PERMASALAHAN GENDER DALAM PEMBELAJARAN, KEGIATAN SEKOLAH DAN FASILITAS SEKOLAH

Kali ini saya akan membagikan artikel tugas saya pada mata kuliah Sosiologi Pembangunan pada semester 3 mengenai Permasalahan Gender Dalam Pembelajaran, Kegiatan Sekolah dan Fasilitas Sekolah di SMAN Donorojo Jepara.

Dalam proses pembelajaran secara umum masih ada sekolah yang mengunggulkan laki-laki lebih di utamakan di bandingkan dengan perempuan contoh dalam hal tanya jawab ketika guru memberikan pertanyaan kepada siswa dan siswa mengangkat tangan si guru lebih menunjuk siswa laki-laki di banding dengan perempuan karena dianggapnya laki-laki lebih berbobot dibandingkan siswa perempuan.

  1. Dalam hal perlombaan siswa laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki kompetensi yang sama dan seimbang, mungkin di sekolah lain masih ada sudut pandang dari guru yang mendampingi misal guru menuntut yang melakukan perlombaan harus anak laki-laki karena laki-laki dianggap memiliki fisik yang lebih kuat dibandingkan dengan perempuan.
  2. Dalam hal pembelajaran di kelas yang lebih aktif yang antara perempuan dan laki-laki.
  3. Dalam hal memimpin atau sebagai pemimpin biasanya lebih dominan kepada anak putra karena dalam perspektif masyarakat laki-laki adalah seorang pemimpin.
  4. Di setiap sekolah banyak terjadi permasalahan yang dihadapi oleh siswa entah putra maupun putri.
  5. Ekstrakurikuler di SMAN 1 Donorojo
  6. Fasilitas di sekolah seperti pembedaan antara toilet putra dan putri
  7. Di indonesia banyak pandangan masyarakat yang melihat bahwa perempuan harus bekerja di ranah domestik dan laki-laki harus bekerja di publik.
  8. Dalam hal pemilihan organisasi kelas di SMAN 1 Donorojo

