Cerpen : RATU LANGIT

Penduduk desa khawatir akan tiba bencana yang besar di desanya, bagaimana tidak di atas langit sana terdapat dua ratu yang saling bermusuhan. Mereka berdua adalah Ratu Cerah dan Ratu Mendung. Kedua ratu ini tidak bisa akur entah apa sebabnya. Mereka hanya mementingkan ego masing-masing.

“Hei Ratu Cerah, aku ingin awan mendungku yang akan menutupi desa ini.” kata sang Ratu Mendung pada Ratu Cerah.

“Enak saja, kamu pikir desa ini milikmu saja. Sebaiknya kamu yang pergi… penduduk desa ini sangat menyukai awan ku yang putih seperti kapas tidak seperti punyamu yang hitam menakutkan.“ ejek Ratu Cerah dengan berkacak pinggang.

DDUUUAARRRRRR………….

Petir menyambar-nyambar di langit, menandakan Ratu Mendung sangat marah. Tanpa diketahui Ratu Mendung, petir yang dihasilkannya menyambar sebatang pohon besar, pohon itu pun terbakar dan jatuh berguling-guling menuju ke rumah penduduk desa. Penduduk pun lari keluar rumah menyelamatkan diri, tak berapa lama banyak rumah penduduk yang hangus terbakar. Penduduk desa sedih dan kecewa, harta benda mereka telah hangus terbakar. Mereka bingung bagaimana untuk menyelesaikan pertengkaran antara Ratu Cerah dan Ratu Mendung.

“Pak Kepala Desa bagaimana ini ? Saya sudah tidak punya rumah, rumah saya hangus terbakar.“ tanya salah satu penduduk yang kehilangan rumahnya kepada Pak Kepala Desa.

“Sementara ini Bapak dan Ibu yang rumahnya terbakar bisa mengungsi di Balai Desa terlebih dahulu, dan besok kita bersama-sama membangun rumah kalian yang telah hangus terbakar.“ saran Pak Kepala Desa dengan bijak.

Penduduk sangat resah terhadap perilaku kedua ratu langit tersebut. Setiap hari ada saja pertengkaran yang terjadi.

Penduduk desa dan Pak Kepala Desa bermusyawarah untuk menyelesaikan perkara ini, mereka telah menemukan cara untuk mendamaikan kedua ratu langit.

Keesokan pagi, kedua ratu langit sedang bertengkar, sekarang Ratu Cerah yang sangat marah dengan Ratu Mendung.

“Ratu Mendung ada apa dengan mu ? Mengapa kamu mengirim awan mendung di atas awan milikku ?” ujar Ratu Cerah marah.

“Terserah aku donk ! Salah siapa awan mu menghalangi jalan awan ku.“ jawab Ratu Mendung sombong.

Kemarahan Ratu Cerah mengakibatkan cuaca hari itu sangat cerah hingga membuat penduduk di bawahnya merasa kepanasan.

Akhirnya penduduk dan Pak Kepala Desa menuju bukit, tempat yang paling tinggi di desa itu. Mereka ingin bertemu dengan kedua ratu langit.

“Selamat pagi Ratu Cerah dan Ratu Mendung, saya mewakili penduduk desa ingin membicarakan sesuatu dengan kalian.“ kata Pak Kepala Desa dengan sopan.

“Ada apa kamu semua ingin bicara dengan kami ?“ Tanya Ratu Mendung.

“Maafkan kami para ratu, kami semua merasa dirugikan akibat pertengkaran kalian di langit, rumah kami terbakar karena petir yang di buat oleh Ratu Mendung, kami merasa kepanasan saat Ratu Cerah marah, dan juga tanaman kami tidak tumbuh dengan baik karena cuaca yang berubah-ubah. Kami semua ingin kalian berdamai, jikalau boleh kami ketahui ada masalah apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian para ratu ?“ tanya Pak Kepala Desa dengan hati-hati.

“Owh jadi itu maksud kalian ingin bertemu dengan kami. Kami ingin awan kami masing-masing yang menutupi desa kalian, kami saling berebut hingga menimbulkan kemarahan kami sendiri.“ jawab Ratu Cerah dengan lembut.

“Kami bingung membagi waktu untuk bergantian menutupi desa kalian. Kami minta maaf kalau kemarahan kami berimbas pada kalian penduduk desa.“ kata Ratu Mendung menyesal.

“Tak apa para ratu, kami hanya ingin kalian berdamai, kami akan berusaha untuk memberikan solusi yang terbaik untuk kita bersama, kami telah merundingkan solusinya, bagaimana jika Ratu Cerah menyelimuti desa kami pada bulan April sampai September, dan Ratu Mendung menyelimuti desa kami pada bulan Oktober sampai Maret ?“ tanya Pak Kepala Desa memberikan solusi.

Para Ratu Langit kemudian berunding. Tak berapa lama para ratu pun selesai, mereka menyetujui usulan dari Pak Kepala Desa.

Beberapa bulan kemudian desa itu pun sangat makmur, tanaman-tanaman tumbuh dengan subur, sesekali setelah hujan turun dan kembali cerah muncul pelangi yang sangat indah, inilah hasil dari kedamaian diantara para ratu langit. Para penduduk pun bahagia selama-lamanya. Inilah indahnya perdamaian seindah pelangi diatas langit sana.

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: