Category Archives: tugas kuliah

SOSIOLOGI GENDER: Ketidakadilan Gender Dalam Masyarakat

Berbagai bentuk permasalahan terkait dengan gender, pada hakikatnya berawal dari perbedaan jenis kelamin antara laki-laki dengan perempuan. Dari perbedaan inilah yang kemudian muncul berbagai stereotip yang diberikan kepada masyarakat terhadap pria maupun wanita, yang menurut kebanyakan masyarakat diantara keduanya mempunyai perbedaan yang sangat tinggi dan tidak bisa menempati derajat yang sama dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dalam postingan kali ini, akan dijelaskan mengenai salah satu fokus dari mata kuliah Sosiologi Gender, tepatnya yakni tentang diskriminasi atau ketidakadilan gender dalam masyarakat. Berikut penjelasannya,

Berawal dari ketika seorang anak itu ditetapkan jenis kelaminnya pada saat pertama dilahirkan, apakah ia laki-laki atau perempuan. Mulai sejak saat itulah, status dan peran yang berbeda selalu mengkuti keduanya (anak laki – laki dan anak perempuan). Seiring dengan hal itu, maka berbagai perbedaan yang menimbulkan ketidakadilan dan diskriminasi genderpun mulai bermunculan.

Baca Selengkapnya

KAJIAN ETNOGRAFI “Kajian Religi Berdasarkan Perspektif Teori-Teori Sosial”

Dalam artikel kali ini, akan ditampilkan mengenai bagaimana kajian mengenai konsep religi, yang termuat dalam mata kuliah Kajian Etnografi.

Berbicara mengenai religi, tentunya telah banyak tokoh-tokoh terkemuka yang menyampaikan pendapat serta pemikirannya mengenai hal tersebut. Secara umum, para tokoh tersebut mendefinisikan religi sebagai suatu sistem kepercayaan mengenai hal-hal magic yang berkaitan dengan agama, dimana dalam sistem religi, terdapat beberapa bahasan mengenai bagaimana seseorang itu menjalankan kewajibannya terhadap Tuhannya berdasarkan agama yang telah dianutnya. Religi membahas mengenai seberapa jauh tingkat pengetahuan seseorang, serta membahas mengenai seberapa dalam penghayatan seseorang terkait dengan hal agama yang diyakini serta dianut olehnya. Religi merupakan dorongan naluri seseorang untuk meyakini serta melaksanakan agama yang telah diyakini dan dianutnya, dalam hal ini, religi diwujudkan sebagai bentuk taat kepada agama yang dianutnya, meliputi keyakinan kepada tuhan, peribadatan, norma-norma yang mengatur manusia dengan Tuhan.

Baca Selengkapnya

ANTROPOLOGI KESEHATAN: Studi Kasus “Tangis Pilu Di Akhir Kisah Bayi Deborah”

Berbicara mengenai konteks kesehatan, tentu sangat berhubungan erat dengan hidup dan mati seseorang. Kesehatan ini menjadi kunci atau hal yang pasti diinginkan oleh semua orang dalam proses kehidupannya, namun yang namanya sehat itu kan rizki ya, dan rizki itu tidak tahu kapan datangnya, juga tidak tahu pula kapan perginya, artinya fifti-fifti. Meskipun sehat ini dapat diupayakan, namun takdir sangat sulit untuk dibaca. Nah, kebalikan dari sehat adalah sakit, konteks sakit di sini mempunyai berbagai penafsiran. Apakah sakit yang dimaksud itu sakit ringan? Ataukah sakit yang dimaksud itu sakit berat, hingga sampai pada meninggalnya seseorang?

Dalam salah satu mata kuliah, yakni Antropologi Kesehatan. Terdapat sebuah artikel yang di dalamnya berisi tentang studi kasus mengenai meningalnya seseorang. Bagaimana studi kasus tersebut?

Berikut Informasi Selengkapnya

TEORI-TEORI BUDAYA: Konsep Strukturalisme

Dalam berbagai kajian mengenai teori, banyak sekali teori-teori sosial yang digunakan dalam aktifitas akademik di dunia pendidikan. Banyak pula fun ilmu yang mempelajari atau mengkaji mengenai teori-teori tersebut, diantaranya yakni dalam postingan berikut ini, yang merupakan penjelasan mengenai konsep Strukturalisme yang dikaji dalam mata kuliah Teori-teori budaya.

