Skip to content


Jenis Mitos pada Religi Orang Bukit

Menurut buku Introducing Anthropology of Religion, Jenis mitos yang yang jelas dan menarik adalah terkait dengan penciptaan. Mitos sering menggambarkan bagaimana alam semesta secara keseluruhan, pembentukan bumi, manusia, dan lembaga-lembaga sosial. Jenis mitos menurut Rooth (1957) di Amerika Utara terkait dengan penciptaan mitos India adalah sebagai berikut :

  1. Bumi-penyelam, di mana beberapa makhluk mengambil lumpur atau pasir dari dasar tubuh primordial air, yaitu bumi tumbuh.
  2. Dunia-orang tua, di mana penciptaan terjadi kemudian dari bergabungnya seorang ayah langit dan ibu bumi.
  3. Dunia manusia dimulai ketika makhluk leluhur muncul dari dunia yang lebih rendah.
  4. Laba-laba sebagai pencipta, di mana laba-laba-seperti makhluk menjalin dunia seperti jaring.
  5. Penciptaan dunia melalui perjuangan dan perampokan, di mana supranatural menjadi (seperti Prometheus) mencuri sesuatu dan memberikan kepada manusia, atau perkelahian makhluk lainnya supranatural (raksasa, naga, dll) dari yang dunia dibuat.
  6. Jenis Ymir, dunia ini diciptakan dari mayat raksasa yang dibunuh atau seorang pria atau wanita primordial.
  7. Dua pencipta, di mana dua makhluk bersaudara, terkadang ayah dan anak atau paman dan keponakan-menciptakan dunia bersama-sama
  8. Buta Saudara, di mana satu saudara membutakan lainnya di semacam trik, (catatan dalam bab berikutnya pentingnya menjaga mata seseorang ditutup sampai saat yang tepat dalam ziarah Huichol).

Evans-Pritchard menceritakan kembali cerita Azande yang mempertahankannya, adalah satu-satunya mitos penciptaan di agama mereka. Bapaizegino atau Bapai adalah orang yang sama dengan Mbori (dewa tinggi), menempatkan manusia dengan ciptaan menjadi semacam putaran kano yang ia benar-benar ditutup kecuali untuk pintu masuk kecil yang tersembunyi. Bapaizegino mengirim utusan untuk anak-anaknya seperti, Matahari, Bulan, Malam, Dingin, dan Bintang, mengatakan bahwa ia sedang sekarat dan mereka akan datang segera.

Mitos juga dapat menceritakan asal-usul manusia atau lembaga hubungan sosial, membuat lembaga-lembaga atau hubungan baik dan benar. Sebuah mitos Bunyoro diceritakan asal-usul hubungan antara saudara kandung yang membangun sifat praktik ekonomi, perbudakan, dan kerajaan. Ayah manusia pertama, Kintu atau “hal yang diciptakan” memiliki tiga putra. Anak-anak diberi dua tes. Pertama, enam hal ditempatkan di mana anak-anak akan menemukan kepala lembu mereka, kulit sapi, seikat kentang dan dimasak, rumput kepala-ring (untuk membawa beban di kepala), kapak, dan pisau. Ketika anak laki-laki datang, yang tertua mengambil bundel makanan dan mulai makan. Apa yang dia tidak bisa makan dia bawa pergi dengan menggunakan kepala-ring. Dia juga mengambil kapak dan pisau. Putra kedua mengambil tali kulit, dan yang termuda mengambil kepala sapi sebagai sisa. Dalam tes berikutnya anak-anak harus duduk di tanah di malam hari, dengan kaki mereka lurus, yang satu memegang pot yang penuh susu di pangkuannya. Mereka diberitahu bahwa mereka harus memegang pot mereka aman sampai pagi. Pada tengah malam anak bungsu mulai mengangguk, dan susunya tumpah sedikit. Dia bangun dan memohon saudara-saudaranya untuk memberi susu. Setiap saudara memberinya sedikit, sehingga potnya penuh lagi. Tepat sebelum fajar tiba-tiba kakak tertua susunya tertumpah semua. Dia juga meminta saudara-saudaranya untuk membantu mengisi potnya dari mereka, tetapi mereka menolak, mengatakan bahwa itu akan mengambil terlalu banyak susu mereka untuk mengisi pot kosong. Di pagi hari ayah mereka menemukan pot putra bungsu penuh, putra kedua ini hampir penuh, dan putra sulung itu kosong (Beattie 1960: 11-12) .Keputusan ini menentukan identitas dan nasib anak-anak dan keturunan mereka selamanya. Anak pertama dan garis keturunannya akan selalu menjadi hamba dan petani, yang bekerja untuk adik dan keturunan mereka; ia bernama “Kairu” atau petani, anak kedua dan keturunannya akan memiliki status tinggi dari penggembala ternak; ia dipanggil “Kahmua” gembala sapi. Putra bungsu akan menjadi ahli waris politik dan pemimpin, sehingga ia bernama “Kakama” keturunannya menjadi raja-raja Bunyoro.

Penjelasan mengenai jenis mitos terkait dengan religi orang bukit adalah sebagai beriku:

Pada religi orang bukit menganut tiga cerita suci (mite), diantaranya mengenai asal muasal kejadian alam semesta, mengenai manusia pertama dan keturunannya, serta mengenai asal muasal padi. Ketiga cerita suci ini merupakan kerangka inti mengenai kejadian “penciptaan” sesuai dengan inti mitos pada masyarakat. Terkait dengan mitos asal muasal kejadian alam semesta, bahwa pada masa awal kejadian hanya berupa tanah sebesar kepalan tangan yang berisi setetes air, sekeping langit, dan seruas angin. Suwara sebagai dalang diciptakannya alam semesta ini melalu Jabaril. Dimana, bumi dan langit belum berpisah, pemisahan bumi dan langit dengan adanya mantra dari Suwara melalui Jabaril “cerai bumi”. Tiang aras kemudian yang mampu menghubungkan anatara bumi dan langit. Manusia diciptakan dari tanah kemudian terbentuk limbagan. Limbagan tersebut diberi nama Adam atau Datu Adam dan Datu Tihawa. Keinginan dari Datu Adam untuk melakukan hubungan seksual dengan Datu Tihawa namun karena ketidakmauan Datu Tihawa terhadap Datu Adam, menyebabkan mereka berdua berlari atau kejar-kejaran hal ini dikaitkan dengan semakin meluasnya bumi. Injakan kaki Datu Adam menciptakan gunung dan lembah, keringat yang bercucuran menjadi sungai danau serta lautan, rambut dan bulu yang jatuh ke bumi menjadi pohon. Rambut Datu Tihawa yang jatuh menjadi rotan kuning, panggilan dan teriakan menjadi guntur. Lompatan Datu Adam dan Datu Tihawa menjadi bulan bintang. Dengan meyakini kreasi Datu Adam dan Datu Tihawa dalam proses penciptaan selanjutnya, Orang bukit meyakini bahwa alam sekitar itu ada persamaannya di dalam dan tubuh manusia. Dengan keyakinan tersebut Orang Bukit merasa sama dengan alam dan berusaha hidup harmonis dengan alam. Perlakuan Orang Bukit terhadap alam sekitar merupakan perlakuan terhadap diri sendiri. Orang Bukit berupaya untuk mengelola lingkungan dan melestarikan lahan agar tetap produktif. Orang Banjar Hulu meyakini Jibril sebagai pembawa wahyu kepada nabi-nabi, maka Jabaril adalah kawan Datu Adam.

Bumi ditinggali oleh manusia dengan jenis kelamin perempuan kakak beradik sejumlah delapan manusia disebut Datu Bini Badangsanak Walu, sebaliknya di langit dihuni oleh delapan manusia laki-laki kakak beradik disebut Datu Laki Badangsanak Walu. Makanan pokok bumi adalah umbi-umbian, sedangkan makanan pokok di langit adalah padi. Kehidupan awal Orang Bukit bersifat komunal serta berpindah-pindah dan kemudian menetap bertani. Begitu pula dengan asal muasal padi yang disakralkan dan dianggap magis juga oleh Orang Bukit. Bahwa penciptaan padi yang ada di bumi pertama kali muncul di langit disebut buah pohon langit (suci).

 Sumber:

Noerid Haloei Radam. 2001. Religi Orang Bukit. Yogyakarta: Yayasan Semesta

Jack David Eller. 2007. Introducing Anthropology of Religion. London and New York: Routledge

Posted in Kajian Ilmu Antropologi.


5 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Syarafina Nandanisita says

    siip, sudah bagus. tambahkan religi masyarakat lainnya juga ya

  2. Sofiyatin says

    postingannya sangat bermanfaat 🙂

  3. Lenni Novia Lestari says

    Thank you mylovely



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.