STRATIFIKASI SOSIAL MASYARAKAT DESA CABLIKAN KECAMATAN REBAN KABUPATEN BATANG

stratifikasi sosial

  1. Gambaran Umum Masyarakat Desa Cablikan

Desa Cablikan merupakan sebuah desa yang ada di Kota Batang tepatnya di Kecamatan Reban. Desa ini merupakan daerah pemekaran dari desa Tersono. Desa ini pada awalnya merupakan bagian dari Kecamatan Tersono. Desa yang memiiki letak geografis di pegunungan ini membuat pendudukya banyak yang bekerja sebagai petani. Karena berada di dataran tinggi lahan garapannya berupa sawah tadah hujan dan perkebunan ladang. Hal ini mengakibatkan masyarakat harus memiliki pekerjaan lain untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dimusim kemarau. Pada masa ini masyarakat Desa Cablikan banyak yang melakukan urbanisasi ke kota. Mereka bekerja sebagai pedagang sayur dan ada juga yang bekerja di sektor jasa transportasi. Selain dimusim kemarau, masyarakat Cablikan juga banyak yang melakukan urban. Hal ini karena mereka mencari nafkah tambahan di kota.

Di Desa Cablikan ini juga disewakan beberapa tanah milik pribadi untuk ditanami atau digarap oleh para petani setempat. Petani yang memiliki uang yang lebih akan menyewa tanah untuk digarap, namun bagi mereka yang tidak memiliki uang yang cukup akan memilih berurban ke kota. Namun seiring dengan perkembangan zaman, harga sewa tanah semakin mahal, sehingga membuat masyarakat enggan untuk menyewa tanah. Dari sini masyarakat Desa Cablikan mulai banyak yang melakukan urban dan mereka lebih memilih jalan ini. Hal ini dikarenakan besarnya hasil yang diperoleh lebih besar dibanding bekerja di desa dan juga tidak memerlukan modal yang cukup banyak.

Masyarakat Cablikan mempunyai tingkat pendidikan formal yang cukup rendah selain dari kuantitas ketersediaan sekolah di Cablikan yang rendah juga karena faktor kultur masyarakat yang kurang menganggap pendidikan adalah hal yang penting. Mereka beranggapan daripada uangnya digunakan untuk menyekolahkan anak lebih baik uang tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan pokok maupun untuk kebutuhan pertanian mereka. Akan tetapi seiring berkembangnya zaman anggapan tersebut mulai bergeser terbukti dengan membaiknya rata-rata tingkat pendidikan di desa Cablikan yang tadinya hanya sampai SMP sekarang sudah banyak yang sudah mengenyam bangku pendidikan sampai SMA bahkan sampai perguruan tinggi.

 

  1. Stratifikasi Sosial Masyarakat Desa Cablikan.

Stratifikasi dalam masyarakat Cablikan ini dapat dibedakan menjadi beberapa bagian. Hal tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

 

 

Pada gambar 1 dapat dilihat bahwa yang memiliki kedudukan yang paling tinggi adalah aparat desa dan PNS. Aparat desa dan PNS sangat dihargai oleh masyarakat, seakan memiliki kedudukan yang istimewa di hati masyarakat. Aparat desa dihormati dengan jabatannya yang tinggi dan mengatur segala apa yang terjadi di desa. Sedangkan PNS berada di kelas atas karena pendapatan mereka yang di atas rata-rata masyarakat desa Ngijo dengan pekerjaan yang tidak begitu berat di mata masyarakat Cablikan. Selain itu karena mereka telah menjadi orang yang memiliki pendidikan yang tinggi dan dianggap memiliki pengetahuan yang lebih dan berpengalaman.

Sedangkan pada gambar 1 yang berada pada posisi ke dua adalah pedagang/wiraswasta dan pemilik lahan/tanah yang luas. Buruh dan wiraswasta disini terdapat pada posisi kedua karena mereka mempunyai kekuasaan atas apa yang mereka miliki intinya mereka dihargai karena mereka memiliki kekuatan ekonomi yang lebih mapan dibandingkan para penggarap lahan ataupun buruh.

Pada gambar 1 yang berada pada posisi ke tiga adalah buruh. Posisi buruh disini menempati kedudukan yang paling bawah karena rata-rata pendidikan mereka yang rendah. Selain itu penghasilan mereka yang rendah dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Gambar 2 menunjukan adanya perbedaan tingkat pendidikan yang terdapat pada Desa Cablikan Kecamatan Reban Kabupaten Batang. Pada gambar 2 tingkat pertama diduduki oleh warga yang memiliki tingkat pendidikan S1. Tingkat kedua diduduki oleh warga yang memiliki tingkat pendidikan SMA dan SMP. Sedangkan tingkat terakhir diduduki oleh warga yang berpendidikan antara lulus SD sampai tidak lulus SD.

