Social Sciences

we learn about you and we share it to you

Materi Sosiologi Kelas XI Bab 4 : Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaian

konflik

Dalam interaksi dengan manusia, hubungan yang terjadi diantara mereka tentu tidak akan selalu berjalan mulus. mereka dalam tingkah lakunya akan selalu memberikan dampak yang baik dan buruk bagi yang lain. salah satu dampak yang ditimbulkan dari interaksi dengan manusia adalah terjadinya konflik. Dalam Budiyono (2009), kata “konflik” berasal dari bahasa Latin “configure” yang artinya saling memukul. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik didefinisikan sebagai percekcokkan, perselisihan, atau pertentangan. Secara sederhana, konflik merupakan dua hal atau lebih yang saling bertentangan yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuat tidak berdaya.

Konflik yang terjadi dalam masyarakat ada beragam, diantaranya :

  • Konflik Pribadi

Konflik pribadi adalah konflik yang terjadi antara individu dengan individu yang biasanya dikarenakan masalah pribadi. Konflik pribadi ini bisa terjadi pada orang yang baru kenal atau bahkan pada orang yang sudah saling mengenal lama. Di dalam konflik pribadi ini masing-masing pihak yang bertikai akan saling mengejek, memaki, dan bahkan terjadi perkelahian secara fisik.

  • Konflik Rasial

Konflik rasial merupakan pertentangan kelompok ras yang berbeda kebudayaan dikarenakan masing-masing diantara mereka memiliki kepentingan. Konflik ras biasanya terjadi karena munculnya sikap primordialism pada masyarakat sehingga mereka merasa lebih baik dibanding kebudayaan lain disekitarnya. Konflik rasial misalnya terjadi di Afrika Selatan dimana kelompok kulit putih menguasai mayoritas kelompok kulit hitam yang berada di wilayah tersebut (politik apartheid).

  • Konflik Politik

Masalah politik banyak menyulut ketidaknyamanan dan menimbulkan konflik dalam masyarakat. Konflik inimenyangkut konflik antar golongan dalam masyarakat maupun antar Negara dalam kaitannya perebutan kekuasaan.

  • Konflik Antarkelas Sosial

Konflik antarkelas sosial biasanya dipicu oleh perbedaan kepentingan anatara dua golongan yang saling bertikai. Misalnya konflik yang terjadi antara kaum buruh dan pemilik pabrik dimana kaum butuh menuntut kesejahteraannya.

  • Konflik Internasional

Konflik internasional, yaitu pertentangan yang melibatkan beberapa kelompok negara (blok) karena perbedaan kepentingan. Konflik ini bermula dari dua Negara yang saling bertikai karena masalah politik atau ekonomi. Namun karena masing-masing Negara mencari sekutu maka konflik ini menjadi luas dan melibatkan banyak Negara.

  • Konflik Antarkelompok

Konflik antarkelompok terjadi karena persaingan dalam mendapatkan mata pencaharian hidup yang sama atau karena pemaksaan unsur-unsur budaya asing. Selain itu, karena ada pemaksaan agama, dominasi politik, atau adanya konflik tradisional yang terpendam. Misalnya, hubungan antara golongan mayoritas dan minoritas.

Menurut Morton Deutsch (1973) dalam Budiyono (2009), konflik yang timbul dalam masyarakat dikarenakan pola saling ketergantungan yang negative antar masyarakat. Konflik dalam masyarakat dapat menimbulkan persatuan maupun perpecahan tergantung pada masyarakat itu sendiri. Berikut ini merupakan sebab-sebab terjadinya konflik dalam masyarakat.

  1. Perbedaan pendirian dan keyakinan antar individu yang menyebabkan mereka saling menjatuhkan satu sama lain
  2. Perbedaan kebudayaan dalam kelompok yang menyebabkan pola pikir dan tingkah laku tiap orang dalam kelompok berbeda.
  3. Perbedaan kepentingan karena masing-masing pihak berusaha memenuhi kebutuhannya.
  4. Perubahan sosial dalam masyarakat
  5. Ketidakadilan dalam masyarakat.
  6. Terkikisnya nilai-nilai kebersamaan dan keharmonisan.

Konflik dalam masyarakat sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Segi positif konflik adalah sebagai berikut.

  1. Konflik dapat memperjelas aspek-aspek kehidupan yang masih perlu ditelaah.
  2. Konflik memungkinkan penyesuaian nilai, norma dalam masyarakat
  3. Konflik meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok
  4. Konflik merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu dan kelompok
  5. Sebagai sarana menyeimbangkan kekuatan dalam masyarakat
  6. Konflik dapat memunculkan komitmen baru antar pihak yang bertikai

Segi negative suatu konflik adalah sebagai berikut.

  1. Keretakan hubungan antar individu dan persatuan kelompok
  2. Kerusakan harta benda dan jatuhnya korban manusia
  3. Berubahnya sikap kepribadian para individu, baik yang mengarah pada hal-hal positif atau negative
  4. Munculnya dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah

Kekerasan dalam masyarakat muncul sebagai tindak lanjut dari adanya konflik yang sering terjadi. Dalam Dani Ramdani(2015), kekerasan didefinisikan sebagai bentuk lanjutan dari konflik social dimana kekerasan ini biasa dilakukan untuk mencederai seseorang yang menyebabkan kerusakan fisik maupun barang. Kekerasan dapat berupa tindakan langsung (melukai dengan sengaja, membunuh, memperkosa) maupun tidak langsung(memfitnah dan meneror).

Dalam Dani Ramdani(2015) disebutkan bahwa perilaku kekerasan yang dilakukan dilatarbelakangi beberapa faktor yang berdasarkan teori berikut

  1. Teori Faktor Individual

Tingkat agresivitas seseorang sangat mempengaruhi tindak kekerasan yang mungkin ditimbulkan. Teori faktor individual ini biasa berhubungan dengan factor kejiwaan atai factor social yang erat kaitannya dengan individu.

2. Teori Faktor Kelompok

Terjadi karena benturan identitas kelompok yang berbeda. Contohnya konflik antarsupoter bola

3. Teori Dinamika Kelompok

Kekerasan timbul karena perubahan social yang terjadi secara cepat dan masyarakat belum siap dengan perubahan tersebut.

Semakin banyaknya konflik yang terjadi dalam masyarakat tentu menjadi permasalah tersendiri. Konflik sebagai bagian dari masyarakat tentu tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Konflik hanya dapat dihentikan ketika tidak ada lagi masyarakat. Secara umum, ada tiga macam bentuk pengendalian konflik sosial:

  1. Konsiliasi

Pengendalian konflik yang dilakukan dengan bantuan lembaga tertentu yang diharapkan mampu memberikan keputusan yang adil untuk kedua pihak.

  1. Mediasi

Pengendalian konflik dengan bantuan pihak ketiga sebagai mediator dimana pihak ketiga ini akan member solusi pemecahan masalah.

  1. Arbitrasi

Penyelesaian konflik dimana pihak yang bertikai sepakat untuk menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan tertentu.

Daftar Pustaka

Budiyono. 2009.BSE Sosiologi 2 : Untuk SMA/MA Kelas XI.Jakarta : Pusat Perbukuan

Ramdani, Dani. 2015. “Materi Kelas XI Bab 4 Konflik Kekerasan”.tersedia : https://sosiologi-sman-1-cibeber-cikotok.blogspot.co.id (dikutip 3 Desember 2015)

posted by Maharani Elma in Sosiologi SMA and have No Comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment

Lewat ke baris perkakas