Materi Antropologi Kelas X : Budaya Lokal, Budaya Nasional, Budaya Asing, Hubungan Antar Budaya di Era Globalisasi

kirab-budaya

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang masyarakatnya multicultural, dengan beragam kebudayaan yang berbeda antara daerah satu dengan daerah lainnya. Setiap masyarakat di daerah tersebut mengembangkan kebudayaan masing-masing agar tetap lesatari dan mempunyai ciri khas dibandingkan kebudayaan di tempat lain. Dalam mengembangkan kebudayaan sendiri (local) didasarkan pada pengalaman yang diperoleh dari hidup nenek moyang mereka dan diwariskan kepada generasi berikutnya secara turun-temurun sehingga membentuk kebudayaan suku bangsa seperti sekarang ini. Kebudayaan suku bangsa mencakup berbagai unsur kehidupan, seperti bahasa, organisasi sosial, kepercayaan, kesenian, ilmu pengetahuan, peralatan hidup, dan mata pencaharian. Sebagai contoh budaya local yang ada di masyarakat jawa yaitu gotong royong. kebiasaan gotong royong dalam masyarakat jawa terbagi dalam berbagai macam bentuk. Bentuk itu di antaranya berkaitan dengan upacara siklus hidupmanusia, seperti perkawinan, kematian, dan panen yang dikemas dalam bentuk selamatan.

Dari kebudayaan local yang ada di setiap suku bangsa atau daerah, kemudian muncul suatu kebudayaan baru dengan organisasi-organisasi baru. Kebudayaan tersebut adalah kebudayaan Indonesia, dimana mengatur struktur masyarakat yang baru yang tidak terbatas pada daerah tertentu, melainkan lambat laun, tetapi makin lama makin cepat menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Dalam hal ini, yang dimaksud kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan bangsa (nasional) Indonesia, suatu kesatuan yang baru yang berbeda dari masing-masing kebudayaan suku bangsa. Kebudayaan yang baru ini mencakup semua kebudayaan suku bangsa yang ada di Indonesia tetapi berbeda dari kebudayaan suku bangsa. Nilai-nilai dan aturan-atran tidak merupakan nilai-nilai dan aturan-aturan dari masyarkat suku bangsa tertentu, ungkapan perasaan keindahannya bukan lagi ungkapan perasaan keindahan suku bangsa tertentu melainkan nilai-nilai dan ungkapan perasaan yang dibentuk oleh kebudayaan baru yaitu kebudayaan Indonesia. kebudayaan sku bangsa dan kebudayaan daerah yang ada di Indonesia merupakan kekayaan kebudayaan Indonesia. Namun, kebudayaan suku bangsa tersebut (local) tiddak boleh menggantikan kebudayaan Indonesia yang baru karena dapat menyebabkan terjadinya perpecahan di antara suku bangsa yang ada di Indonesia. jadi dapat dikatakan bahwa kebudayaan nasional merupakan puncak dari kebudayaan daerah (local).

Dalam perjalanannya, penggunaan kebudayaan nasional di Indonesia belum merata seluruhnya pada masyarakat Indonesia. Hal tersebut dikarenakan: (1) pusat-pusat kegiatan kebudayaan nasional adalah kota-kota dan di pusat-pusat pemerintahan, (2) belum semua orang di Indonesia berbahasa atau memahami bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi, (3) kebudayaan nasional bersifat resmi atau formal khususnya yang berlaku di arena-arena sosial atau situasi sosial yang bernuansa nasional, (4) terwujudnya kebudayaan nasional adalah baru.

Era globalisasi sekarang ini, banyak budaya asing yang masuk ke masyarakat Indonesia, terutama melaui perkembangan teknologi yang semakin moern seperti hp, televisi, internet dan sebagainya. Budaya asing dalam hal ini tidak harus selalu diartikan budaya yang berasal dari luar negeri, seperti budaya barat. Namun, tidak bisa disangkal bahwa budaya barat berupa makanan, mode, seni, dan iptek memang telah banyak memengaruhi budaya masyarakat di Indonesia. Masuknya budaya asing tersebut ternyata telah mempengaruhi budaya daerah (local) dan budaya nasional yang ada di masyarakat, sehingga banyak terjadi perubahan-perubahan. Bagi Indonesia, merasuknya nilai-nilai Barat yang menumpang arus globalisasi ke kalangan masyarakat Indonesia merupakan ancaman bagi budaya asli yang mencitrakan lokalitas khas daerah-daerah di negeri ini. Kesenian-kesenian daerah seperti ludruk, ketoprak, wayang, gamelan, dan tari menghadapi ancaman serius dari berkembangnya budaya pop khas Barat yang semakin diminati masyarakat karena dianggap lebih modern. Budaya konvensional yang menempatkan tepo seliro, toleransi, keramahtamahan, penghormatan pada yang lebih tua juga digempur oleh pergaulan bebas dan sikap individualistik yang dibawa oleh arus globalisasi. Masuknya budaya asing juga bisa merusak moral bangsa, terutama anak-anak yang sebagai generasi penerus bangsa.  Budaya-budaya Indonesia baik daerah maupun nasional  yang terkena pengaruh budaya asing, ada sebagian yang bertahan karena nilai-nilainya masing dipegang oleh masyarakatnya, tetapi ada pula budaya-budaya daerah atau nasional yang hilang dan digantikan oleh kebudayaan baru.

 

Oleh karena itu, diperlukan sikap yang baik dan bijak dalam menghadapi arus budaya asing yang masuk. Karena kita tidak boleh bersifat tertutup terhadap budaya asing dan tidak dapat dipungkiri juga dengan masuknya budaya asing selain berdampak negative saja, tetapi juga dampak positif untuk kemajuan bangsa kita agar tidak ketinggalan jam . Ayo sebagai generasi muda yang merupakan aset bangsa, kita   lebih selektif dan bijak dalam menyikapi budaya asing yang masuk ke Indonesia dan mulailah melestarikan budaya daerah dari lingkup sekolah dengan mengadakan lomba-lomba seperti festival budaya, fasion show memakai baju adat, dan sebagainya.

 

Sumber:

Hartono, Eko, dkk. 2007. Studi Masyarakat Indonesia. Semarang : FIS UNNES

Koentjaraningrat.2009.Pengantar Ilmu Antropologi.Jakarta: PT Rineka Cipta

Mubah, A. Safril. 2011. “Strategi Meningkatkan Daya Tahan Budaya Lokal dalam Menghadapi Arus Globalisasi”. Jurnal unair. Volume 24, Nomer 4 Hal: 302-308.http://journal.unair.ac.id/filerPDF/03%20Safril%20Strategi%20Meningkatkan%20Daya%20Tahan%20Budaya%20Lokal%20Safril%20mda.pdf, (diakses pada 18 Desember 2015 pukul 10.55)

Suneki, Sri. 2012. “Dampak Globalisasi Terhadap Eksistensi Budaya Daerah”. Jurnal Ilmiah Civis. Volume 2, Nomer 11 Hal: 307-322. http://e-jurnal.upgrismg.ac.id/index.php/civis/article/(diakses pada 18 Desember 2015 pukul 11.02

http://blog.unnes.ac.id/sitimukharomah31/

Materi Antropologi SMA Kelas X Bab 5 : Budaya Lokal, Budaya Nasional, Budaya Asing, Hubungan antar Budaya di Era Globalisasi

 

Leave a Reply

My Visitors
Following