunya akan mengalami perubahan, bahkan masyarakat yang kita anggap sebagai masyarakat yang tradisional dan stagnan sesungguhnya telah melalui tahap-tahap perubahan dalam kebudayaan yang mereka miliki. Perubahan budaya menekankan pada perubahan sistem nilai yang mengatur tingkah laku masyarakat. Perubahan kebudayaan di dalam masyarakat dipengaruhi oleh banyak factor, dan setiap masyarakat memiliki proses yang berbeda-beda dalam melalui perubahan kebudayaan. Perubahan kebudayaan di dalam masyarakat tentunya memiliki dampak negatif dan positif. Dibawah ini akan diuraikan tentang perubahan budaya dan melemahnya nilai-nilai tradisional.

Continue reading

Materi Antropologi SMA Kelas XI BAB III : Persamaan Dan Perbedaan Budaya, Bahasa, Dialek, Tradisi Lisan Yang Ada Di Masyarakat Setempat

Persamaan Bahasa

Bahasa merupakan salah satu unsur kebudayaan yang penting dalam sebuah kebudayaan. Melalui bahasa seseorang dapat berkomunikasi dan menyampaikan apa yang ia ingin katakan. Bahasa juga dapat menjadi identitas atau ciri khas suatu masyarakat dengan kebudayaannya yang tentunya di antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya berbeda. Aspek bahasa perlu dipahami lebih mendalam apabila kita ingin memahami suatu masyarakat beserta kebudayaannya. Continue reading

Materi Antropologi Kelas XI Unit 2 : Pemetaan Budaya, Masyarakat Pengguna Bahasa Dialek, dan Tradisi Lisan di Suatu Daerah dan Nusantara

Pemetaan Budaya

Negara Indonesia adalah negara yang memiliki masyarakat majemuk, yaitu masyarakat yang terdiri dari berbagai kebudayaan, ras, agama, bahasa dan sebagainya. Meskipun masyarakat Indonesia bersifat majemuk tetapi ada perbedaan dan persamaan seperti bahasa, dialek, dan tradisi lisan. Masyarakat pengguna bahasa dialek mempelajari juga bahasa Indonesia yang digunakan sebagai bahasa pemersatu. Keberagaman masyarakat Indonesia melahirkan bahasa yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. kemudian dalam daerah itu sendiri terdapat masyarakat yang memiliki dialek bahasa yang berbeda-beda pula. Untuk itu sebagai pemersatu bangsa digunakanlah bahasa Indonesia.

Continue reading

Materi Antropologi SMA Kelas XI Unit 1 : Keterkaitan Antara Keberagaman Budaya, Bahasa Dialek, Tradisi Dengan Kehidupan Masyarakat Dalam Suatu Daerah Setempat

Keterkaitan Antara Keberagaman Budaya, Bahasa Dialek, Tradisi Dengan Kehidupan Masyarakat Dalam Suatu Daerah Setempat

Keragaman budaya

Keragaman budaya atau “cultural diversity” di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok suku bangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok suku bangsa yang ada didaerah tersebut.Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana mereka tinggal tersebar dipulau-pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok suku bangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Kemudian juga berkembang dan meluasnya agama-agama besar di Indonesia turut mendukung perkembangan kebudayaan Indonesia sehingga memcerminkan kebudayaan agama tertentu. Tidak saja keanekaragaman budaya kelompok suku bangsa namun juga keanekaragaman budaya dalam konteks peradaban, tradsional hingga ke modern, dan kewilayahan. Dan tak kalah pentingnya, secara sosial budaya dan politik masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang dirangkai sejak dulu. Interaksi antar kebudayaan dijalin tidak hanya meliputi antar kelompok suku bangsa yang berbeda, namun juga meliputi antar peradaban yang ada di dunia. Disisi yang lain bangsa Indonesia juga mampu bersaing dan mengembangkan budaya lokal ditengah-tengah singgungan antar peradaban barat / luar.

Continue reading

Materi Antropologi Kelas X Unit 5 : Budaya Lokal, Budaya Nasional, Budaya Asing, Hubungan Antar Budaya di Era Globalisasi

Pengaruh Budaya Asing Terhadap Budaya Lokal di Indonesia

Kebudayaan suatu negara atau wilayah tidak terbentuk secara murni. Artinya, kebudayaan bukan hanya merupakan hasil interaksi dalam masyarakat, namun juga telah terpengaruh dan bercampur dengan unsur kebudayaan dari luar. Pengaruh budaya asing terjadi pertama kali saat suatu bangsa berinteraksi dengan bangsa lain. Misalnya, melalui perdagangan dan penjajahan. Dalam proses interaksi tersebut terjadi saling memengaruhi unsur budaya antarbangsa.

         Menurut Koentjaraningrat,  perubahan kebudayaan dipengaruhi oleh proses evolusi kebudayaan, proses belajar kebudayaan dalam suatu masyarakat, dan adanya proses penyebaran kebudayaan yang melibatkan adanya proses interaksi atau hubungan antar budaya. Berbagai inovasi menurut Koentjaraningrat menyebabkan masyarakat menyadari bahwa kebudayaan mereka sendiri selalu memiliki kekurangan sehingga untuk menutupi kebutuhannya manusia selalu mengadakan inovasi.

Continue reading

Materi Antropologi SMA Kelas X Unit 4 : Perilaku Menyimpang dan Sub Kebudayaan Menyimpang

Perilaku Menyimpang

A. Pengertian Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas.

Ada beberapa definisi perilaku menyimpang menurut sosiologi, antara lain sebagai berikut:
1. James Vender Zender
Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang.

2. Bruce J Cohen
Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.

3. Robert M.Z. Lawang
Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut.

Continue reading