UPAYA YANG SUDAH DILAKUKAN OLEH SMAN 1 DONOROJO UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN TERSEBUT

  1. Di dalam sekolah SMAN 1 Donorojo menurut guru sosiologi, dalam proses pembelajaran ketika guru memberikan pertanyaan dan siswa laki-laki dan perempuan mengangkat tangan untuk menjawab, guru tidak memilih atau mengutamakan laki-laki. Karena hal tersebut menurut guru merupakan hal ilmiah, dan siapa yang pertama mengakat tangan pertama kali ia lah yang di tunjuk oleh guru. Bukan karena gender tapi karena siapa yang dahulu mengangkat tangan. Di SMAN 1 Donorojo tidak ada pemisah pemisahan gender untuk hal tersebut.
  2. Dalam hal perlombaan di SMAN 1 Donorojo, tidak ada diskriminasi gender dalam hal olahraga. Memang ada perlombaan ulang tahun sekolah yang di laksanakan pada bulan Desember, semua perlombaan di laksanakan oleh putra dan putri yang melibatkan sekolah lain. Kecuali futsal putri karena futsal putri di SMAN 1 Donorojo menawarkan dengan sekolah lain yang di undang apakah memiliki tim futsal putri untuk lomba atau tidak. Terkadang dalam sekolah-sekolah sudah memiliki tim futsal putri namun belum selevel untuk di lombakan. Akhirnya yang di bawa yang putra. Sebenarnya dari pihak SMAN 1 Donorojo telah menawarkan yang sama antara tim putra dan tim putri tetapi tidak semua sekolah yang di undang memiliki tim futsa putri yang mendukung. Tetapi untuk perlombaan volly SMAN 1 Donorojo mengambil putra dan putri dan tidak memprioritaskan putra sama sekali. Jadi siapapun yang memiliki bakat entah putra atau putri tetap diikutsertakan dalam perlombaan. Dan mendapatkan hadiah yang sama antara putra dan putri, tidak ada pembeda dalam memberikan hadiah antara putra dan putri. Dalam hal olahraga yang lebih memiliki semangat tinggi yaitu anak putra karena di manapun olahraga membutuhkan ego yang tinggi.
  3. yang lebih aktif bertanya, menjawab dan mengerjakan pr putri juga. Tetapi dalam hal menghapus papan tulis lebih banyak dilakukan oleh putra.
  4. tapi di SMAN 1 Donorojo dala hal memimpin doa tidak mengutamakan laki-laki maupun perempuan. Contoh dalam setiap upacara bendera, yang memimpin membaca doa dilakukan secara bergantian antara putra dan putri. Dan justru sering dilakukan oleh anak putri. Pemimpin upacara juga di bebaskan untuk putra maupun putri dan tidak mewajibkan harus putra. Ketua OSIS pada periode tertentu juga dipegang oleh siswa putri yang menjadi ketua OSIS. Di SMAN 1 Donorojo terbuka untuk siapapun yang ingin mencalonkan kandidat ketua OSIS baik putra maupun putri semua memiliki hak yang sama.
  5. yang lebih dominan yang mengalami masalah di SMAN 1 Donorojo adalah siswa putri yang memiliki permasalahan. Permasalahan tersebut lebih sering kepada permasalahan remaja. Misal masalah dengan teman akrab, masalah dengan pacar. Yang nampak lebih terasa dalam menghadapi masalah adalah siswa putri seolah-olah menjadi beban hidup. Tetapi kalau putra lebih cenderung cuek jika menghadapi masalah. Dan putra seringnya bermasalah dengan kenakalan seperti merokok, minum, pertengkaran dan lain-lain. Jadi masalah yang dihadapi oleh para siswa yang masuk ke dalam remaja dan sosial lebih banyak dialami putra. Tetapi yang berhubungan dengan pribadi banyak dialami oleh siswa putri.
  6. Dalam hal menghadapi sulit putri karena putri memiliki proteksi lebih tinggi dan untuk mengoreknya harus lebih kuat karena putri cenderung tertutup dan putra cenderung lebih terbuka dibandingkan dengan putri.
  7. Semua ektrakurikuler di laksanakan oleh putra maupun putri walaupun dalam hal ekstrakurikuler yang berat contohnya karate juga tidak memandang harus putra.
  8. Tetapi di SMAN 1 Donorojo sudah ada pemisah antara toilet putra dan putri tetapi dalam prakteknya masih ada campuran dalam penggunaan toilet. Sebenarnya sekolah sudah berusaha membuat toilet pemisah antara putra dan putri tetapi dalam prakteknya terkadang tidak beraturan dalam pengunaannya.
  9. Pemikiran bahwa perempuan harus bekerja di domesttik dan laki-laki harus bekerja di publik harus di rubah. Dalam hal pembelajaran guru sosiologi selalu memberi pelajaran kepada siswa putri bahwasannya sebagai perempuan harus tetaap bekerja walaupun dalam rumah tangga penopang ekonomi adalah laki-laki. Tetapi sebagai perempuan juga harus bekerja karena demi kehormatan pribadi, karena banyak angka di statistik perceraian di nasional dan kekerasan banyak dialami oleh perempuan yang tidak bekerja. Alasannya karena laki-laki dalam keadaan lelah dan laki-laki berfikiran bahwa perempuan hidupnya hanya mengandalkan laki-laki saja, jadi laki-laki melakukan hal yang mereka mau tanpa berfikir panjang. Tetapi lain jika perempuan bekerja dan bisa menghasilkan, sebagai peremuan memunyai nilai bobot di mata suami dan jika suami akan melakukan kekerasa pada perempuan maka si suami akan berfikir lebih jauh sebelum melakukannya. Karena jika perempuan bekerja maka kehormatan dirinya terjga, kehormatan keluarga juga terjaga. Karena jika perempuan teraniyaya oleh suami yang tersakiti bukan hanya diri perempuan, tetapi sebagai keluarga dari perempuan juga merasa tersakiti juga. Jangan sampai terjadi perempuan murni mengandalkan pekerjaan laki-laki.
  10. Di SMAN 1 Donorojo dalam pemilihan ketua kelas tidak mengutamakan laki-laki yang harus menjadi ketua kels. Tetapi dalam setiap kelas di adakan pemilihan suara dan biasanya teman-teman kelasnya sudah mengetahui mana yang layak dijadikan ketua kelas entah itu putra maupun putri. Jadi lebih ke arah kelayakannya menjadi ketua kelas. Dalam hal menjadi sekretaris sekolah bukan mengutamakan putri untuk menjadi sekretaris, tetapi lebih cenderung pada siswa yang memiliki tulisan bagus dan dapat di baca oleh teman-teman lainnya. Dan kebetulan yang memiliki tulisan bagus lebih banyak dimiliki oleh siswa putri. Jika putra ada yang memiliki tulisan yang bagus maka putra juga bisa di jadikan sekretaris.

RENCANA SEKOLAH KE DEPAN

Untuk kedepannya di SMAN 1 Donorjo mengharapkan sudah tidak ada lagi permasalahan tentang ketidakadilan gender. Laki-laki maupun perempuan semua sama, memiliki kopetensi yang sama dan memiliki hak yang sama dalam menjalani di setiap kehidupannya. Lewat pembelajaran yang selalu di berikan di sekolah, sekolah akan terus berusaha menerapkan kepada para siswa tentang bias gender guru mengharapkan siswa mampu berfikir lebih jauh dan diharapkan siswa sadar akan kemampuan dan peran sebagai laki-laki dan perempuan.

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel Kuliah SosAnt. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: