Materi Antropologi Kelas XI:Pemetaan budaya,masyarakat pengguna bahasa dialek,dan tradisi lisan disuatu daerah dan nusantara

gbr dialek

Indonesia merupakan negara yang multikulturalisme yang beragam dan bersifat unik baik dari kebudayaan,agama,ras,bahasa.Bahasa bersifat simbolis, artinya suatu perkataan mampu melambangkan arti apapun,walaupun hal atau barang yang dilambangkan tidak hadir.Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi,sebagai alat ekspresi,sebagai alat untuk adaptasi dan integrasi sosial,bahasa juga dapat digunakan sebagai pemersatu maksudnya walaupun di indonesia memiliki perbedaan dan persamaan bahasa maupun dialek dapat menggunakan bahasa indonesia untuk memudahkan komunikasi antara satu sama lain. Disetiap daerah tentunya memiliki bahasa dan dialek yang berbeda dan beragam yang menunjukkan ciri khas dari daerah masing-masing. Dialek adalah variasi dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif yang berada pada sutu tempat, wilayah, atau area tertentu. Dengan kata lain, dialek adalah karagaman cara pengucapan atau gaya penggunaan bahasa.Perbedaan dialek dapat disebabkan karena perbedaan asal daerah dan perbedaan status sosial.

A. Pemetaan Budaya

Budaya berasal dari kata Sanskerta “buddhayah” yang artinya akal. Manusia dengan kemampuan akal atau budidaya, mengembangkan berbagai macam sistem tindakan. Sistem tindakan tersebut harus dibisaakan oleh manusia dengan belajar mulai dari lahir sampai mati. Menurut ilmu antropologi kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Yang tidak termasuk dalam tindakan (yang dipelajari dengan belajar) antara lain: tindakan naluri, reflek, dll.

Budaya yang ada di Indonesia dipetakan sesuai dengan daerahnya masing-masing. Misalnya logat bahasa Jawa dari Indramayu, yang merupakan bahasa Jawa Tengah yang telah mendapat pengaruh bahasa Sunda; atau logat bahasa Sunda dari Banten; atau logat bahasa Cirebon, dan logat bahasa Sunda Cirebon

B. Masyarakat Pengguna Bahasa dan Dialek

1. Bahasa dan dialek yang digunakan oleh komunitas di kantor

direksi_meeting

Bahasa adalah alat untuk  interaksi dan komunikasi,seperti halnya rapat dikantor. Kantor adalah suatu tempat pelayanan masyarakat yang di dalamnya terdapat pimpinan, pembantu pimpinan, dan staf (karyawan) serta masyarakat yang membutuhkan pelayanan di tempat tersebut.
Misalnya;
Bank, di dalamnya ada direktur, wakil direktur, karyawan, dan nasabah  bank Sekolah, di dalamnya ada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, penjaga sekolah, dan murid.

2. Bahasa dan dialek yang digunakan oleh komunitas di pasar

Pasar adalah suatu tempat pelayanan umum yang di dalamnya terdapat penjual, pembeli, pengangkut barang, petugas kebersihan, dan sabagainya. Jadi komunitas masyarakat di pasar lebih bervariasi, baik itu pekerjaan, pendidikan, usia, pakaian yang dikenakan, dan sebagainya. Ciri bahasa dan dialek yang digunakan di pasar adalah sebagai berikut:
Bahasa dan dialek yang digunakan adalah bahasa yang non formal/ tidak resmi/ karena bahasa lokal di daerah setempat

Bahasa dan dialeknya singkat dan kurang jelas

Contoh bahasa dan dialek yang digunakan oleh komunitas pasar
Misal di Pasar Johar Semarang ( Jawa Tengah), komunitas masyarakatnya menggunakan bahasa Jawa.

Contoh dialog antara penjual dan pembeli dengan menggunakan bahasa Jawa
Pembeli : “ Endhoge sekilo regane pira?”
(Telornya satu kilogram harganya berapa)
Penjual : “ Wolongewu limangatus rupiah, Bu?”
(Delapan ribu lima ratus rupiah, Bu)

 3. Bahasa dan dialek yang digunakan oleh komunitas di terminal

Terminal adalah tempat pemberhentian dan pemberangkatan angkutan umum   bus dari dan berbagai jurusan. Di dalam lingkungan terminal terdapat kepala terminal, petugas, administrasi, kebersihan, dan keamanan. Juga ada awak bus (sopir, kernet, dan kondektur), penumpang, pedagang di kios, pedagang asongan, pengamen, dan pengemis.

  • Ciri bahasa dan dialek yang digunakan di terminal adalah sebagai berikut:
    Bahasa dan dialek yang digunakan adalah bahasa yang non formal/ tidak resmi/ bahasa lokal di daerah setempat
    Bahasa dan dialeknya bervariatif/ bermacam-macam, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa daerah
  • Contoh bahasa dan dialek yang digunakan oleh komunitas terminal
    Misal: Komunitas masyarakat di terminal Lebak Bulus Jakarta menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah (Sunda dan Betawi)
  • C. Tradisi Lisan di Suatu Daerah dan Nusantara
  • 1. Macam-macam tradisi lisanTradisi lisan adalah cerita lisan tentang suatu tempat atau tokoh yang dibuat teks kisahan dalam berbagai bentuk, seperti syair, prosa, lirik, syair bebas, dan nyanyian. Macam-macam tradisi lisan yang terdapat dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut.
    1. Cerita tentang terjadinya suatu tempat yang berbentuk syair bebas dan ditampilkan hal-hal yang tidak benar-benar terjadi.
    2. Cerita rakyat mengenai seorang tokoh di suatu daerah, baik tokoh yang bersifat baik dan berjasa bagi daerahnya maupun tokoh yang bersifat buruk, jahat, dan merugikan orang lain.
    3. Cerita rakyat tentang misteri/kegaiban di suatu tempat, misalnya makam seorang tokoh, goa, batu besar, dan sebagainya.

    Tradisi Lisan terdiri dari tiga kategori (menurut Boscam/ Danandjaya) :
    1. Mite
    Prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh penganutnya. Ditokohi oleh para dewa atau makhluk setengah dewa Ex : Kisah Jaka Tarub.
    2. Legenda
    • Prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci.
    • Ditokohi oleh manusia, walau kadang-kadang mempunyai sifatnya luar bisaa.
    Contoh: terjadinya Gunung Tangkuban Perahu; Malin Kundang; dll.
    3. Dongeng
    Prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi. Tidak terikat oleh waktu dan tempat. Contoh: Dongeng Si Kancil.

    Sumber:

  • Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. 2009. Jakarta: Rineka Cipta.
  •  Ihromi, T.O. Pokok-Pokok Antropologi Budaya. 1986.Jakarta: PT Gramedia.
  • Indriyawati, Emmy. Antropologi Untuk Kelas XI SMA dan MA. Jakarta: Pusat Perbukuan
  • https://antrohebat.blogspot.co.id/2013/06/bahasa-dan-dialek.html
Tulisan ini dipublikasikan di Pembelajaran Antropologi SMA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: