Ustad Thohir: Sosok Yang Mempengaruhi Hidup Saya

Ustad Thohir: Salah Satu Sosok yang Mempengaruhi Hidup Saya
Oleh Agung Kuswantoro

Suatu Ketika saya ada kegiatan pengabdian kepada Masyarakat di Kecamatan Pemalang (10 Juni 2024). Saya, berangkat dari Semarang pagi jam 06.00 Wib. Alhamdulillah sampai Pemalang jam 07.00 Wib. Saya menyempatkan sarapan di warung megono di Alun-alun kota Pemalang. Setelah sarapan, saya menyempatkan sholat Dhuha di Masjid Agung Pemalang.

Tak disangka, Allah mempertemukan saya dengan Ustad Thohir. Ustad Thohir adalah guru saya dalam bidang fikih dan tasawuf. Saya belajar fikih dasar hingga menengah dari Ustad Thohir. Dari kitab yang sederhana sekali yaitu: “Al Fiqh al Wadih” di Madrasah Salafiyah Kauman Pemalang. Lalu, malam harinya saya belajar kitab “Tanbihul Tohofilin” selama 3 tahunan.

Ustad Thohir selalu memberikan “mantra” kehidupan kepada saya agar selalu bersyukur dan berilmu sebagai pegangan hidup di dunia – akhirat. Terima kasih ustad Thohir atas nasihat dan pesan-pesan kehidupan yang sangat bermanfaat untuk diri saya dalama berjuang kehidupan dunia – akhirat. []

Ditulis di Pemalang, 15 September 2024/11 Robiul Awal 1446, jam 10.38 – 10.40 Wib.

Berbeda

Berbeda
Oleh Agung Kuswantoro

Berbeda itu tidak apa-apa. Dalam hidup saya, beberapa kali pernah mengalami “perbedaan” yang sangat prinsipal. Solusi dari perbedaan adalah menghormati perbedaan dari orang yang berbeda tersebut atau mempertahankan perbedaan tersebut pada tempat yang berbeda (artinya: kedua orang yang berbeda meninggalkan tempat selama ini ia tempati atau salah satu diantara orang tersebut, meninggalkan tempat yang ia ditempati.

Dengan cara ini, masing-masing individu yang berbeda akan mendapatkan kesuksesan pada tempatnya masing-masing. Semoga kita termasuk pribadi yang bisa saling menghormati sebuah perbedaan tersebut. []

Ditulis di Rumah Pemalang, 15 September 2024/11 Robiul Awal 1446, jam 19.42 – 19.45 Wib.

Tulus

Tulus
Oleh Agung Kuswantoro

Tulus adalah mengharapkan sesuatu tanpa balas jasa. Bisa dimaknai tulus itu ikhlas. Saya ingin dan berharap dapat melakukan sikap terpuji tersebut.

Banyak orang mengajarkan kepada saya mengenai tulus. Sikap yang tak terlihat, namun bisa dirasakan. Itulah, tulus.

Dari kecil saya menemukan sosok yang tulus kepada saya. Namun, pastinya saya tidak menyebutkannya, siapa yang berbuat tulus kepada saya. Karena, ia ingin menjaga sikap tulusnya kepada saya.

Sebagai penutup, saya hanya bisa mendoakan dan kirim Al-Fatihah kepada orang-orang yang tulus dalam berbuat kebaikan kepada saya. Saya pun berharap menjadi orang yang tulus seperti “guru-guru” kehidupan saya tersebut. Amin []

Ditulis di Pemalang, 15 September 2024/11 Robiul Awal 1446, jam 09.55 – 09.57 Wib.

Hukuman

Hukuman

Oleh Agung Kuswantoro

Dalam menjatuhkan sebuah hukuman, cobalah orang yang memberikan hukuman bertanya kepada yang calon dihukum dulu. Bisa jadi, ada alasan tertentu yang dipertahankan dan dipertanggung jawabkan oleh seseorang yang akan dihukumi bersalah.

Bertanyalah dari lubuk hati yang terdalam oleh orang yang akan memberi hukuman. Otak dan hati orang yang akan dihukum dengan orang yang memberi hukuman itu berbeda. Terlebih orang yang dihukum lebih muda dan masih memiliki jangka waktu hidup yang panjang dibanding dengan orang yang akan memberi hukuman. Semoga kita menjadi orang yang bijak. []

Ditulis di Rumah Pemalang, 15 September 2024/11 Robiul Awal 1446, jam 19.46 – 19.50 Wib.

Adab dengan Guru/Ustad

Adab dengan Guru/Ustad
Oleh Agung Kuswantoro

Hendaknya tidak banyak bicara di hadapan guru. Tidak bertanya sesuatu bila guru sedang capek atau bosan/keadaan belum baik. Harus menjaga waktu. Jangan mengetuk pintunya, tapi sebaliknya menunggu sampai beliau keluar.

Alhasil, seorang santri harus mencari kerelaan hati guru, harus menjauhi hal-hal yang menyebabkan ia murka, mematuhi perintahnya asal tidak bertentangan dengan agama, karena tidak boleh taat pada makhluk untuk bermaksiat kepada Allah. Termasuk menghormati guru adalah menghormati putra-putranya, dan orang yang ada hubungan dengan kerabatnya.

Semarang, 7 September 2024/3 Robiul Awwal 1446. Diambil dari kitab Taklim al-Muta’allim.

Keterampilan Seorang Manajer

Keterampilan Seorang Manajer
Oleh Agung Kuswantoro

Bicara organisasi, maka bicara manajer. Manajer, bahasa sederhananya adalah pemimpin di unit kerja. Artinya dia “ketuanya”. Namun, berbeda dengan makna kepemimpinan/leadership. Masing-masing unit memiliki “ketua”. Ketua itulah manajer.

Manajer dalam menjalankan tujuan organisasinya, harus memiliki empat keterampilan yaitu: (1) pribadi; (2) teknis; (3) administratif; dan (4) interaksional.

Manajer secara pribadi itu menarik. Sikap dan mumpuni kemampuannya. Manajer harus memahami teknis pekerjaannya. Manajer jangan hanya “menyuruh” tetapi manajer, memenuhi kualifikasi administrasi yang disyaratkan oleh lembaganya. Dan, manajer harus mampu berinteraksi dengan para staf dan koleganya. Termasuk, dengan pimpinannya dapat berkomunikasi dengan santun. Semoga manajer seperti itu adalah Anda. Amin.

Ditulis di Rumah jam 22.00 – 22.07 Wib. Semarang, 7 September 2024/3 Robiul Awal 1446.

Sebab Sujud Sahwi

Sebab-Sebab Disunahkan Sujud Sahwi:
Oleh Agung Kuswantoro

Sebab-sebab disunahkan sujud sahwi ada empat:

  1. Meninggalkan satu sunah Ab’ad atau Sebagian dari sunah Ab’ad.
  2. Mengerjakan sesuatu yang bila disengaja dapat membatalkan salat tapi tidak membatalkan, jika keadaan lupa.
  3. Memindah rukun ucapan di lain tempat semestinya.
  4. Mengerjakan Rukun Fi’li (perbuatan), tapi ada dugaan kemungkinan tambah, (misal: rakat saya ini yang keempat atau ketiga).

Catatan: materi pernah disampaikan dalam kajian safinatunnajah pertemuan ke-18. Sumber tulisan: kitab Safinatunnajah. Semarang, 9 September 2024/3 Robiul Awwal 1446.

Alam Pun Ada Yang Mengatur/Me-Manage

Alam Pun Ada Yang Mengatur/Me-Manage

Oleh Agung Kuswantoro

“Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. (Q.S. Yasin: 40).

Ayat al-Qur’an di atas menegaskan bahwa bulan dan matahari dalam beredar pada garisnya, ada yang mengatur. Tidak mungkin terjadi penyimpangan garis edar, baik terlalu cepat atau lambat jalan peredarannya. Dan, tidak ada yang saling mendahului diantara bulan dan matahari.

Ayat ini menunjukkan bahwa fenomena alam ini, ada yang mengatur. Ada yang menciptakan yaitu Tuhan. Nah, alam raya saja ada yang me-manage agar makhluk menjadi tertib dan indah. Tujuan di-manage/diatur adalah agar ada tujuan dari penciptaan Tuhan bagi ciptaannya untuk berpikir, siapakah Tuhannya? Siapakah yang mengaturnya? Bagaimana dengan kehidupan kita? Adakah yang me-manage atau kita sudah me-manage apa agar tujuan kita mudah tercapai?

Ditulis di Rumah jam 20.50 – 20.55 Wib.

Semarang, 1 September 2024/27 Safar 1446.

Kajian Mandiri

Kajian Mandiri
Oleh Agung Kuswantoro

Penekanan dalam mata kuliah ini adalah filsafat administrasi, isu tantangan, dan solusi perkembangan ilmu administrasi perkantoran, dan studi kasus pendidikan administrasi perkantoran. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan di bidang pendidikan administrasi perkantoran. Syukur bisa menjadi disertasi.

Misal: Di SMK nama pendidikan administrasi perkantoran pernah berubah dari sekretaris, pendidikan administrasi perkantoran, OTKP/Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran, dan MPLB/ Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis. Pasti, perubahan tersebut memikiki dasar.

Demikian juga di Perguruan Tinggi. Di UPI, namanya manajemen perkantoran. Di UNY, UNNES, dan UNESA namanya pendidikan administrasi perkantoran. Pastinya, penamaan tersebut memiliki filsafat tersendiri. Nah, bagaimana pendapat Anda mengenai hal tersebut?

Ditulis di Rumah jam 04.00 – 04.05 Wib.
Semarang, 29 Agustus 2024/24 Safar 1446

Mengapa Perlu Ada Kata “Pengantar”?

Mengapa Perlu Ada Kata “Pengantar”?

Oleh Agung Kuswantoro

Suatu ketika ada peritiswa lamaran. Dimana, pihak pria datang ke calon pasangan hidupnya/istrinya. Saat pihak pria datang, maka dia diantar oleh keluarganya. Demikian juga, ada mata kuliah dimana, di depannya diawali dengan kata pengantar.

Seperti pengantar manajemen, pengantar akuntansi, pengantar ilmu ekonomi, pengantar ilmu administrasi, pengantar bisnis, dan mata kuliah lainnya. Lalu, mengapa (harus) ada kata “pengantar”? Tidak langsung menyebutkan nama mata kuliah: manajemen, akuntansi, ilmu ekonomi, ilmu administrasi, bisnis, dan lainnya.

Pengantar berasal dari kata antar. Artinya: bawa/kirim. Sedangkan, pengantar artinya: (1) orang yang mengantarkan; (2) alat untuk mengantarkan; (3) pembimbing; (4) pandangan umum secara ringkas sebagai pendahuluan. Maksud kata “pengantar” yang melekat pada mata kuliah adalah mata kuliah tersebut perlu ada yang membawakan/mengirim; mata kuliah tersebut perlu ada yang membimbing; dan mata kuliah tersebut perlu ada yang memberikan pandangan secara umum.

Oleh karenanya, pengampu pengantar harus mampu: (1) membawakan materi dengan baik; (2)  membimbing mahasiswa dalam pembelajaran antar materinya yang disampaikan; (3) menguasai materi secara (umum) teori yang akan disampaikan. Sehingga orang yang mengampu mata kuliah, bukanlah orang yang “sembarangan” atau “asal” ngajar. Mengapa? Karena ia adalah pembawa materi/konsep (awal) sebuah ilmu. Jadi, harus menarik dalam menyampaikan materi dan menguasai teori materinya. Bahkan di lembaga tertentu, untuk mata kuliah yang diawali pengantar diampu oleh seorang guru besar atau orang yang sudah mumpuni. Ibaratnya: proses lamaran pernikahan bisa sukses, karena faktor pengantar keluarga yang baik.

Nah, bagaimana dengan diri Anda terhadap memahami sebuah mata kuliah yang diawali dengan “pengantar’? Masihkah “nggampangke” dalam belajar ilmu ini?

Semarang, 28 Agustus 2024/23 Safar 1446 H

Ditulis di Rumah jam 02.30 –02.40 Wib.