Archives

SILABUS ANTROPOLOGI SMA KELAS XII

Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Continue reading SILABUS ANTROPOLOGI SMA KELAS XII

SILABUS ANTROPOLOGI KELAS XI

Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Continue reading SILABUS ANTROPOLOGI KELAS XI

silabus antropologi sma kelas X

Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Continue reading silabus antropologi sma kelas X

agama dan etos kerja

PENGARUH AGAMA TERHADAP ETOS KERJA

Islam adalah merupakan agama yang bersifat universal yang diturunkan oleh Allah SWT kepada seluruh ummat manusia dalam rangka untuk mensejahterakan, memberikan kedamaian, menciptakan suasana sejuk dan harmonis bukan hanya di antara sesama ummat manusia tetapi juga bagi seluruh makhluk Allah yang hidup di muka bumi. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT dalam Al-Quran : Dan Kami tidak akan mengutus kamu wahai Muhammad kecuali untuk menjadi Rahmat bagi sekalian alam.

Implementasi dari kehadiran Agama Islam sebagai Rahmat bagi sekalian alam ditunjukkan dengan ajaran-ajaran agama Islam baik yang bersumber dari Al-Quran maupun dari Al-Hadits Rasulullah SAW yang mengajarkan tentang kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat secara seimbang. Hal ini tercermin dari Firman Allah SWT dalam Al-Quran yang artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan kampung akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi. Dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Q.S. Al-Qashash : 77).Senada dengan Firman Allah SWT tersebut, adalah Hadits yang disampaikan oleh Rasulullah SAW yang artinya : Bekerjalah untuk kepentingan duniamu seolah-olah kamu hidup selama-lamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah kamu mati esok pagi.

Continue reading agama dan etos kerja

antara magis dan religi

Perbedaan magis dan religi

  • Magi dan Agama
  • Magi adalah kepercayaan dan praktik dengan keyakinan bahwa secara langsung mereka dapat mempengaruhi kekuatan alam  dan antarmereka sendiri, entah unntuk tujuan baik atau buruk, dengan usaha-usaha mereka sendiri dalam memanipulasi  daya-daya yang lebih tinggi.

Continue reading antara magis dan religi

trikotomi masyarakat jawa

Trikotomi Masyarakat Jawa : Abangan, Santri, Priyayi

Di kalangan ilmuan (sosial-budaya) di Indonesia, Clifford Greetz mempunyai kedudukan yang khusus. Karyanya terbilang monumental, dalam arti menjadi bahan acuan pada berbagai diskusi sosial budaya Indonesia. Diantara buah pikirannya yang paling populer dirujuk, baik diterima maupun untuk dikritik, adalah klasifikasinya terhadap masyarakt Jawa dalam bukunya, “The Religion of Java” yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Aswab Mahasin menjadi “Abangan, Santri, Priyayi dalam masyarakat Jawa”.

Continue reading trikotomi masyarakat jawa

PETER BERGER : Pembentukan Realitas Secara Sosial : Sintesa Strukturalisme dan interaksionisme

Teori-teori humanistis, yang sampai saat ini di ketengahkan, sebaliknya cenderung menganggap individu yang berinteraksi sebagai alat analisa yang tepat, walau demikian, sosiologi interpretative tidak mesti terbatas pasa masalah-masalah sosial psikologis, seperti ditunjukkan oleh sintesa pendekatan interaksionisme dan strukturalisme Berger.

Seperti halnya Garfinkel, Berger juga adalah anak didik dari Alfred Schutz, dari perkuliahan  mengenai konstruksi realitas secara sosial. Pengaruh Schutz mendorong Garfinkel pada eksperimen lapangan etnometodologis dan menolak cara-cara yang sudah popular dalam sosiologi. Sedangkan pengaruh Schutz bagi Berger adalah mampu mengembangkan model teoritis mengenai bagaimana dunia sosial terbentuk. Menurut Berger, realitas sosial secara eksis dengan sendirinya dan dalam mode strukturalis dunia sosial tergantung pada manusia yang menjadi subyeknya. Berger berpendapat bahwa realitas sosial secara obyektif memang ada ( Durkheim dan perspektif fungsionalis) tetapi maknanya berasal dari dan oleh hubungan subyektif ( individu ) dengan dunia obyektif ( suatu perspektif yang dianut Mead dan para pengikut interaksinonis simbolis terutama Blumer).

Continue reading PETER BERGER : Pembentukan Realitas Secara Sosial : Sintesa Strukturalisme dan interaksionisme

Korelasi Agama dengan Masyarakat

Hubungan Agama dan Budaya: Tinjauan Sosiokultural

 

Hubungan Agama dan Budaya:

Tinjauan Sosiokultural

  1. 1.     Pengertian Agama   

Kata agama berasal dari bahasa Sansekerta dari kata a berarti tidak dan gama berarti kacau. Kedua kata itu jika dihubungkan berarti sesuatu yang tidak kacau. Jadi fungsi agama dalam pengertian ini memelihara integritas dari seorang atau sekelompok orang agar hubungannya dengan Tuhan, sesamanya, dan alam sekitarnya tidak kacau. Karena itu menurut Hinduisme, agama sebagai kata benda berfungsi memelihara integritas dari seseorang atau sekelompok orang agar hubungannya dengan realitas tertinggi, sesama manusia dan alam sekitarnya. Ketidak kacauan itu disebabkan oleh penerapan peraturan agama tentang moralitas,nilai-nilai kehidupan yang perlu dipegang, dimaknai dan diberlakukan.

Pengertian itu jugalah yang terdapat dalam kata religion (bahasa Inggris) yang berasal dari kata religio (bahasa Latin), yang berakar pada kata religare yang berarti mengikat. Dalam pengertian religio termuat peraturan tentang kebaktian bagaimana manusia mengutuhkan hubungannya dengan realitas tertinggi (vertikal) dalam penyembahan dan hubungannya secara horizontal (Sumardi, 1985:71)

Continue reading Korelasi Agama dengan Masyarakat