Jangan Ganggu Slamet

Ibu kami sangat cantik, selalu terlihat seperti gadis. wajahnya memancarkan kedamaian, kesejukan, dan keanggunan. Dan yang terpenting ibu kami adalah segalanya, karena beliaulah yang tak pernah letih menyusui anak-anaknya, hingga anak-anaknya bisa hidup, sehat-sehat, tak kurang gizi. Oleh karena kecantikan dan kebaikannyalah banyak orang terpikat pada ibu. bahkan saat ini, ada tuan-tuan berdasi yang sangat tergila-gila pada ibu. Namun sayang, Tuan-tuan itu terkenal bengis dan kejam. Kami tak rela ibu direbut oleh mereka.

Karena perihal tuan-tuan bengis itulah, setiap hari hati kami digumuli rasa khawatir. Apalagi mendengar berita, Ibu

kami “Slamet”, akan ditelanjangi, diperkosa, lalu payudaranya akan dipotong. Jika payudara ibu telah dipotong. Kami akan menyusu pada siapa? Kami akan minum apa? minum listrik?. Kentang, jagung, kol, wortel, buncis, padi, dan lain sebagainya yang telah kami tanam, mau diairi apa ketika musim kemarau tiba? listrik?

Saya heran. Kenapa orang-orang pintar seperti tuan-tuan tadi melakukan hal sebejat itu. Apa mereka tak pernah berpikir, bahwa aksi bejatnya telah menyakiti ibu-ibu rakyat, dan telah menciptakan generasi piatu yang hidupnya penuh dengan kesengsaraan.

(Saya sepakat dengan pandangan hidup orang samin (sedulur sikep) yang pada intinya mengatakan bahwa “Hidup itu tidak perlu menjadi ”pintar”, jika pintarnya digunakan untuk membodohi orang lain”)

4 thoughts on “Jangan Ganggu Slamet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: