Materi Sosiologi SMA/MA Kelas XI “Perbedaan, kesetaraan dan harmoni sosial “

Salam Ceria…
Generasi Muda Berprestasi…
Dalam postingan kali ini, saya akan memaparkan salah satu materi pembelajaran antropologi untuk SMA/MA kelas XI yang berpacu pada kurikulum 2013, yakni mengenei “perbedaan, kesetaraan, dan harmoni sosial”. Untuk lebih jelasnya, silahkan membaca dan memahami dari tulisan berikut yang sebelumnya telah di posting, untuk lebih jelasnya silahkan buka link ini Evfi Nurhidayah
Sebuah masyarakat terdiri atas kelompok-kelompok yang berbeda, secara horizontal maupun vertikal. Perbedaan secara horizontal adalah perbedaan antarindividu atau kelompok yang tidak menunjukkan adanya tingkatan lebih tinggi atau lebih rendah (disebut juga, differensiasi sosial). Sementara itu, perbedaan secara vertikal adalah perbedaan antar individu atau kelompok yang menunjukan adanya tingkatan lebih rendah atau lebih tinggi (disebut juga, stratifikasi sosial). Perbedaan ini harus senantiasa di bina agar tidak terjadi potensi konflik, karena dalam interaksi soal yang berbeda prinsip kesetaraan harus diterapkan. Prinsip kesetaraan telah ada sejak zaman revolusi prancis dengan semboyan liberte, egalite, dan franite. Prinsip tersebut dapat menciptakan harmoni sosial, dimana kehidupan bermasyarakat serasi dan sesuai dengan posisi sosial yang telah di konstruksikan oleh masyarakat.

STRUKTUR SOSIAL
Struktur sosial dalam masyarakat mencakup unsur-unsur :
1. Kelompok-kelompok sosial
2. Lembaga-lembaga sosial
3. Kaidah-kaidah atau norma-norma sosial
4. Lapisan-lapisan sosial (stratifikasi sosial)
Menurut Soerjono Soekant, struktur sosial mengandung tiga pengertian, yaitu:
1. Struktur sosial : organisasi yang berkaitan dengan pilihan dan keputusan dalam hubungan-hubungan sosial.
2. Struktur sosial : bangunan abstrak selaku masyarakat yang berisi susunan yang hierarki yang berisi kedudukan dan peran dari tingkatan yang tertinggi hingga tingkatan yang terendah
3. Struktur sosial : hubungan timbal balik antarposisi sosial dan antar peran.
Sementara Raymond Flirthberpendapat bahwa struktur sosial merupakan suatu pergaulan hidup manusia yang meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi dari banyak orang dan lembaga-lembaga di mana orang-orang tersebut ambil bagian.
Dari beberapa pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antar unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial dan lapisan-lapisan sosial.
Elemen Dasar Struktur Sosial
1. Status Sosial : Status sosial adalah kedudukan/posisi sosial seseorang dalam kelompok masyarakat. Dibedakan menjadi :
a. Ascribed status : didapat melalui kelahiran/keturunan
b. Achieved status : diperoleh melalui usaha
c. Assigned status : diberikan pada seseorang yang dianggap berjasa dalam masyarakat
2. Peran social : Peran sosial adalah seperangkat harapan terhadap seseorang yang menempati suatu posisi/status sosial tertentu
3. Kelompom sosial : Kelompok sosial adalah sejumlah orang yang memiliki norma-norma, nilai-nilai, dan harapan yang sama, serta secara sadar dan teratur saling berinteraksi
4. Lembaga sosial : Lembaga sosial adalah pola terorganisasi dari kepercayaan dan perilaku yang dipusatkan pada kebutuhan sosial yang mendasar
Klasisfikasi Struktur Sosial
Struktur sosial, dibedakan :
1. Struktur horisontal → tidak ada penjenjangan → melahirkan kelompok-kelompok sosial → dikenal dengan istilah differensiasi sosial
2. Struktur vertikal → ada penjenjangan → melahirkan kelas-kelas sosial → dikenal dengan istilah stratifikasi sosial

DIFFERENSIASI SOSIAL
Diferensiasi adalah penggolongan masyarakat berdasarkan faktor-faktor tertentu yang sejenis,seperti contohnya ras, agama, dan kebudayaan. Dimensi dari diferensiasi ini dilihat secara sejajar, bahwa tidak ada kelompok yang lebih tinggi dari yang lainnya. Namun demikian,dalam kenyataannya terdapat beberapa kelompok yang masih berpandangan rasial karena menganggap golongannya memiliki budaya yang lebih unggul. Pengelompokan horizontal yang didasarkan pada perbedaan ras, etnis “suku bangsa”, klen, agama, profesi, jenis kelamin,asal daerah dan partai politik. disebut kemajemukan sosial , sedangkan pengelompokan berasarkan perbedaan profesi dan jenis kelamin disebut heterogenitas sosial .
Bentuk-Bentuk Differensiasi Sosial
1. Diferensiasi Ras; dilihat dari perbedaan ciri-ciri fisik suatu kelompok masyarakat tertentu.
2. Diferensiasi Suku Bangsa merupakan sistem kekerabatan luas yang percaya bahwa mereka memiliki ikatan darah dan nenek moyang yang sama.
3. Diferensiasi Klan merupakan kesatuan genealogis yang bersifat religio magis dan memiliki hubungan kekeluargaan yang sakral.
4. Diferensiasi Agama; agama adalah pedoman hidup yang senantiasa dimiliki oleh masing-masing individu berdasarkan kepercayaan mereka terhadap suatu hal yang dianggap tertinggi.
5. Diferensiasi Jenis Kelamin; meskipun tidak diatur secara nyata namun dalam beberapa masyarakat jenis kelaminmempengaruhi tingkatan sosial mereka dalam masyarakat.
6. Diferensiasi Profesi; berkaitan dengan perebedaan keahlian seseorang dalam masyarakat yang pada akhirnya menyebabkan perbedaan jenis pekerjaan yang mereka jalankan.
STRATIFIKASI SOSIAL
Max Weber mengidentifikasi bahwa startifikasi sosial adalah penggolongan orang-orangdalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarki berdasarkan pada dimensi kekuasaan, dak istimewa, dan prestice. Adanya sistem lapisan masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya dalam proses pertumbuhan masyarakat itu. Tetapi ada pula yang dengan sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama. yang biasa menjadi alasan terbentuknya lapisan masyarakat yang terjadi dengan sendirinya adalah kepandaian, tingkat umur, sifat keaslian keanggotaan kerabat seorang kepala masyarakat, dan mungkin juga harta dalam batas-batas tertentu.Kriteria yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan adalah kekayaan, kekuasaan, kehormatan, ilmu pengetahuan.
Menurut Soerjono Soekanto, dilihat dari sifatnya pelapisan sosial dibedakan menjadi , yaitu
1. Stratifikasi Sosial Tertutup “Closed Sosial Stratification” merupakan kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan lain dibatasi, satu-satunya jalan untuk menjadi anggota suatu lapisan dalam masyarakat adalah kelahiran.
2. Stratifikasi Sosial Terbuka “Open Sosial Stratification” merupakan setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan sendiri untuk naik lapisan ataupun turun lapisan.
3. Stratifikasi Sosial Campuran merupakan campuran dari sistem stratifikasi sosialterbuka dan tertutup
KESETARAAN
Terdapat lima kategori kesetaraan, antara lain
1. Kesetaraan hukum
2. Kesetaraan politik
3. Kesetaraan sosial
4. Kesetaraan ekonomi
5. Kesetaraan moral
Terdapat tiga konsep kesetaraan, antara lain:
1. Kesetaraan kesempatan
2. Kesetaraan sejak awal
3. Kesetaraan hasil
HARMONI SOSIAL
Sesuatu yang sesuai dengan keinginan masyarakat umum, seperti keadaan tertib, teratur, aman dan nyaman dapat disebut sebagai suatu kehidupan yang penuh harmoni. Harmoni sosial adalah kondisi dimana individu hidup sejalan dan serasi dengan tujuan masyarakatnya. Harmoni sosial juga terjadi dalam masyarakat yang ditandai dengan solidaritas. Agar harmoni sosial dapat terwujud dalam masyarakat maka, prinsip kesetaraan harus diterapkan ditengah-tengah differensiasi dan stratifikasi sosial.
Dari materi tersebut, saya menambahkan link berita, silahkan buka link berikut ini
http://202.152.135.5/btkpdiy/versi2/?act=page&read=d_artikel&judul=Membangun%20Nilai-Nilai%20Kebhinekaan%20Melalui%20Pendidikan%20(Pembelajaran)%20Multikultural%20di%20Sekolahhttp://lifestyle.liputan6.com/read/2959867/kbri-oslo-meriahkan-festival-multikultur-di-norwegia?

PENGAYAAN
1. Menurut anda, apakah masyarakat Indonesia sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat yang multikultural?
2. Dari artikel berita tersebut, bagaimana kesimpulannya?
3. Berikan pendapat anda mengenai pendidikan multikultural di sekolah?
SUMBER
Amik, Padmi. 2014. Struktur Sosial
Maryati, Kun. 2014 . Sosiologi (Kelompok peminataan ilmu-ilmu sosial). Jakarta: Esis.
Soekanto, Soerjono. 1986. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : CV Rajawali

Tulisan ini dipublikasikan di Sosiologi SMA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons nartzco