Saudaraku sebangsa tanah dan sebangsa air

Hari ini, kita punya pahlawan baru

Pahlawan yang mati seratus tahun lalu

Dan ditemukan beberapa hari yang lalu

 

Di jidadnya tertulis semangat juang

Lautan tak pernah padam, air mata yang tak terlupakan

Untuk menegaskan ia pahlawan,

Hatinya tertulis nama Negara, nama Presiden, nama rakyat, dan nama ibunya.

 

Saudaraku sebangsa tanah dan air

Suatu hari ia bertanya kepadaku,

Apalagikah yang akan kalian lakukan, saat bendera telah berkibar,

air mata kemarau, oksigen gratis yang kami perjuangkan?

atau semacam industri asing yang sudah tidak asing lagi kini

atau tujuan para wanita perkasa sengaja dijajahkan.

 

Saudaraku, entah apa yang akan kita lakukan.

Para rakyatku yang berada di bawah garis kemiskinan

Esok hari saya berjanji pasti memperjuangkan kalian

Untuk pas tepat di garis kemiskinan.

Ha ha ha ha

 

 

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog Dosen dan Tendik. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”