Materi Sosiologi Kelas X : Metode Penelitian Sosial

Desember 22, 2015 in Pembelajaran Sosiologi SMA,Sosiologi | Comments (0)

Pengertian
Kata penelitian adalah terjemahan dari kata dalam Bahasa Inggris re-search, yang berasal dari suku kata re (kembali) dan to search (mencari). Jadi, research berarti mencari kembali suatu pengetahuan. Dari pendapat para ahli tentang definisi penelitian dapat kiranya kita simpulkan bahwa penelitian adalah suatu penyelidikan terorganisasi, atau penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta untuk menentukan sesuatu. Suatu penelitian yang menggunakan metode ilmiah dinamakan penelitian ilmiah. Suatu penelitian ilmiah selalu menggunakan dua unsur penting, yaitu observasi (pengamatan) dan penalaran.

Berikut sikap yang harus dikembangkan seorang peneliti:
1. Objektif, dapat memisahkan antara pendapat pribadi (subjektif) dengan fakta yang ada (objektif)
2. Kompeten, memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan penelitian
3. Faktual, bekerja berdasarkan fakta yang diperoleh

Cara berpikir yang diharapkan dari seorang peneliti :
1. Skeptik, harus selalu mempertanyakan bukti atau fakta (tidak mudah percaya)
2. Analtis, selalu menganalisis setiap penyataan ataupun persoalan yang dihadapi
3. Kritis

Jenis-jenis Penelitian
1. Penelitian Dasar (pure research/basic research): Ilmu untuk ilmu, penelitian yang dilakukan dalam rangka mengembangkan suatu ilmu pengetahuan.
2. Penelitian Terapan (Applied Research): dalam memberikan solusi pemecahan yang dihadapi oleh masyarakat.
Metode Ilmiah

Metode ilmiah adalah suatu cara pengejaran atau usaha memperoleh kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis.
Kriteria metode ilmiah:
1. Berdasarkan fakta
2. Bebas dari prasangka
3. Menggunakan prinsip analisis
4. Menggunakan hipotesis (dugaan/ kesimpulan sementara)
5. Menggunakan ukuran objektif
6. Menggunakan teknik kuantifikasi

Untuk mengkaji masalah-masalah sosial, sosiologi mengembangkan suatu metode penelitian yang dikenal dengan istilah metode sosiologi. Metode yang dipakai dalam penelitian sosiologi pada umumnya lebih dari satu metode keilmuan mengingat kompleksitas fenomena masyarakat yang menjadi objek penelitian. Adapun metode yang lazim dipakai dalam penelitian sosiologi antara lain:

1. Metode kualitatif,merupakan metode sosiologi yang menekankan pengumpulan data yang berupa kata-kata. Terdapat tiga macam metode kualitatif, yakni metode historis, metode komparatif, dan metode studi kasus.
– Metode historis adalah metode yang dipergunakan untuk mencari dan sekaligus menganalisis data yang berupa peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa yang lampau dalam rangka memperoleh gambaran umum tentang fenomena kehidupan masyarakat yang terjadi pada masa silam. Contohnya adalah penelitian tentang pengaruh kolonialisme dalam peri kehidupan masyarakat Indonesia. Masalah seperti itu dapat dikaji dengan menggunakan metode historis.
– Metode komparatif adalah metode sosiologi yang dikembangkan melalui kegiatan perbandingan terhadap fenomena-fenomena yang terjadi dalam suatu masyarakat. Metode komparatif dapat bersifat horisontal meupun bersifat vertikal. Metode komparatif horisontal dapat dilakukan dengan cara melakukan studi perbandingan terhadap fenomena yang terjadi pada masyarakat yang satu dengan fenomena yang terjadi pada masyarakat yang lain dalam waktu yang bersamaan. Metode komparatif vertikal dapat dilakukan dengan cara melakukan studi perbandingan terhadap fenomena yang terjadi pada masyarakat sekarang dengan fenomena yang terjadi pada masyarakat pada masa yang lampau.
– Metode studi kasus merupakan suatu penelitian yang dilakukan terhadap suatu masyarakat tertentu dalam rangka mengkaji secara mendalam fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarakat tersebut.

2. Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang menekankan pengumpulan data dalam bentuk angka-angka. Tujuan penelitian kuantitatif adalah untuk mengukur gejala-gejala sosial dengan ukuran-ukuran yang jelas. Terdapat dua macam metode kuantitatif, yaitu metode statistik dan metode sociometry.
– Metode statistik adalah metode penelitian yang bertujuan untuk mengkaji fenomena sosial melalui data-data statistik.
– Metode sociometry adalah metode penilitian yang bertujuan untuk mencari hubungan-hubungan antarmanusia dalam kehidupan masyarakat secara kuantitatif.

3. Metode induktif adalah metode penelitian yang dipergunakan untuk mengkaji fenomena masyarakat dengan suatu proses yang dimulai dari kajian-kajian terhadap fenomena-fenomena yang secara khusus terjadi dalam kehidupan masyarakat untuk dipergunakan sebagai pertimbangan dalam mengambil kesimpulan umum.

4. Metode deduktifadalah metode penelitian yang dipergunakan untuk mengkaji fenomena masyarakat dengan suatu proses yang dimulai dari kaidah-kaidah umum untuk dijadikan alat dalam mengkaji fenomena-fenomena yang secara khusus terjadi dalam kehidupan masyarakat.

5. Metode empiris adalah metode penelitian yang dilakukan dengan cara yang intensif dan sistematis dalam rangka menggali kenyataan-kenyataan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat (data-data empiris). Metode empiris tersebut dipergunakan untuk memperoleh pengetahuan yang lengkap mengenai permasalahan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Langkah-langkah penelitian ilmiah

1) Merumuskan dan mendefinisikan masalah, langkah pertama dalam penelitian ilmiah adalah menetapkan masalah yang akan dipecahkan. Masalah tersebut haruslah merupakan masalah yang dapat dijawab melalui penelitian dan belum ada jawabannya. Masalah yang akan diteliti harus didefinisikan secara jelas dan memiliki batas-batas yang jelas. Peneliti harus membatasi lingkup permasalahan yang akan dipecahkan. Hal tersebut terutama agar pemecahannya akan lebih mudah. Peneliti juga harus menyebutkan beberapa kata kunci yang terdapat dalam permasalahan penelitian. Contoh : “pengaruh modernisasi terhadap pola pergaulan remaja di Desa Cikotok”, kata kunci yang harus didefinisikan adalah “modernisasi”, “pola pergaulan”, dan “remaja”.
2) Mengadakan studi kepustakaan, tujuannya untuk penggalian data-data yang tersedia diperpustakaan yang berkaitan dengan topic penelitian.
3) Memformulasikan hipotesis (dugaan sementara), setelah mendapatkan informasi yang memadai dari perpustakaan, peneliti kemudian merumuskan hipotesis penelitian. Sebenarnya hipotesis merupaka kesimpulan sementara tentang hubungan antarvariabel atau feomena dalam penelitian yang masih memerlukan pengujian sebelum mencapai kesimpulan yang kuat.
4) Menentukan model untuk pengujian hipotesis, mencakup metode yang akan dipakai, instrument penelitian, teknik analisa data, dan lain sebagainya.
5) Menyusun, menganalisis dan memberikan interpretasi
6) Membuat generalisasi kesimpulan
7) Membuat laporan ilmiah

Sumber:
Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2014. Sosiologi Kelompok Peminatan Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Erlangga
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada


Leave a Reply