Berikut artikelnya, , , , ,

baca selengkapnya

RELIGI DAN ETIKA JAWA: Penerapan Nilai Budaya Jawa Dalam Kehidupan “Meniti Hidup Baru Dari Pengetahuan Yang Baru”

Manusia merupakan makhluk individu dan makhluk sosial. sebagai makhluk individu, manusia mempunyai keterikatan dengan yang menciptakannya, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia merupakan makhluk yang selalau membutuhkan orang lain dalam proses kehidupannya. Untuk mampu bersatu dengan orang lain, diperlukan adanya interaksi yang baik, interaksi yang mampu menghangatkan suasana, interaksi yang mampu menimbulkan kemistri antara orang yang melakukan interaksi tersebut. baca selanjutnya

PENULISAN KARYA ILMIAH POPULER “Pembubaran Ormas Radikal Sebagai Kado Terindah Di Hari Yang Bersejarah”

“Pekikan semangat Pancasilais di tanggal 1 Juni yang sering kita kenal dengan hari lahir Pancasila, kini sudah tidak senyaring dulu lagi. Hal ini terjadi semenjak munculnya musuh-musuh dalam selimut, yang dengan liciknya merong-rong kesatuan semangat Pancasilais Bangsa Indonesia”. Yah, itulah ungkapan yang kiranya sesuai dengan kondisi yang terjadi di bangsa kita akhir-akhir ini.

Seperti yang telah terpatri dalam benak kita masing-masing, bahwa 1 Juni 1945 merupakan hari lahirnya Pancasila. 1 Juni 1945 merupakan hari dimana presiden pertama kita, bapak Ir. Soekarno mengungkapkan istilah “Pancasila” untuk yang pertama kali dalam pidatonya. Dengan disampaikannya pidato tersebut, maka setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya “Pancasila”.

Adapun proses perumusan hingga pengesahan Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia, dilakukan dalam sidang yang diberi nama sidang BPUPKI. Proses ini bukanlah suatu hal sepele yang bisa dilakukan begitu saja oleh sembarang orang. Ini merupakan suatu hal yang sangat fundamental, dimana para tokoh negara saat itu melakukan ijtihad secara keras, untuk memilih poin-poin apa saja yang akan digunakan sebagai dasar Negara Indonesia, yang bisa merangkul semua kalangan, yang bisa diakui dan dilaksanakan oleh semua rakyat Indonesia yang sangat multikultur ini. Bung Karno sebagai pemikir dan pencetus dasar Negara Indonesia, memandang Pancasila dengan Perspektif Rasional. Jenderal Sudirman memandang Pancasila sebagai sesuatu yang mistis. Terminologi kesaktiannya hanya mampu dihayati dan difahami dengan kesadaran mistis yang tinggi. Pada saat itu, terdapat beberapa rumusan dasar Negara Indonesia yang diungkapkan oleh beberapa tokoh terdahulu, hingga muncul kesepakatan bersama bahwa dasar Negara Indonesia adalah “Pancasila”, yang berisikan lima dasar yang harus dipegang teguh oleh masyarakat Indonesia dalam berperilaku di kehidupan sehari-hari.

selengkapnya

ANTROPOLOGI INDONESIA “Heterogenitas Masyarakat”

Masyarakat dan keanekaragamannya (heterogenitas) merupakan suatu bentuk permasalahan yang memang selalu ada dalam klehidupan masyarakat. Suatu masyarakat itu terbentuk karena adanya perbedaan, sementara perbedaan sendiri menjadikan kehidupan dalam bermasyarakat menjadi lebih hidup, lebih menarik dan layak untuk diperbincangkan.

Ada dua macam heterogenitas yang paling sering muncul di masyarakat: selengkapnya

STUDIUM GENERAL “Inovasi Media Pembelajaran Elektronik, School Book”

          Dalam rangka mengurangi kerusakan lingkungan, yang salah satunya disebabkan oleh banyaknya penggunaan kertas, maka berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dunia dari berbagai lini, termasuk juga masyarakat kolektif yang mempunyai sedikit rasa kepedulian terhadap keasrian dan keselamatan bumi ini. Salah satu solusi yang muncul yaitu dengan penggunaan media pembelajaran elektronik dalam pembelajaran, guna mengurangi penggunaan kertas yang semakin ke sini semakin meningkat.

selengkapnya