 

Dari kedaan masyarakat Cablikan terlihat masih banyak rumah yang terbuat dari kayu/blabak. Pada zaman dahulu orang yang memiliki rumah dari kayu ini dianggap sebagai orang dalam kelas sosial atas. Hal ini disebabkan karena kayu yang dibuat untuk membangun rumah harganya sangat mahal dan membutuhkan banyak kayu. Sedangkan bagi orang yang berada dalam kelas sosial yang rendah rumahnya terbuat dari bambu yang dianyam. Namun hal ini telah berganti, pada masyarakat sekarang orang yang berada dalam kelas sosial yang tinggi rumahnya terbuat dari batu bata (rumah permanen). Hal ini dikerenakan rumah yang terbuat dari kayu tidak tahan lama dan tidak lebih bagus dari yang terbuat dari batu bata. Sedangkan masyarakat yang memiliki rumah yang terbuat dari kayu akan menduduki kelas sosial bawah, karena dianggap tidak mampu membangun rumahnya. Dan sekarang tidak terlihat ada rumah yang terbuat dari bambu, jika ada itupun merupakan dapur.

Adanya perubahan tersebut, masyarakat berlomba-lomba untuk membangun rumah dari batu bata. Sebagian masyarakat kelas atas merasa tidak rela untuk merenovasi rumah lamanya yang terbuat dari kayu. Mengingat mahalnya biaya yang harus dikeluarakan untuk membangun rumah tersebut. Sehingga masyarakat yang berada pada kelas sosial atas ini membangun rumah baru dari batu bata tanpa membubarkan yang lama.

Keadaan sosial tersebut dapat digambarkan seperti berikut:

Menjadi

 

Sebelumnya/ dahulu                                  sekarang

 

Mengapa sekarang kelas sosial paling bawah adalah mereka yang ngontrak sedangkan pada masa dulu tidak ada? Hal ini karena masyarakat dulu jika tidak memiliki tempat tinggal ia akan tinggal bersama sanak saudara dan dianggap menjadi anggota keluarga dalam keluarga tersebut. Namun karena sekarang banyak pendatang dari luar, mereka akan mengontarak. Jika sudah memiliki biaya yang cukup barulah mereka membangun rumah.

 

  • Hubungan Antarkelas yang Terdapat di Desa Cablikan.
  1. Hubungan antara Lurah dan warga Desa Cablikan

Hubungan antara Lurah dan warga pada desa Cablikan dapat dikatakan harmois. karena tidak jarang lurah disana berbaur dengan warga dalam acara-acara yang diadakan oleh aparatur desa maupun oleh warga Cablikan. Pada saat acara yang di selenggarakan oleh warga lurah seringkali diundang untuk membuka acara ataupun hanya sekedar menjadi tamu undangan. Dan lurah [un seringkali hadir tiap kali udangan tersebut diberikan kepadanya.

Lurah di Desa Cablikan memiliki rumah dinas yang terletak disamping kantor kepala desa Cablikan. Dan rumah tersebut acap kali dijadikan sebagai tempat berkumpul warga untuk sekedar berbincang dengan lurah ataupun aparatur desa yang lain.

 

 

 

Perbedaan wilayah tempat tinggal.

Masyarakat desa Cablikan merupakan masyarakat yang heterogen, sehingga dalam masyarakat tersebut terdapat pengelompokan-pengelompokan. Secara vertikal masyarakat Cablikan ini dapat digolongkan menjadi:

  • Kalangan atas

Yang termasuk kalangan atas pada Desa Cablikan yaitu warga yang bertempat tinggal di perumahan. Sebagian besar warga yang bertempat tinggal di perumahan tersebut berprofesi sebagai guru, polisi, tentara, bidan, dan pegawai pemerintahan.

  • Kalangan menengah

Yang termasuk kalangan menengah pada Desa Cablikan yaitu warga yang bertempat tinggal di sekitar kantor kelurahan Desa Cablikan, seperti dusun Sukorejo. Masyarakat yang menduduki kalangan bawah ini sebagian besar berkerja sebagai buruh bangunan, mandor, dan bekerja di perantauan.

  • Kalangan bawah

Yang termasuk kalangan bawah pada desa Cablikan yaitu warga yang bertempat tinggal di sekitar Dusun Gemuh,dan Rejosari, yang biasanya bekerja serabutan.

  1. Hubungan Antarwarga Desa Cablikan

Interaksi yang terjadi pada masyarakat Desa Cablikan tergantung dari masing-masing individunya, ada yang erat dan ada pula yang renggang. Berikut penuturan dari salah satu warga “ya kalau belanja atau ngapai-ngapain, ketemu ya menyapa. Ya cukup srawung lah…”. Hal ini menandakan bahwa solidaritas yang ada pada masyarakat Cablikan ini masih erat sekali, walaupun mereka memiliki kelas sosial yang yang berbeda mereka tetap menjaga hubungan antar masyarakat. Walaupun demikian, hal ini tidak menutup kemungkinan jika dalam hubungan antar masyarakat terdapat hubungan yang tidak harmonis atau adanya sifat individualis. Hal ini dapat dilihat bagaimana keadaan rumah masyarakat yang memiliki kelas sosial yang tinggi. Rumah mereka dilengkapi dengan pagar yang tinggi seakan memberi batasan hubungan antar anggota masyarakat. Di samping itu, masyarakat kelas atas ini memiliki kesibukan yang lebih dibanding dengan mereka yang berada di kelas di bawahnya. Sehingga waktu mereka untuk berada di rumah sangat sedikit sehingga menimbulkan hubungan yang kurang akrab dengan tetangganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: