Informasi Lengkap PPG: Apa dan Bagaimana PPG?

 

Kementerian Pendidikan Nasional
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Tahun 2011
Alur Pendidikan Profesi Guru (PPG)
  Catatan : Program Sergur melalui penilaian portofolio berakhir tahun 2014

Latar Belakang

  • Terjadinya perubahan- perubahan yang sangat cepat dalam segala aspek kehidupan.
  • Perubahan tersebut berdampak terhadap tuntutan akan kualitas pendidikan secara umum, dan kualitas pendidikan guru secara khusus untuk menghasilkan guru yang profesional.
  • Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
  • Tuntutan peraturan perundangan bahwa guru harus berkualifikasi S- 1/ D- IV dan Memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh melalui program pendidikan profesi guru.

Landasan Yuridis

  • UU RI Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  • UU RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
  • PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  • PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
  • Peraturan Mendiknas No 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
  • Permendiknas Nomor 10 Tahun 2009 tentang sertifikasi Guru dalam Jabatan.
  • Permendiknas No 8 Tahun 2009 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan

Pengertian Program PPG

  • Program Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan yang selanjutnya disebut Program PPG adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan  S-1 Kependidikan dan S-1 / D-IV Non Kependidikan agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan (Permendiknas No. 8 Tahun 2009 tentang PPG)

Tujuan Program PPGTujuan Umum:

  • Menghasilkan guru yang memiliki kemampuan mewujudkan fungsi pendidikan nasional , yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memiliki kemampuan mewujudkan tujuan bangsa, dan memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Tujuan Khusus:

  • Menghasilkan calon guru yang memiliki kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, menilai pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, melakukan pembimbingan dan pelatihan peserta didik, serta melakukan penelitian, dan mampu mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan.

Calon Peserta Program PPG

  • S- 1 Kependidikan yang sesuai dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh;
  • S- 1 Kependidikan yang serumpun dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, dengan menempuh matrikulasi;
  • S- 1/ D- IV Non Kependidikan yang sesuai dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, dengan menempuh matrikulasi;
  • S- 1/ D- IV Non Kependidikan yang serumpun dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, dengan menempuh matrikulasi;
  • S- 1 Psikologi untuk program PPG pada PAUD atau SD, dengan menempuh matrikulasi.

Seleksi Peserta

  • Seleksi penerimaan peserta didik program PPG dilakukan oleh program studi/ jurusan di bawah koordinasi LPTK penyelenggara.
  • Mahasiswa yang lulus seleksi dilaporkan kepada Dirjen Dikti untuk mendapatkan nomor registrasi Program PPG.

Prosedur Rekrutmen Peserta

  1. Seleksi administrasi:
  • Ijazah S- 1/ D- IV dari program studi yang terakreditasi, yang sesuai atau serumpun dengan mata pelajaran yang akan diajarkan.
  • Transkrip nilai,
  • Surat keterangan kesehatan,
  • Surat keterangan kelakuan baik, dan
  • Surat keterangan bebas napza.
  1. Tes penguasaan bidang studi yang sesuai dengan program PPG yang akan diikuti
  2. Tes Potensi Akademik.
  3. Tes penguasaan kemampuan berbahasa Inggris
  4. Penelusuran minat dan bakat melalui wawancara dan observasi kinerja disesuaikan dengan mata pelajaran yang akan diajarkan serta kemampuan lain sesuai dengan karakteristik program PPG.
  5. Asesmen kepribadian melalui wawancara/ inventory atau instrument asesmen lainnya.

Alur Seleksi dan Matrikulasi Program PPG Pra Jabatan.

Alur Seleksi dan Matrikulasi Program PPG Pra Jabatan
Matrikulasi (Hanya bagi peserta PPG Pra jabatan)
  • Lulusan S- 1 Kependidikan dan S- 1/ D- IV Non Kependidikan yang tidak sesuai dengan program PPG yang akan diikuti, harus mengikuti program matrikulasi.
  • Matrikulasi adalah sejumlah matakuliah yang wajib diikuti oleh peserta program PPG yang sudah dinyatakan lulus seleksi untuk peserta program PPG yang sudah dinyatakan lulus seleksi untuk memenuhi kompetensi akademik bidang studi dan/ atau kompetensi akademik kependidikan sebelum mengikuti program PPG .
  • Matrikulasi diperuntukkan bagi calon peserta Program PPG Pra Jabatan yang belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan berdasarkan hasil asesmen (berdasarkan standar kompetensi lulusan melalui tes penguasaan SKL)
  • Kurikulum matrikulasi adalah kurikulum S1 kependidikan (dapat berupa matrikulasi matakuliah akademik kependidikan, maupun akademik bidang studi)

Model Kurikulum

Model Kurikulum Pendidikan Profesi Guru (PPG Guru)

Sistem Pembelajaran Program PPG
Sistem Pembelajaran

  • Perkuliahan dalam bentuk workshop SSP (subject specific pedagogy) untuk menyiapkan perangkat pembelajaran di sekolah (RPP Bahan Ajar, Media Pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran, dsb) , dan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dengan pemantauan langsung secara intensif oleh dosen yang pemantauan langsung secara intensif oleh dosen yang ditugaskan khusus untuk kegiatan tersebut, dinilai secara objektif dan transparan.
  • Praktek pengalaman lapangan program PPG dilaksanakan berorientasi pada pencapaian kompetensi merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, serta melakukan pembimbingan dan pelatihan.

Beban Belajar Program PPG

Beban Belajar Pendidikan Profesi Guru (PPG Guru)

Mekanisme Workshop SSP

Mekanisme Workshop SSP
Pola PPL PPG
Pola PPL PPG

Uji Kompetensi

  • Uji kompetensi sebagai ujian akhir terdiri dari ujian tulis dan ujian kinerja , ditempuh setelah peserta lulus semua program PPG.
  • Ujian tulis dilaksanakan oleh program studi/ jurusan penyelenggara dengan berorientasi pada portofolio penyelenggara dengan berorientasi pada portofolio (kumpulan SSP).
  • Ujian kinerja dilaksanakan oleh program studi/ jurusan dengan penguji berasal dari dosen program studi dan wakil dari organisasi profesi dan/ atau pihak eksternal yang profesional, kompeten, dan relevan .
  • Peserta yang lulus uji kompetensi memperoleh sertifikat pendidik bernomor register yang dikeluarkan oleh LPTK.
 PEDOMAN PENETAPAN PESERTA
PROGRAM PPG DALAM JABATAN TAHUN 2011
PROGRAM SERTIFIKASI GURU
  Catatan : Program Sergur melalui penilaian portofolio berakhir tahun 2014

Tahapan Seleksi Peserta
A. Seleksi Administrasi oleh Dinas Pendidikan Kab/ Kota
B. Seleksi Akademik di LPTK

A.     Seleksi Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten
Calon peserta mendaftar ke dinas pendidikan kabupaten/ kota dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut.

  1. Biodata peserta Program PPG Dalam Jabatan.
  2. Format isian calon peserta Program PPG Dalam Jabatan.
  3. Foto kopi ijazah S- 1/ D- IV yang sudah dilegalisasi oleh perguruan tinggi asal.
  4. Surat keterangan sebagai guru PNS (guru pegawai negeri sipil yang diangkat)
  5. Surat keterangan sebagai guru PNS (guru pegawai negeri sipil yang diangkat oleh pemerintah pusat maupun pemda) dari KS.
  6. Surat keterangan sebagai guru bukan PNS (guru tetap pada satuan pendidikan tempat yang bersangkutan mengajar) dari KS dan/ atau yayasan.
  7. Surat keterangan yang menyatakan memiliki masa kerja sebagai guru minimal 5 tahun, dilengkapi SK pengangkatan sebagai guru.
  8. Surat pernyataan kesediaan mengikuti pendidikan dan meninggalkan tugas mengajar yang ditandatangani oleh yang bersangkutan dan kepala sekolah.
  9. Surat persetujuan/ izin dari kepala dinas pendidikan kabupaten/ kota.
  10. Surat keterangan bebas napza
  11. Surat keterangan kesehatan.
  12. Bukti prestasi (portofolio) yang dapat berupa:
  • Fotokopi sertifikat/ piagam/ surat keterangan tentang prestasi guru yang telah dilegalisasi oleh kepala sekolah.
  • Buku, modul, artikel, laporan penelitian yang relevan dengan pendidikan atau media/ alat pembelajaran
  • Surat keterangan/ sertifikat/ piagam penghargaan mengenai prestasi akademik/ non akademik dan karya pengembangan profesi di tingkat kabupaten/ kota, provinsi, atau nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun organisasi/ lembaga yang dilegalisasi atasan.
  • Surat keterangan/ surat tugas dari pejabat yang berwenang tentang pembimbingan teman sejawat atau siswa yang telah dilegalisasi oleh kepala sekolah.

B.     Seleksi di LPTK
Berdasarkan dokumen yang dikirim oleh Dinas Pendidikan kabupaten/ kota, ke LPTK, LPTK melakukan penilaian dokumen dengan menggunakan prinsip PPKHB.

LPTK melakukan seleksi menggunakan tes dan non tes yang meliputi hal berikut.

  • Tes penguasaan bidang studi (sesuai dengan bidang studi yang diampu).
  • Tes kemampuan bahasa Inggris (English for Academic Purposes)
  • Tes Potensi Akademik sesuai dengan kondisi setempat
  • Penelusuran minat dan bakat melalui wawancara dan observasi kinerja.
LPTK menetapkan hasil seleksi sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh Kementerian pendidikan Nasional.

Alur Program Pendidikan Profesi Guru

Alur Pendidikan Profesi Guru (PPG Guru)

Sasaran
Peserta Program PPG bagi Guru Dalam Jabatan untuk tahun 2011 ditetapkan oleh pemerintah sejumlah 13. 040 guru. 

Persyaratan Peserta

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S- 1) atau diploma empat (D- IV)dari program studi yang terakreditasi, kecuali guru SD dan guru PAUD.
  • Mengajar di satuan pendidikan di bawah binaan Kementerian Pendidikan Nasional.
  • Guru PNS yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemda atau guru yang diperbantukan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.
  • Guru bukan PNS, yaitu guru tetap yayasan (GTY) atau guru yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemda.
  • Memiliki NUPTK.
  • Memiliki masa kerja sebagai guru minimal 5 tahun dengan usia maksimal 35 tahun pada saat mendaftar.
  • Memiliki prestasi akademik/ non akademik dan karya pengembangan profesi di tingkat kab/ kota, provinsi, atau nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun organisasi/ lembaga.
  • Bersedia mengikuti pendidikan sesuai dengan peraturan terkait yang relevan dan mendapatkan izin belajar.
  • Surat keterangan berbadan sehat dari dokter.
  • Surat keterangan bebas napza (narkotika, psikotropika, dan zat aditif lainnya).

Mekanisme Perekrutan 

  • Ditjen PMPTK bersama Ditjen Dikti menetapkan kuota provinsi berdasarkan data jumlah guru secara nasional.
  • Ditjen PMPTK dan Ditjen Dikti melaksanakan sosialisasi pelaksanaan Program PPG kepada Dinas Pendidikan provinsi, LPMP, Dinas Pendidikan kabupaten/ kota, kepala sekolah, guru, pengawas, dan masyarakat tentang teknis seleksi dan pelaksanan Program PPG Dalam Jabatan.
  • Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota menggandakan Format A1 sejumlah kuota kemudian mendistribusikan Format A1 kepada para guru calon peserta Program PPG Dalam Jabatan.
  • Guru melengkapi dokumen dan mengirimkan ke Dinas Pendidikan Kab/ Kota.
  • Guru melengkapi dokumen dan mengirimkan ke Dinas Pendidikan Kab/ Kota.
  • Dinas Pendidikan Kab/ Kota melakukan seleksi administrasi 6. Dinas Pendidikan Kab/ kota melakukan seleksi administrasi dan menetapkan calon peserta yang lolos seleksi administrasi, selanjutnya Dinas Pendidikan Kab/ Kota mengirimkan data hasil seleksi administrasi ke LPTK.
  • LPTK melakukan seleksi dokumen dan seleksi akademik baik melalui tes maupun non tes sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan
  • LPTK mengumumkan hasil seleksi dan melaporkan ke Direktorat Ketenagaan Ditjen Dikti dan Ditjen PMPTK.

Rujukan: Bahan Tayangan Workshop Program Pendidikan Profesi Guru
Direktorat Ketenagaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementrian Pendidikan Nasional 2010

Sumber: ppg-unima
Diperbaharui oleh muhamadalisaifudin.blogspot.com

 

Apa itu SM3T?

logo-new

SM3T adalah singkatan dari Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. Dari namanya aja udah kebayang kan? Sarjana bakal ngajar di daerah-daerah termarginal di Indonesia. Daerah yang bahkan listrik aja nggak ada, daerah yang semua penduduk nya buta huruf, daerah yang nggak berilmu pengetahuan, taunya perang doang angkat senjata. Di daerah-daerah seperti itulah peserta SM3T di tempatkan. Contohnya Aceh, Papua, NTT, Natuna dll.

Tagline program yang di taja DIKTI ini adalah “Maju Bersama mencerdaskan Indonesia”. Jadi Dirjen Kementrian Pendidikan bekerja sama dengan DIKTI dan 17 LPTK Se Indonesia untuk membantu daerah 3T supaya bisa maju bersama. Jangan ada lagi daerah yang tertinggal dan hidup dalam kebodohan. 17 LPTK yang di tunjuk bertugas menyeleksi sarjana-sarjana kependidikan yang baru lulus 3 tahun terakhir, utnuk dberangkatkan ke daerah 3T dan mengabdi disana selama 1 tahun.

Apa keuntungan ikut sm3T?

SM3T ini hampir sama keadaanya kayak KKN atau yang sekarang di kenal dengan KUKERTA (Kuliah Kerja nyata). Bedanya kalau KKN kita harus bisa survive sendiri, biaya keluar dari dompet orangtua sendiri, cari tempat tinggal sendiri, dll. Sedangkan program SM3T ini di kelola oleh pemerintah,  jadi semuanya disediakan oleh pemerintah,  mulai dari biaya transport PP ke lokasi,  tempat tinggal / posko sampai ke bahan makanan pokok, seperti beras. Dan tentu saja ada bonus nya berupa uang gaji. Kalau menurut aku uang gajinya cukup besar, cukuplah buat traktir temen makan bakso, sisanya buat beli rumah. Hehehe. Tapi besar kecilnya gaji kan relative, ada yang bilang satu juta/bulan itu udah gede kok, ada juga yang gajinya 40 juta/ bulan tapi masih merasa kurang, jadi nggak bakal aku sebutin disini. Hehe

Selain ada bonusnya, setelah satu tahun ikut SM3T kita juga bakal otomatis mendapatkan beasiswa kuliah PPG (Pendidikan Profesi Guru). Kuliah PPG ini selama 1 tahun juga lamanya dan biayanya tidak sedikit, belasan juta persemester. Jadi sangat beruntung kalau bisa mendapatkan beasiswa kuliah PPG.

PPG itu apa?

PPG itu adalah program dari Kementrian Pendidikan untuk mempersiapkan lulusan  S-1 Kependidikan dan S-1 / D-IV Non Kependidikan agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan (Permendiknas No. 8 Tahun 2009 tentang PPG)

Nah lulus dari PPG, maka kita mendapatkan sertifikat PPG, yang nilainya sama dengan sertifikat PLPG guru yang sertifikasi, dengan sertifikat PPG itu, kita akan di prioritaskan menjadi Pegawai Negri Sipil dan bisa langsung ikut sertifikasi guru setelah satu tahun bertugas mengajar. Enak? Enak bangeeettt…. Cepet kayaa nih kalau jalannya mulus. Hahaha

Kenapa harus kuliah PPG?

Karena kabarnya, beberapa tahun ke depan, setiap guru harus mengikuti kuliah Profesi Guru dulu, barulah dinyatakan layak bertugas mengajar.  Kemendikbud akan membuka kelas kuliah Profesi ini tahun depan. Tapi yang namanya rencana ada yang berjalan dan ada yang nongkrong di tempat, alias cum sekadar wacana. Kita sebagai rakyat Cuma bisa menjalankan .

(https://risahpunyakreasi.blogspot.co.id)

Ingin jadi Guru PNS? Wajib Mengajar di Pedalaman Dulu

JAKARTA – Mulai tahun depan pemerintah menerapkan sistem baru rektrutmen guru PNS. Bagi yang berminat menjadi guru PNS, wajib mengikuti program sarjana mengajar di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (SM3T) serta pendidikan asrama dahulu.

sm3t

Dengan sistem itu, menjadi guru PNS hampir mirip dengan menjadi dokter. Karena sama-sama harus mengabdi di daerah terpencil dahulu. Seperti diketahui untuk menjadi dokter PNS, calon dokter harus mengikuti program pegawai tidak tetap (PTT) di daerah terpencil.

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirdiktendik) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Supriadi Rustad mengatakan, pada prinsipnya sarjana guru yang ingin melamar menjadi PNS wajib lulus program pendidikan profesi guru (PPG).

Nah program PPG ini wujudnya adalah praktek mengajar di daerah pedalaman (SM3T) dan pendidikan di asrama.

Supriadi menuturkan selama ini untuk menjadi PNS guru tidak ada seleksi. “Yang ada seleksi CPNS baru. Bukan seleksi guru,” katanya di sela pembukaan pameran foto aktifitas guru SM3T di kantor Kemenristekdikti tadi malam.

Celakanya lagi ada orang yang memilih jadi guru, karena tidak diterima melamar kerja di mana-mana. Sehingga di lapangan banyak guru PNS yang bekerja tidak dengan kualifikasi sebagai seorang guru professional. Ujungnya proses pembelajaran tidak berjalan dengan baik.

Guru besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu mengatakan, calon guru PNS harus orang-orang hebat.

“Dengan digembleng dulu dalam program SM3T dan kemudian pendidikan diasramakan,” tandasnya. Program SM3T ditambah dengan pendidikan asrama ini dijalankan calon guru selama dua tahun.

Melalui cara ini, Supriadi mengatakan jebolan program PPG tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik atau keilmuan guru semata. Tetapi juga memiliki kompetensi kepribadian dan kepedulian sosial.

“Ketika sudah masa pendidikan asrama, juga bukan berarti enak-enakan saja,” katanya. Calon guru pada tahap ini dilatih disiplin waktu yang ketat.

Dengan sistem baru rekrutmen guru ini, maka pemerintah akan memetakan kebutuhan guru baru secara nasional. Kemudian Kemenristekdikti melalui kampus lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) membuka seleksi peserta PPG. Jumlah yang diterima PPG ini disesuaikan dengan kebutuhan nasional.

Sarjana pendidikan maupun sarjana non pendidikan, seperti lulusan politeknik, boleh mendaftar seleksi PPG. Khusus untuk sarjana program diploma IV dari politeknik, diproyeksikan menjadi guru produktif di SMK sesuai dengan bidangnya.

Menurut Supriadi sistem baru rekrutmen guru ini mendapat sambutan positif dari kepala daerah. Sejumlah kepala daerah yang ketempatan atau menjadi tuan rumah SM3T, membuka formasi PNS guru untuk alumni SM3T. Supriadi mengatakan meskipun program SM3T ini dijalankan oleh pemerintah pusat, status guru PNS tetap ada di pemerintah daerah setempat.

Menteri Ristekdikti Muhammad Nasir mendukung program baru rekrutmen CPNS guru. Dia mengatakan program SM3T benar-benar menggembleng calon guru. “Mereka tidak hanya menunggu siswa datang ke sekolah. Tetapi sampai menjemput siswa di rumah-rumah supaya mau ke sekolah,” ujar mantan rektor Universitas Diponegoro itu.

Mendikbud Anies Baswedan juga mengisyaratkan perlu ada reformasi rekrutmen guru. Menurutnya selama ini rekrutmen guru begitu longgar. Siapa saja bisa menjadi guru, tanpa ada seleksi kompetensinya. Ujungnya pemerintah kesulitan dalam proses pembinaan dan pengawasannya. Dia sepakat jika rekrutmen guru diperketat dengan mendapatkan guru-guru yang berkualitas. (wan)

(https://www.jpnn.com)

Merantau Demi Pendidikan Adalah Keputusan Mulia. 8 Alasan Ini Akan Membuatmu Berani Melakukannya!

Setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMA, wajarnya kamu akan melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Berbeda dari SMA, lokasi universitas kadang berada sangat jauh dari rumah — di luar kota hingga luar pulau. Kamu yang belum terbiasa hidup terpisah dari orangtua mungkin bisa ciut nyalinya. Khawatir sekaligus takut jika harus hidup sendiri, tanpa keluarga dan teman yang diandalkan selama ini.

Kecemasan yang memenuhi rongga kepala pun beragam. Mulai dari cemas jika bosan tinggal sendirian di kost hingga takut bila tak bisa menahan rindu pada keluarga. Sebelum kecemasan itu melunturkan semangatmu untuk melanjutkan pendidikan di luar kota, 8 alasan ini akan meyakinkanmu bahwa merantau justru akan berperan penting bagi pembentukan karaktermu!

 

1. Dengan merantau, kamu dipaksa untuk bisa mengandalkan diri sendiri. Mulai dari mencuci baju sendiri hingga mengatur keuangan harus lihai kamu lakoni.

kuliah di luar kota

Nantinya ketika kamu memutuskan untuk merantau dan tinggal jauh dari orangtua, sebenarnya kamu sedang menempa diri supaya jadi makin baik ke depannya. Ketika memutuskan untuk tinggal jauh dari mereka, kamu sebenarnya sudah berani untuk berdiri di atas kaki sendiri.

Tak seperti ketika tinggal di rumah, saat berada di tanah rantau kamu tak lagi mengandalkan bantuan dari orangtua. Mulai dari urusan sepele seperti mencuci baju, mengatur menu makan, hingga mengatur keuangan sepenuhnya menjadi tanggung jawabmu sendiri.

 

 

2. Banyak bertemu dengan orang dari latar belakang yang berbeda akan membuka mata. Selain wawasan yang bertambah, kamu juga akan belajar budaya lain dari mereka.

kuliah di luar kota

Ketika hidup merantau, kamu tak hanya memaksa diri untuk belajar cara bertahan hidup. Nantinya di kota tempatmu menimba ilmu, kamu akan dipertemukan dengan banyak orang yang berasal dari ragam latar belakang budaya serta keluarga. Di sinilah kamu akan dipaksa untuk membuka mata dan memahami bahwa dunia ini berisi dengan keanekaragaman. Dari sini juga kamu akan belajar untuk menghargai keragaman budaya dan perbedaan sudut pandang yang ada.

 

 

3. Tinggal terpisah dari orangtua, kamu bisa menggunakan waktu sebebas-bebasnya. Di lain sisi, kamu pun belajar bertanggung jawab pada kebebasan ini

kuliah di luar kota

Jika dulu orangtua selalu menjejalimu dengan teori mana yang baik dan yang benar, maka ketika tinggal sendiri adalah kesempatanmu untuk mempraktekannya. Di sini kamu bisa belajar langsung untuk memilah hal baik dan buruk. Kamu pun bisa bebas menggunakan waktu semaunya asalkan tetap bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Tak apa jika kamu ingin nongkrong dan pulang tengah malam, yang penting kamu sanggup menjaga diri dan memelihara nama baik keluarga.

 

 

4. Ilmu yang kamu dapat tak hanya dari bangku kuliah saja. Tapi juga ilmu bertahan hidup saat kepepet dan jauh dari keluarga.

kuliah di luar kota

Seperti kata pepatah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di luar kota sebenarnya akan membawa dua manfaat sekaligus untukmu. Kamu tak hanya mendapat teori sebatas di bangku kuliah saja. Namun, skill untuk bertahan hidup secara tanpa sadar juga akan kamu kuasai dengan sendirinya.

Duit tipis padahal masih tengah bulan? –> mulai mengandalkan mie, mengencangkan ikat pinggang

Butuh hiburan tapi nggak punya banyak uang? –> Jalan-jalan ke tempat gratis, festival seni, sampai nonton film di kamar doang…

 

5. Jalinan yang ada di antara dirimu dan kawan-kawan bisa dikatakan istimewa. Mereka tak sekedar teman, namun juga keluarga

kuliah di luar kota

Hubunganmu bersama dengan kawan-kawan di tanah rantau akan terasa istimewa. Jalinan yang ada di antara kalian tak sesederhana jalinan pertemanan biasa. Kalian tak hanya menghabiskan waktu di saat suka saja, melainkan kalian juga saling membantu di saat susah. Misalnya saja ketika di tanggal tua dan uang kiriman belum juga datang atau ketika salah satu di antara kalian ada yang jatuh sakit. Sungguh, tak hanya memainkan peran sebagai seorang kawan, kalian saling ada dan merawat seperti keluarga.

 

 

6. Justru banyak orang jatuh cinta pada kampungnya saat mereka sedang tidak berada di sana. Dengan merantau, uniknya kamu jadi lebih tahu dan sayang pada kampung halamanmu.

kuliah di luar kota

Ketika kamu tinggal jauh dari kota tempat asalmu, tanpa disadari kamu juga jadi lebih menyayangi kampung halamanmu. Bertemu dengan banyak kawan yang berbeda suku dan budaya justru akan membuatmu tetap bangga dengan daerah asal. Bahkan, ketika kalian saling bertukar cerita mengenai kekhasan daerah asal mulai dari makanan hingga obyek wisata, tanpa disadari kamu ikut merasa bangga terhadap kampung halamanmu.

 

 

7. Di akhir hari, kamu akan lebih menghargai hubungan dengan orangtua serta keluarga. Jarak akan memperkuat rasa cinta untuk mereka.

kuliah di luar kota

Jarak memang mampu mempertebal rasa sayang kepada keluarga. Dengan tinggal jauh dari mereka, kamu baru bisa menyadari bahwa selama ini mereka sangat berarti untukmu. Apabila dulu kamu sering meremehkan sayur hingga tempe goreng buatan ibu maka saat tinggal jauh dari rumah, masakan ibulah yang justru paling membuatmu rindu.

Gangguan menyebalkan dari adik maupun kakak pun akan menjadi hal yang paling kamu harapkan ketika kamu sedang berada di kamar kos sendiri. Selain lebih menghargai kebiasaan kecil serta membuatmu makin cinta pada mereka, kamu juga akan lebih menghargai waktu kumpul keluarga bersama.

 

 

8. Ketika nantinya kamu sukses menjadi sarjana, kamu tak hanya siap terjun ke dunia kerja — namun juga bertualang dengan ilmu bertahan hidup yang sudah dipunya.

kuliah di luar kota

Nanti ketika kamu telah berhasil menyelesaikan studi dan menjadi sarjana, ilmu yang kamu punya tak hanya sebatas teori di bangku kuliah saja. Ya, kamu tak hanya siap terjun ke dunia kerja berbekal dengan ilmu yang telah tuntas dipelajari. Namun, kamu juga siap berpetualang berbekal dengan skill bertahan hidup yang sudah fasih kamu dalami selama kamu pergi merantau.

 

Jadi, masih merasa ragu untuk melanjutkan pendidikan di luar kota?

 (hipwee.com)

Sekolah Cuma 5 Jam, Tanpa PR & Ujian Nasional, Kenapa Pelajar di Finlandia Bisa Pintar?

Semasa sekolah dulu, rasanya mustahil kamu bisa dijuluki murid pintar kalau dapat ranking bontot. Apalagi kalau gak lulus Ujian Nasional, rasanya dunia selesai di titik itu. Ketatnya persaingan di sekolah mungkin memang bertujuan supaya kita berlomba-lomba jadi lebih pintar. Tapi tahukah kamu, negara dengan pendidikan terbaik dan murid terpintar di dunia yaitu Finlandia justru melakukan hal yang sebaliknya?

Berbeda dengan kita yang harus menghadapi ujian nasional tiap mau naik jenjang sekolah, seumur-umur pelajar di Finlandia hanya menghadapi 1 ujian nasional ketika mereka berumur 16 tahun. Tidak hanya minim pekerjaan rumah, pelajar di Finlandia juga mendapatkan waktu istirahat hampir 3 kali lebih lama daripada pelajar di negara lain. Namun dengan sistem yang leluasa entah bagaimana mereka justru  bisa belajar lebih baik dan jadi lebih pintar. Makanya kali ini Hipwee bakal mengulas habis rahasia Finlandia yang satu ini!

 

1. Di Finlandia, Anak-Anak Baru Boleh Bersekolah Setelah Berusia 7 Tahun

kids-playing

Orang tua jaman sekarang pasti udah rempong kalau mikir pendidikan anak. Anaknya belum genap 3 tahun aja udah ngantri dapat pre-school bagus gara-gara takut kalau dari awal sekolahnya gak bagus, nantinya susah dapat SD, SMP, atau SMA yang bagus. Di Finlandia tidak ada kekhawatiran seperti itu. Bahkan menurut hukum, anak-anak baru boleh mulai bersekolah ketika berumur 7 tahun.

Awal yang lebih telat jika dibandingkan negara-negara lain itu justru berasal dari pertimbangan mendalam terhadap kesiapan mental anak-anak untuk belajar. Mereka juga meyakini keutamaan bermain dalam belajar, berimajinasi, dan menemukan jawaban sendiri. Anak-anak di usia dini justru didorong untuk lebih banyak bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Bahkan penilaian tugas tidak diberikan hingga mereka kelas 4 SD. Hingga jenjang SMA pun, permainan interaktif masih mendominasi metode pembelajaran.

Pelajar di Finlandia sudah terbiasa menemukan sendiri cara pembelajaran yang paling efektif bagi mereka, jadi nantinya mereka tidak harus merasa terpaksa untuk belajar. Maka dari itu meskipun mulai telat, tapi pelajar umur 15 di Finlandia justru berhasil mengungguli pelajar lain dari seluruh dunia dalam tes internasional Programme for International Student Assessment (PISA). Itu membuktikan faedah dan efektivitas sistem pendidikan di Finlandia.

 

 

2. Cara Belajar Ala Finlandia: 45 Menit Belajar, 15 Menit Istirahat

Cara belajar ala FInlandia: banyak istirahat!

Tahukah kamu bahwa untuk setiap 45 menit siswa di Finlandia belajar, mereka berhak mendapatkan rehat selama 15 menit? Orang-orang Finlandia meyakini bahwa kemampuan terbaik siswa untuk menyerap ilmu baru yang diajarkan justru akan datang, jika mereka memilliki kesempatan mengistirahatkan otak dan membangun fokus baru. Mereka juga jadi lebih produktif di jam-jam belajar karena mengerti bahwa toh sebentar lagi mereka akan dapat kembali bermain.

Di samping meningkatkan kemampuan fokus di atas, memiliki jam istirahat yang lebih panjang di sekolah juga sebenarnya memiliki manfaat kesehatan. Mereka jadi lebih aktif bergerak dan bermain, tidak hanya duduk di kelas. Bagus juga kan jika tidak membiasakan anak-anak dari kecil untuk terlalu banyak duduk.

 

 

3. Semua Sekolah Negeri di Finlandia Bebas Dari Biaya. Sekolah Swasta Pun Diatur Secara Ketat Agar Tetap Terjangkau

noel

Satu lagi faktor yang membuat orang tua di Finlandia gak usah pusing-pusing milih sekolah yang bagus untuk anaknya, karena semua sekolah di Finlandia itu setara bagusnya. Dan yang lebih penting lagi, sama gratisnya. Sistem pendidikan di Finlandia dibangun atas dasar kesetaraan. Bukan memberi subsidi pada mereka yang membutuhkan, tapi menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas untuk semua.

Reformasi pendidikan yang dimulai pada tahun 1970-an tersebut merancang sistem kepercayaan yang meniadakan evaluasi atau ranking sekolah sehingga antara sekolah gak perlu merasa berkompetisi. Sekolah swasta pun diatur dengan peraturan ketat untuk tidak membebankan biaya tinggi kepada siswa. Saking bagusnya sekolah-sekolah negeri di sana, hanya terdapat segelintir sekolah swasta yang biasanya juga berdiri karena basis agama.

Tidak berhenti dengan biaya pendidikan gratis, pemerintah Finlandia juga menyediakan fasilitas pendukung proses pembelajaran seperti makan siang, biaya kesehatan, dan angkutan sekolah secara cuma-cuma. Memang sih sistem seperti ini mungkin berjalan karena kemapanan perekonomian Finlandia. Tapi jika memahami sentralnya peran pendidikan dalam membentuk masa depan bangsa, seharusnya semua negara juga berinvestasi besar untuk pendidikan. Asal gak akhirnya dikorupsi aja sih.

 

 

4. Semua Guru Dibiayai Pemerintah Untuk Meraih Gelar Master. Gaji Mereka Juga Termasuk Dalam Jajaran Pendapatan Paling Tinggi di Finlandia.

MaxPNG

Di samping kesetaraan fasilitas dan sokongan dana yang mengucur dari pemerintah, penopang utama dari kualitas merata yang ditemukan di semua sekolah di Finlandia adalah mutu guru-gurunya yang setinggi langit. Guru adalah salah satu pekerjaan paling bergengsi di Finlandia. Pendapatan guru di Finlandia pun lebih dari 2 kali lipat dari guru di Amerika Serikat.Tidak peduli jenjang SD atau SMA, semua guru di Finlandia diwajibkan memegang gelar master yang disubsidi penuh oleh pemerintah dan memiliki tesis yang sudah dipublikasi.

Finlandia memahami bahwa guru adalah orang yang paling berpengaruh dalam meningkatkan mutu pendidikan generasi masa depannya. Maka dari itu, Finlandia berinvestasi besar-besaran untuk meningkatkan mutu tenaga pengajarnya. Tidak saja kualitas, pemerintah Finlandia juga memastikan ada cukup guru untuk pembelajaran intensif yang optimal. Ada 1 guru untuk 12 siswa di Finlandia, rasio yang jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain. Jadi guru bisa memberikan perhatian khusus untuk tiap anak, gak cuma berdiri di depan kelas.

Jika Indonesia ingin semaju Finlandia dalam urusan pendidikan, guru-guru kita selayaknya juga harus mendapatkan sokongan sebagus ini. Kalau perhatian kita ke guru kurang, kenapa kita menuntut mereka harus memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran? Tidak adil ‘kan?

 

 

5. Guru Dianggap Paling Tahu Bagaimana Cara Mengevaluasi Murid-Muridnya. Karena Itu, Ujian Nasional Tidaklah Perlu.

DSC_0483

Kredibilitas dan mutu tenaga pengajar yang tinggi memungkinkan pemerintah menyerahkan tanggung jawab membentuk kurikulum dan evaluasi pembelajaran langsung kepada mereka. Hanya terdapat garis pedoman nasional longgar yang harus diikuti. Ujian Nasional pun tidak diperlukan. Pemerintah meyakini bahwa guru adalah orang yang paling mengerti kurikulum dan cara penilaian terbaik yang paling sesuai dengan siswa-siswa mereka.

Diversitas siswa seperti keberagaman tingkatan sosial atau latar belakang kultur biasanya jadi tantangan sendiri dalam menyeleraskan mutu pendidikan. Bisa jadi gara-gara fleksibilitas dalam sistem pendidikan Finlandia itu, semua diversitas justru bisa difasilitasi. Jadi dengan caranya sendiri-sendiri, siswa-siswa yang berbeda ini bisa mengembangkan potensinya secara maksimal.

 

 

6. Siswa SD-SMP di Finlandia Cuma Sekolah 4-5 Jam/hari. Buat Siswa SMP dan SMA, Sistem Pendidikan Mereka Sudah Seperti di Bangku Kuliah

o-HAPPY-COLLEGE-STUDENTS-facebook

Tidak hanya jam istirahat yang lebih panjang, jam sekolah di Finlandia juga relatif lebih pendek dibandingkan negara-negara lain. Siswa-siswa SD di Finlandia kebanyakan hanya berada di sekolah selama 4-5 jam per hari. Siswa SMP dan SMA pun mengikuti sistem layaknya kuliah. Mereka hanya akan datang pada jadwal pelajaran yang mereka pilih. Mereka tidak datang merasa terpaksa tapi karena pilihan mereka.

Pendeknya jam belajar justru mendorong mereka untuk lebih produktif. Biasanya pada awal semester, guru-guru justru menyuruh mereka untuk menentukan target atau aktivitas pembelajaran sendiri. Jadi ketika masuk kelas, mereka tidak sekadar tahu dan siap tapi juga tidak sabar untuk memulai proyeknya sendiri.

 

 

7. Gak Ada Sistem Ranking di Sekolah. Finlandia Percaya Bahwa Semua Murid Itu Seharusnya Ranking 1

graduation students

Upaya pemerintah meningkatkan mutu sekolah dan guru secara seragam di Finlandia pada akhirnya berujung pada harapan bahwa semua siswa di Finlandia dapat jadi pintar. Tanpa terkecuali. Maka dari itu, mereka tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi yang pada akhirnya hanya akan menghasilkan ‘sejumlah siswa pintar’ dan ‘sejumlah siswa bodoh’.

Walaupun ada bantuan khusus untuk siswa yang merasa butuh, tapi mereka tetap ditempatkan dalam kelas dan program yang sama. Tidak ada juga program akselerasi. Pembelajaran di sekolah berlangsung secara kolaboratif. Bahkan anak dari kelas-kelas berbeda pun sering bertemu untuk kelas campuran. Strategi itu terbukti berhasil karena saat ini Finlandia adalah negara dengan kesenjangan pendidikan terkecil di dunia.

Memang, kita gak bisa serta merta menyontek sistem pendidikan Finlandia dan langsung menerapkannya di Indonesia. Dengan berbagai perbedaan institusional atau budaya, hasilnya juga mungkin gak bakal sama.

Tapi gak ada salahnya ‘kan belajar dari negara yang udah sukses dengan reformasi pendidikannya? Siapa tahu bisa menginspirasi adminitrasi baru untuk mengadakan perubahan demi pendidikan Indonesia yang lebih baik **(kedip-kedip ke Pak Jokowi)

(hipwee.com)

Pentingnya Pendidikan Bagi Manusia

Berbicara mengenai Pendidikan, kita semua pasti sudah mengetahui bahwa begitu pentingnya pendidikan bagi manusia. Dengan adanya pendidikan ini maka manusia atau seseorang dapat mempunyai pengetahuan, kemampuan, dan Sumber Daya Manusia yang tinggi. Hal-hal tersebut menjadi salah satu modal yang berharga yang dapat kita miliki untuk tetap hidup di zaman yang serba sulit ini.

Pendidikan, kemampuan, pengetahuan, dan wawasan sangat dibutuhkan dalam memulai atau melamar suatu pekerjaan. Mulai bangku Sekolah Dasar, pendidikan sudah kita dapatkan. Nah untuk mengetahui lebih lanjut lagi mengenai pentingnya pendidikan bagi manusia di bawah ini adalah ulasannya.

pendidikan

Pentingnya Pendidikan Bagi Manusia

Untuk Karir atau Pekerjaan

Pendidikan sangat penting karena untuk melengkapi kita dengan keahlian yang diperlukan dalam dunia kerja serta membantu kita dalam mewujudkan tujuan karir. Keahlian merupakan pengetahuan yang mendalam mengenai suatu bidang tertentu yang dapat membuka peluang karir bagus untuk masa depan. Sehingga dengan adanya pendidikan yang layak dan baik maka dapat membantu kita sebagai manusia untuk mewujudkan impian.

Menjadi Manusia yang Lebih Baik dan Berkarakter

Pentingnya pendidikan bagi manusia berikutnya adalah untuk menjadikan manusia yang lebih baik dan berkarakter. Pendidikan selain penting untuk karir juga sangat penting untuk menjadikan manusia agar lebih baik karena membuat kita beradab. Pada umumnya Pendidikan adalah dasar dari budaya dan peradaban. Pendidikan membuat kita sebagai manusia untuk berpikir, menganalisa, serta memutuskan. Menumbuhkan karakter pada diri sendiri juga merupakan tujuan dengan adanya pendidikan, sehingga menciptakan Sumber Daya Manusia yang lebih baik.

Membantu dalam Kemajuan Suatu Bangsa

Untuk kemajuan suatu bangsa, pendidikan sangat berperan penting di dalamnya. Sehingga manusia yang baik membutuhkan suatu pendidikan. Dalam dunia yang kompetitif dan bersaing, pendidikan adalah jalan untuk dapat bersaing. Sebagian besar menyadari dengan adanya pendidikan yang baik maka menghasilkan manusia yang baik. Tidak hanya pendidikan saja, namun juga memerlukan keahlian yang cukup dalam membuat maju suatu bangsa.

Memberikan Pengetahuan

Sebuah efek langsung dari pendidikan adalah dengan adanya mendapatkan pengetahuan yang luas. Pendidikan memberikan pelajaran yang begitu penting bagi manusia mengenai dunia sekitar, mengembangkan perspektif dalam memandang kehidupan. Pendidikan yang sebenarnya diperoleh dari pelajaran yang diajarkan oleh kehidupan kita. Maka dari itu banyak Pemerintah yang menganjurkan pendidikan yang baik di mulai sejak dini, agar ketika kelak dewasa mempunyai Sumber Daya Manusia yang baik.

Memberikan Pencerahan dalam Kehidupan

Dengan adanya pendidikan dapat menghapuskan keyakinan yang salah di dalam pikiran kita. Selain itu juga dapat membantu dalam menciptakan suatu gambaran yang jelas mengenai hal di sekitar kita, juga dapat menghapus semua kebingungan. Orang dengan pendidikan yang tinggi biasanya akan lebih bijak dalam menyelesaikan suatu masalah, hal ini dikarenakan mereka sudah mempelajari mengenai ilmu pendidikan dalam kehidupan.

(Agung dalam dbagus.com)

Jika Berhasil, Proyek Beasiswa ke Jepang Akan Berlanjut

Prosesi pelepasan 14 pelajar SMK asal Jawa Barat yang meraih beasiswa ke Jepang. (Foto: Oris R/Okezone)

BANDUNG – Dinas Pendidikan Jawa Barat menyambut baik pemberian beasiswa belajar, magang, hingga bekerja di Jepang untuk 14 siswa dari sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Proyek itu merupakan kerjasama antara Disdik, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), dan Sentra Global Edukasi (SGE).

“Ini merupakan yang pertama di Indonesia, mudah-mudahan bisa berjalan dengan sukses,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Asep Hilman, di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (1/10/2015).

Di Jepang, ke-14 siswa itu akan belajar selama 3,5 tahun. Mereka akan dibekali kemampuan bahasa Jepang, budaya, pelatihan skill, hingga bekerja paruh waktu. Setelah lulus, mereka juga akan bekerja di perusahaan Jepang dengan durasi kontrak kerja selama lima tahun.

Selama berada di Jepang, mereka diharapkan membuat bangga Indonesia. “Mudah-mudahan mereka bisa menunjukkan bahwa kualitas SDM kita tidak kalah dengan yang dari luar negeri lainnya,” ungkapnya.

Sementara jika program itu berhasil, bukan tidak mungkin proyek tersebut akan kembali dilakukan. Dengan begitu, akan makin banyak siswa Indonesia yang mendapatkan ilmu di Jepang dengan tujuan akhir memberi kontribusi positif bagi Indonesia di masa depan.

“Kalau berhasil, program ini akan kita lakukan setiap tahun,” jelas Asep.

(Oris Riswan dalam https://news.okezone.com)

Sekolah, Ternyata Bermula dari Pengisi Waktu Luang

Citizen6, Jakarta Sekolah berasal dari bahasa Latin yakni skhole, scola, scolae atau scholae yang berarti waktu lenggang atau senggang. Hal ini bermula dari kebiasaan orang Yunani zaman dahulu untuk mengunjungi seseorang yang dinilai pandai di suatu tempat tertentu untuk bertanya perihal yang ingin mereka ketahui. Kegiatan tersebut disebut scholae yang memiliki makna ‘waktu luang yang digunakan khusus untuk belajar hal tertentu’.

Kebiasaan tersebut mulanya dilakukan oleh para pria dewasa hingga akhirnya mereka mengajak anak-anak mereka kesana, terutama anak laki-laki yang nantinya juga akan menjadi ayah. Seiring dengan perkembangan zaman, sang ayah yang tidak lagi mampu untuk mengajak atau mengajarkan anaknya sesuatu di waktu luang tersebut mulai menitipkan sang anak kepada orang pandai tersebut. Semakin lama, anak yang dititipkan kepada seorang pandai tersebut semakin banyak hingga dibutuhkan tambahan bantuan orang.

Akhirnya sang anak banyak menghabiskan waktu bermain dan belajar di tempat orang pandai tersebut. Anak-anak tersebut belajar apa saja yang mereka perlukan hingga tiba waktunya mereka hidup sebagai pria dewasa sebagaimana lazimnya. Fungsi scholae matterna (pengasuhan ibu sampai waktu tertentu) pun berubah menjadi schola in loco parentis (lembaga pengasuhan anak di waktu senggang di luar rumah, sebagai pengganti ayah dan ibu) dimulai. Itulah mengapa lembaga semacam ini kemudian disebut ibu asuh atau ‘ibu yang memberi pengasuhan dan ilmu pengetahuan’ (almamater).

Seiring berputarnya roda waktu, semakin banyak orang tua yang mempercayakan anaknya pada lembaga pengasuhan seperti ini. Semakin banyak anak tentu saja semakin banyak orang pandai sebagai pengasuh dan pendidik diperlukan. Mereka kemudian mencari orang yang mau memberikan waktu luangnya untuk memberikan ilmu pengetahuan dalam ruang dan waktu tertentu. Atas jasa dan waktu yang mereka luangkan tersebut, para orang tua membayar sejumlah tertentu. Dari sinilah kemudian berkembang bentuk sekolah yang kita kenal sekarang dengan aturan-aturan tertentu dan sebagainya.

(By dalam https://citizen6.liputan6.com)

Evaluasi Pendidikan

Pengertian evaluasi secara luas adalah suatu proses memperoleh, merencanakan, dan menyediakan informasi yang sangat dibutuhkan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan (Mehrens & Lehmann, 1978:5). Nah, dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa setiap kegiatan evaluasi atau penilaian adalah suatu proses yang sengaja direncanakan untuk medapatkan informasi atau data, dan dengan berdasarkan data tersebut kemudian akan di coba untuk membuat suatu keputusan.

Tentunya informasi atau data yang di kumpulkan tersebut haruslah data yang sudah sesuai untuk mendukung tujuan dari evaluasi yang telah di rencanakan tersebut. Ada banyak sekali contoh-contoh evaluasi yang terdapat di dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari sudah banyak sekali kita melakukan kegiatan evaluasi, oleh sebab itu kegiatan evaluasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita.

Sedangkan pengertian evaluasi pendidikan menurut Norman E. Gronlund (1976) adalah

 
“Evaluation… a systematic process of determining the extent to which instructional objectives are achieved pupils” yang artinya evaluasi adalah suatu proses secara sistematis yang berguna untuk menentukan atau membuat keputusan yang dapat dijadikan indikator untuk mengetahui sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran yang telah dj

untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa. Dan menurut Wrightstone dan kawan-kawan (1956: 16) memiliki maksud yang sama dengan di atas namun kata – katanya saja yang berbeda, mereka mengatakan bahwa “Educational evaluation is the estimation of i’owih and progress of pupils toward objectives or values in the curriculum.” Maksudnya dari Wrightstone dan kawan-kawan adalah pendidikan merupakan taksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan-tujuan atau nilainilai yang telah di tetapkan di dalam kurikulum.

Ada pun fungsi evaluasi pendidikan di bagi ke dalam 4 kelompok fungsi :

1. Untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan serta keberhasilan bagi para siswa setelah mengalami atau menjalani kegiatan belajar selama jangka waktu tertentu.

2. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran yang telah di jalankan.

3. Untuk keperluan BK atau Bimbingan dan Konseling pada para siswa.

4. Untuk keperluan dalam perbaikan dan pengembangan kurikulum sekolah yang
bersangkutan tersebut.

(Seputarpendidikan003.blogspot.com)

Education for Sustainable Development (ESD)

Education for Sustainable Development. ESD merupakan konsep pendidikan untukpengembangan berkelanjutan. ESD terdiri dari 3 kata yang masing-masing memiliki makna, yaitu education, sustainable, dan development.
  • Education, artinya adalah pendidikan, baik pendidikan secara moril maupun immateriil, mencakup pendidikan dasar hingga lanjutan, dan suatu cara untuk memberitahu (mendidik) orang lain akan suatu hal menurut suatu metode
  • Sustainable, artinya terus-menerus atau berkelanjutan, memiliki makna suatu hal atau kegiatan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk suatu kurun waktu guna mencapai hasil maksimal
  • Development, artinya perkembangan, kembang, atau mengembangkan, memiliki makna untuk memperluas fungsi yang sudah ada dengan tidak membuang unsur-unsur pokok
Dari 3 pengertian diatas, dapat kita simpulkan bahwa ESD adalah pendidikan untuk perkembangan unsur-unsur yang terjadi secara kontinu atau berkelanjutan. Pengertian lainnya adalah pendidikan untuk mendukung pengembangan berkelanjutan dengan memberi kesadaran dan kemampuan untuk pengembangan berkelanjutan pada masa sekarang dan yang akan datang.
ESD pertama kali dicetuskan oleh Prof. Dr. Hans J. A. Van Ginkel, mantan rektor United Nations (UN) University dan Staf Ahli Sekjen PBB, berfokus pada “Climate Change Challenge” (C3) dan penindaklanjutan atas laporan-laporan masalah ke PBB, seperti masalah lingkungan, sosial, dan lain-lain.

Diagram dari ketiga pilar dalam ESD

– Lingkungan
– Sosial

– Ekonomi
(Pendidikan Lingkungan Hidup_ Education for Sustainable Development (ESD).html)