Materi Antropologi Kelas XI : Keterkaitan Antara Keberagaman Budaya, Bahasa Dialek, Tradisi Lisan dengan Kehidupan Masyarakat dalam Suatu Daerah

Keragaman Budaya
Bangsa Indonesia adalah bangsa majemuk yang memiliki beragam budaya. Indonesia memiliki letak sangat strategis dan tanah yang subur dengan kekayaan alam melimpah ruah.. pengalaman masa lampau menempatkan Indonesia sebagai wilayah yang sibuk dan menjadi salah satu urat nadi perekonomian yang ada di Asia Tenggara dan dunia yang menyebabkan banyak penduduk dari Negara lain datang ke Indonesia. Menurut Anthony Reid, Negara Indonesia merupakan negeri di bawah angin karena pentingnya posisi Indonesia di mata dunia.

Keadaan geografis yang strategis ini menyebabkan semua arus budaya asing bebas masuk ke Indonesia. Hamper semua budaya setiap etnis mulai Asia sampai Eropa ada di Indonesia. Budaya yang masuk itu memperkaya dan memengaruhi perkembangan budaya local yang ada secara turun-temurun. Perkembangan kebudayaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
a. Lingkungan geografis induk bangsa, dan
b. Kontak antarbangsa
Indonesia telah memenuhi faktor tersebut sehingga kebudayaan yang ada beragam dan unik.


Ilmu Antropologi merupakan rumpun ilmu yang menjadikan berbagai cara hidup manusia dengan berbagai macam tindakannya sebagai objek penelitian dan analisis. Konsep budaya atau kebudayaan sering berbeda dibandingkan dengan disiplin ilmu lainnya. kadang-kadang pengertiannya hanya dibatasi pada sesuatu yang indah, seperti candi, tarian, seni, sastra, dan filsafat. Menurut Ilmu Antropologi, “Kebudayaan adalah keseluruhan system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dimiliki manusia dengan belajar.”(Koentjaraningrat, 2009:144).

Kebudayaan tidak sama dengan peradaban, secara sederhana, peradaban dapat diartikan sebagai kebudayaan yang tertinggi. Misalnya, konsep yang dipakai untuk menjelaskan tentang kehidupan lembah sungai Nil disebut peradaban Lembah Sungai Nil, kemudian baru berbicara tentang kebudayaan. Peradaban juga digunakan untuk menggambarkan system teknologi, ilmu pengetahuan, seni bangunan, seni rupa, dan system kenegaraan serta masyarakat kota yang maju dan kompleks.
Indonesia terletak di wilayah yang menghampar dari ujung utara Pulau Weh sampai ke bagian timur di Merauke. Selain itu Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan keragaman budaya yang dimilikinya. Konsep mengenai budaya local telah mengalami perkembangan. Pengertian lama budaya local sangat berkaitan dengan wilayah. Hal ini dapat dilihat dari 19 wilayah kebudayaan yang diajukan oleh Koentjaraningrat.
1. Aceh
2. (a.) Gayo, Alas, dan Batak, (b) Nias dan Batu
3. (a) Minangkabau, (b) Mentawai

4. (a) Sumatra Selatan, (b) Enggano
5. Melayu
6. Bangka dan Belitung
7. Kalimantan
8. Minahasa dan Sangir Taulud
9. Gorontalo
10. Toraja
11. Sulawesi selatan
12. Ternate
13. Ambon, Kepulauan barat daya
14. Irian
15. Timor
16. Bali dan Lombok
17. Jawa tengah dan Jawa Timur
18. Surakarta dan Yogyakarta
19. Jawa Barat

Budaya local dalam pengertian tersebut langsung dengan daerah. Seiring perkembangan zaman dan system social budaya, dewasa ini budaya local dimaknai sebagai pengetahuan bersama yang dimiliki sejumlah orang.
Pengertian budaya local tidak dapat dibedakan secara tegas. Mattulada sebagaimana dikutip Zulyani Hidayah, mengemukakan lima cirri pengelompokan suku bangsa dalam pengertian yang dapat disamakan dengan budaya local.
Pertama, adanya komunikasi melalui bahasa dan dialek di antara mereka. Kedua, pola-pola social kebudayaan yang menumbuhkan perilaku dinilai sebagai bagian dari kehidupan adat istiadat yang dihormati bersama. Ketiga, adanya perasaan keterkaitan antara satu suku dan yang lainnya sebagai suatu kelompok dan yang menimbulkan rasakebersamaan diantara mereka. Keempat, adanya kecenderungan menggolongkan diri ke dalam kelompok asli, terutama ketika menghadapi kelompok lain pada berbagai kejadian social kebudayaan. Kelima, adanya perasaan keterkaitan dalam kelompok karena hubungan kekerabatan, genealogis, dan ikatan kesadaran territorial diantara mereka. Dengan adanya keberagaman budaya local, maka masyarakat yang ada didalamnya tentu memiliki bahasa dan dialek sendiri yang digunakan dalam interaksi sehari-hari.

sumber: https://blog.unnes.ac.id/anisaauliaazmi/2015/12/11/keterkaitan-antara-keberagaman-budaya-bahasa-dialek-tradisi-lisan-dengan-kehidupan-masyarakat-dalam-suatu-daerah-materi-antropologi-kelas-xi-sma/#more-160

Tulisan ini dipublikasikan di Pembelajaran Antropologi SMA, Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: