Jenis-Jenis Animasi

mengenal animasi

Animasi mulai dikenal secara luas sejak populernya media televisi yang dapat menyajikan gambar bergerak hasil rekaman kegiatan makhluk hidup, manusia atau hewan. Dibandingkan dengan gambar foto  yang diam atau tidak bergerak animasi lebih  disukai karena dapat membangkitkan antusiasme dan emosi penonton. Hampir semua media seperti televisi, film, komputer sudah menggunakan teknik-teknik animasi.

animasi clay

Animasi merupakan pengubahan sebuah presentasi yang statik menjadi bergerak/dinamis. Animasi dapat berupa efek visual yang menampilkan beberapa gambar yang berubah pada kurun waktu tertentu.
Animasi terdiri dari animasi dua dimensi dan tiga dimensi. Pada ruang dua dimensi perubahan visual terjadi pada perubahan sumbu x dan sumbu y pada layar. Sedangkan pada ruang tiga dimensi perubahan dapat terjadi pada tiga sumbu yaitu x, y, dan z (Vaughan, 2011, pp104-114).

animasi 2d

Teknik Animasi

Teknik animasi terdiri dari beberapa jenis, yaitu Cel animation, Computer Animation, Kinematics,dan Morphing (Vaughan, 2011, pp104-114).

  • Cel animation
    Cel animation merupakan teknik yang menggunakan serangkaian gambar untuk menciptakan efek animasi dengan mengubah gambar pada frame pada satu periode sehingga terjadi efek dimana gambar terlihat bergerak.
  • Computer animation
    Computer animation kurang lebih menggunakan prosedur dan logika yang sama seperti cel animation namun yang membedakan adalah efek animasi yang dibuat (generate) oleh komputer. Dengan kata lain dalam pembuatan animasi dilakukan oleh komputer. Animator hanya perlu memasukkan gambar-gambar yang diperlukan.
  • Kinematics
    Kinematics merupakan animasi yang mempelajari pergerakan pada objek yang mempunyai sendi, seperti membuat animasi binatang yang bergerak. Hal-hal yang perlu diperhatikan berupa posisi, rotasi dan kecepatan pergerakan.
  • Morphing
    Morphing merupakan efek manipulasi terhadap gambar sehingga terjadi perubahan dan dipresentasikan berupa efek animasi. Cara kerja morphing adalah dengan menentukan titik-titik pada gambar menggunakan software lalu melakukan manipulasi terhadap titik-titik tersebut sehingga terjadi perubahan pada gambar.

Jenis-jenis Animasi

Animasi yang dulunya mempunyai prinsip yang sederhana, sekarang telah berkembang menjadi beberapa jenis, yaitu : Animasi 2D, Animasi 3D, Animasi tanah Hat (Clay Animation), Animasi Jepang (Anime).

  1. Animasi 2D (2 Dimensi)
    Animasi ini yang paling akrab dengan keseharian kita. Biasa juga disebut dengan film kartun. Kartun sendiri berasal dari kata Cartoon, yang artinya gambar yang lucu. Memang, film kartun itu kebanyakan film yang lucu. Contohnya banyak sekali, baik yang di TV maupun di Bioskop. Misalnya: Looney Tunes, Pink Panther, Tom and Jerry, Scooby Doo, Doraemon, Mulan, Lion King, Brother Bear, Spirit, dan banyak lagi. Meski yang populer kebanyakan film Disney, namun bukan Walt Disney sebagai bapak animasi kartun. Contoh lainnya adalah Felix The Cat, si kucing hitam. Umur si kucing itu sudah lumayan tua, dia diciptakan oleh Otto Messmer pada tahun 1919. Namun sayang, karena distribusi yang kurang baik, jadi kita sukar untuk menemukan film-filmnya. Bandingkan dengan Walt Disney yang sampai sekarang masih ada misalnya Snow White and The Seven Dwarfs (1937) dan Pinocchio (1940).
  2. Animasi 3D (3 Dimensi)
    Perkembangan teknologi dan komputer membuat teknik pembuatan animasi 3D semakin berkembang dan maju pesat. Animasi 3D adalah pengembangan dari animasi 2D. Dengan animasi 3D, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya. Semenjak Toy Story buatan Disney (Pixar Studio), maka berlombalombalah studio film dunia memproduksi film sejenis. Bermunculanlah, Bugs Life, AntZ, Dinosaurs, Final Fantasy, Toy Story 2, Monster Inc., hingga Finding Nemo, The Incredible, Shark Tale. Cars, Valian. Kesemuanya itu biasa juga disebut dengan animasi 3D atau CGI (Computer Generated Imagery).
  3. Animasi Tanah Liat (Clay Animation)
    Kata orang, meskipun sekarang sudah jamannya Pizza dan Bistik, namun terkadang kita juga masih kangen dengan masakan tradisional seperti sayur asem. Ungkapan tersebut cocok buat animasi Clay Animation.
    Jenis ini yang paling jarang kita dengar dan temukan diantara jenis lainnya. Padahal teknik animasi ini bukan termasuk teknik baru seperti pada saat Toy Story membuka era baru animasi 3D. Bahkan, boleh dibilang nenek moyangnya animasi. Karena animasi pertama dalam bentuk CIayAnimation. Meski namanya clay (tanah liat), yang dipakai bukanlah tanah liat biasa. Animasi ini memakai plasticin, bahan lentur seperti permen karet yang ditemukan pada tahun 1897. Tokoh-tokoh dalam animasi Clay dibuat dengan memakai rangka khusus untuk kerangka tubuhnya, lalu kerangka tersebut ditutup dengan plasficine sesuai bentuk tokoh yang ingin dibuat. Bagian-bagian tubuh kerangka ini, seperti kepala, tangan, kaki, disa dilepas dan dipasang lagi. Setelah tokoh-tokohnya siap, lalu difoto gerakan per gerakan. Foto-foto tersebut lalu digabung menjadi gambar yang bisa bergerak seperti yang kita tonton di film. Animasi Clay termasuk salah satu jenis dari Stop-motion picture. Film Animasi Clay Pertama dirilis bulan Februari 1908 berjudul, A Sculptors Welsh Rarebit Nightmare. Untuk beberapa waktu yang lalu juga, beredar film clay yang berjudul Chicken Run.
  4. Animasi Jepang (Anime)
    Film-film yang dibahas diatas adalah kebanyakan buatan Amerika dan Eropa. Namun, Jepang pun tak kalah soal animasi. Jepang sudah banyak memproduksi anime (sebutan untuk animasi Jepang). Berbeda dengan animasi Amerika, anime Jepang tidak semua diperuntukkan untuk anak-anak, bahkan ada yang khusus dewasa.
    Bicara tentang anime, ada tokoh legendaris, yaitu Dr. Osamu Tezuka. Beliau menciptakan Tetsuwan Atom atau lebih dikenal dengan Astro Boy. Seperti film animasi Amerika atau Eropa, Anime juga terdiri dari beberapa jenis, tapi yang membedakan bukan cara pembuatannya, melainkan formatnya, yaitu serial televisi, OVA, dan film bioskop.

Prospek animasi di Indonesia mempunyai peluang yang besar untuk berkembang, karena animasi adalah informasi kreatif yang  sangat banyak membutuhkan tenaga kerja dan tentunya hal ini bukan masalah buat Indonesia. Selain itu keragaman dan kekayaan budaya Indonesia sebagai nilai tambah untuk diangkat sebagai cerita animasi.

 

sumber : https://www.inspirasidigital.com/posting/mengenal-jenis-animasi.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: