NURUL PUNYA

Buat Dunia Bahagia Karenamu, Mari Belajar Bersama

Materi Kelas XI Sosiologi: Perbedaan, kesetaraan dan harmoni sosial serta contoh fenomena

Pengertian+Diferensiasi+Sosial+dan+Bentuk+Bentuk+Diferensiasi+Sosial

1. Pengertian Diferensiasi Sosial
Kehidupan manusia berbeda-beda sesuai dengan jalan hidup
masing-masing dan setiap manusia bebas memilih jalan hidupnya
sendiri. Kehidupan manusia dalam lingkup yang kecil antara satu
sama lain akan terlihat perbedaannya, seperti lingkungan masyarakat
rukun tetangga (RT) Kelurahan B di Kota Y. Anggota masyarakatnya
di satu pihak memiliki banyak kesamaan, di pihak lain memiliki
banyak perbedaan, dalam hal kedudukan yang diperankan melalui
profesi masing-masing. Perbedaan-perbedaan yang dimiliki setiap
anggota masyarakat merupakan diferensiasi sosial. Dengan kata lain,
diferensiasi sosial adalah pengelompokan masyarakat ke dalam atribut
secara horizontal, seperti ras, etnis atau suku bangsa, klan, agama,
profesi, dan jenis kelamin.

2.  Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial
Sesuai dengan pengertiannya, yaitu pengelompokan ke dalam
kelas-kelas secara horizontal, masyarakat memiliki bentuk-bentuk
sebagai berikut.


a.  Perbedaan Ras dan Etnis
Konsep ras memiliki banyak pengertian, bergantung pada tujuan
dan kondisi yang diperlukan. Dalam pemahaman masyarakat secara
umum, ras dapat berarti golongan tertentu umat manusia berdasarkan
ciri-ciri biologis. Beberapa ahli sosial mengartikan ras sebagai suatu
kelompok manusia yang dapat dibedakan dari kelompok lainnya
karena ada beberapa karakteristik fisik atau lahiriah, seperti warna
kulit, bentuk muka (mata, hidung, bibir, dagu), warna dan bentuk
rambut. Misalnya, penggolongan ras mongoloid, negroid, ataupun
kaukasoid.
Tanah air Indonesia adalah negeri kepulauan yang terdiri atas
kurang lebih 13.667 pulau besar dan kecil yang satu sama lain terpisah
oleh lautan. Bangsa Indonesia yang majemuk terbagi-bagi atas kelompokkelompok etnis, agama, status sosial dalam bentuk diferensiasi sosial
yang merupakan pembagian sosial secara horizontal. Keanekaragaman
bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang sesuai dengan lingkungan
tempat mereka berada. Keanekaragaman tersebut berdasarkan
penggolongan sosial budaya, yang disebut perbedaan etnis.

Umat manusia yang menempati permukaan bumi telah digolongkan menurut ciri lahiriahnya (ras) ke dalam dua golongan, yaitu
sebagai berikut.
1)  Ciri-ciri kualitatif, meliputi warna kulit, warna dan bentuk
rambut, bentuk bibir, bentuk hidung, dan lain-lain.
a)  Warna kulit, merupakan ciri yang paling tampak pada setiap
ras manusia. Warna kulit terdiri atas hitam (malanoderma)
dan putih (leucoderma), serta variasi hitam dan putih,
misalnya kuning (xanthoderma). Sebagai contoh, putih
(Nordik), kuning (Tionghoa), cokelat (Dravia), kuningcokelat (Polinesia), cokelat-hitam (ras Negro).
b)  Warna rambut terdiri atas hitam, cokelat, dan keemasan.
c)  Warna mata terdiri atas hitam, cokelat, biru, hijau, dan abuabu.
d)  Bentuk rambut terdiri atas bentuk lurus (leiotris), bergelombang (cymotris), dan seperti wol (ulotris).
e)  Bentuk muka atau wajah, dapat dipengaruhi oleh tiga faktor,
yaitu:
(1)  indeks muka, misalnya panjang, lebar, dan sedang;
(2)  bentuk tulang pipi;
(3)  prognatisme, yaitu derajat proyeksi muka di banding kan
posisi kepala secara vertikal atau tegak;
(4) bentuk dagu;
(5)  bentuk hidung, misalnya sempit (leptorrhine), sedang
(mesorrhine), dan lebar (playhyrrhine).
2)  Ciri-ciri kuantitatif, meliputi berat badan, tinggi badan, ukuran
badan, bentuk dan ukuran kepala. Untuk mengetahui ukuran
kepala (index chephalis), dilakukan dengan cara membagi lebar
kepala dengan panjangnya, kemudian dikalikan seratus. Kepala
manusia terdiri atas tujuh bentuk, yaitu ultradolichocephalis,
hyperdolichocephalis, dolichocephalis, mesocephalis, brachycephalis,
hyperbracycephalis,dan ultra bracycephalis.
Untuk memudahkan Anda dalam mengenal ras, A.L. Kroeber
membuat klasifikasi serta hubungan-hubungan antarras di dunia,
sebagai berikut.
1)  Ras Kaukasoid. Ras ini meliputi orang-orang kulit putih dengan
beberapa variasinya yang diklasifikasikan ke dalam empat
rumpun, yaitu sebagai berikut.
a)  Kaukasoid Nordik (Nordic Caucasoid): ukuran tubuh tinggi,
rambut keemasan, mata biru, bentuk muka lonjong atau
oval. Ras tersebut terdapat di daerah Eropa Utara sekitar
Laut Baltik.
b)  Kaukasoid Mediterania (Mediteran Caucasoid): ukuran tubuh
lebih pendek daripada Nordik, rambut cokelat dan hitam, mata
coklat, bentuk muka bulat. Ras tersebut terdapat di sekitar Laut
Tengah, Afrika Utara, Armenia, Saudi Arabia, dan Iran.
c) Kaukasoid Alpin (Alpin Caucasoid): ciri-ciri tubuh antara tipe
Nordik dan Mediterania. Mereka terdapat di daerah Eropa
Timur dan Eropa Tengah.
d)  Kaukasoid Indik atau Hindu (Indic Caucasoid): ukuran
tubuh lebih pendek daripada Mediterania, warna kulit
ras Mong o loid (kuning dan coklat), tetapi bentuk muka
ras Kaukasoid, mata hitam, rambut hitam, bentuk muka
lonjong atau oval dan bulat. Mereka terdapat di Pakistan,
India, Banglades, dan Srilanka.
2)  Ras Mongoloid. Ras ini diklasifikasikan ke dalam tiga rumpun,
yaitu sebagai berikut.
a)  Mongoloid Asia(Asiatic Mongoloid): warna kulit kuning
pucat atau putih lobak, ukuran tubuh sedang, rambut hitam
kejur, bentuk muka lonjong atau oval dan bulat, mata sipit.
Ras tersebut terdapat di daerah Asia Utara, Asia Tengah,
dan Asia Timur.
b)  Mongoloid Malaya atau Oceania (Malayan Mongoloid):
warna kulit kuning kecokelatan, ukuran tubuh agak tinggi,
bentuk muka lonjong atau oval dan bulat, mata biasa, rambut
hitam lurus, dan bergelombang (ikal). Mereka terdapat di
daerah Asia Tenggara, Kepulauan Indonesia, Malaysia,
Filipina, dan penduduk asli Taiwan.
c)  Mongoloid Amerika atau Indian (American Mongoloid):
warna kulit merah, ukuran tubuh tinggi, rambut hitam lurus,
bentuk muka lonjong atau oval, mata sipit. Mereka terdapat
di daerah Amerika Selatan (penduduk Terra del Fuego) dan
di Amerika Utara (penduduk asli Eskimo).
penduduk kepulauan Indonesia terdiri atas ras-ras manusia
yang berbeda (Mongoloid, Negroid, Kaukasoid). Masing-masing
memiliki ciri fisik tertentu yang berbeda, sebagai akibat pewarisan
biologi. Beberapa kalangan beranggapan bahwa orang-orang dan
ras tertentu, ciri-ciri kepribadian tertentu, watak tertentu, bahkan
kebudayaan tertentu pula, tetapi pada kenyataannya tidak demikian.
Terdapat kecenderungan pada banyak orang untuk mempertahankan kemurnian ras dengan melakukan perkawinan di antara mereka atau beranggapan bahwa dirinya merupakan perwujudan ras
murni asli. Bangsa Indonesia tidak mengenal adanya ras murni dari
suatu ras utama di dunia melainkan campuran dari ras-ras yang
lain. Ras manusia yang menjadi penduduk Indonesia merupakan
sebagian dari keseluruhan ras manusia yang ada di dunia sehingga
kebanggaan yang menjadikan dirinya ras yang unggul merupakan
kebanggaan semu yang hanya akan memecah belah bangsa. Oleh
karena itu, perbedaan ras merupakan perbedaan lahiriah saja, sebagai
bukti bahwa bangsa Indonesia beraneka ragam, tetapi kita adalah
sebuah bangsa yang utuh.

b. Perbedaan Agama
Agama merupakan institusi penting yang mengatur kehidupan
manusia. Istilah agama yang dikenal masyarakat merupakan
terjemahan dari kata religionyang berarti mengikat. Menurut
Emanuel Kant, agama adalah perasaan berkewajiban melaksanakan
perintah-perintah Tuhan. Agama tidak terbatas perasaan, tetapi juga
ibadah atau amaliah. Menurut Emile Burnaof, agama merupakan
amaliah akal manusia yang mengakui adanya kekuatan Yang
Maha tinggi dan amaliah hati manusia yang memohon rahmat dari
kekuatan tersebut.
Ada pula yang mengartikan bahwa agama adalah suatu
sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang
berhubungan dengan hal-hal suci. Kepercayaan tersebut mempersatukan semua orang yang beriman ke dalam suatu komunitas
moral yang dinamakan umat. Seseorang memeluk suatu agama
sifatnya tidak rasional. Manusia pada prinsipnya adalah makhluk
yang mempunyai rasa kagum terhadap sesuatu yang gaib. Sikap
tersebut mampu menggetarkan jiwa jika manusia mengingatnya.
Hal ini terwujud dalam pikiran dan gagasan yang diterapkan dalam
bentuk peribadatan.

Di dunia ini terdapat banyak agama, antara lain Islam, Nasrani
(terbagi menjadi Katholik dan Protestan), Buddha, dan Hindu.
Selain itu, terdapat juga agama-agama khusus dan kepercayaankepercayaan yang diyakini oleh kelompok masyarakat atau bangsa
tertentu, seperti konfusianisme (agama-agama Kong Hu Cu),
Taoisme (agama Tao), Judaisme (agama Yahudi), Shintoisme (agama
Shinto), dan lain-lain. Perbedaan dalam agama dapat dilihat dari
cara beribadat dan kitab suci yang dimilikinya sebagai pokok-pokok
ajaran yang bersumber pada Tuhannya.

c.  Perbedaan Suku Bangsa
Menurut Heckmann, suku bangsa adalah sekelompok manusia
yang memiliki kolektivitas serta identitas kultural tertentu dan
hidup dalam sebuah negara, bersama-sama kelompok etnis lainnya.
Adapun Koentjaraningratmengartikan suku bangsa sebagai suatu
golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan
kesatuan kebudayaan, sedangkan kesadaran dan identitas tersebut
sering dikuatkan oleh kesatuan bahasa.

d.  Perbedaan Jenis Kelamin
Jenis kelamin merupakan salah satu kategori yang diperoleh
manusia sejak lahir. Jenis kelamin juga merupakan salah satu unsur
pembeda dalam diferensiasi sosial. Secara hakiki, perbedaan lakilaki dengan perempuan bersifat horizontal atau tidak menunjuk kan
perbedaan derajat yang tinggi atau rendah sebab perbedaan tersebut
hanya menyangkut bentuk dan sifat dasar.

Di berbagai bidang kehidupan, perbedaan jenis kelamin bukanlah
halangan untuk melakukan suatu pekerjaan. Saat ini, banyak wanita
yang menggeluti bidang pekerjaan yang dahulu hanya dilakukan
oleh kaum laki-laki, meskipun ada beberapa pekerjaan yang tidak
mungkin dilakukan oleh wanita. Contohnya, seperti bekerja menjadi
tukang becak atau bekerja di pengeboran minyak lepas pantai.

e. Perbedaan Profesi
Kehidupan manusia, terutama yang telah memiliki pekerjaan
dan menjalankan tugasnya sehari-hari, tidak lepas dari profesi atau
kedudukan. Kedudukan yang dimiliki seseorang dilatarbelakangi
peran yang berfungsi melaksanakan hak dan kewajiban dalam
kegiatan sehari-hari. Profesi akan berdampingan dengan kedudukan.
Walaupun setiap orang dapat saja memiliki kedudukan yang sama
dengan orang lain, profesi dapat berbeda.
Misalnya, dua orang memiliki kedudukan yang berada pada
lapisan menengah, tetapi mereka memiliki profesi yang berbeda.
Bapak R profesinya sebagai dokter, sedangkan bapak T seorang
psikiater, dan keduanya memiliki kedudukan terhormat dalam
masyarakat walaupun berbeda profesi.
Setiap orang memiliki profesi yang umumnya didapat dan
disesuaikan dengan latar belakang pendidikan, keterampilan, dan
keahlian. Perbedaan profesi akan berhubungan dengan perbedaan
sumber dan besarnya pendapatan, sebagai hak yang harus diterima
seseorang. Misalnya sebagai berikut.
1)  Seorang penarik becak menjalankan kewajibannya dengan
cara mengantarkan keinginan penumpang ke tempat tujuan,
kemudian memperoleh hak berupa pembayaran jasa yang
disepakati.
2)  Seorang pengemudi angkutan kota menjalankan kewajibannya
membawa penumpang pada jalur (rute) yang telah ditentukan,
begitu pula halnya dengan pembayaran jasa penumpang. Jalur
dan besarnya pembayaran jasa angkutan kota ditentukan oleh
Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan Dinas Angkutan Lalu
Lintas Jalan Raya (DLLAJR).

Kewajiban yang dijalankan oleh orang yang memiliki profesi
dapat berbeda-beda, begitu pula cara dan sumber imbalan sebagai
hak yang diterima. Perbedaan antara suatu profesi dan profesi lain
bersifat horizontal sebab tidak ada sesuatu jenis pekerjaan yang
lebih baik daripada pekerjaan lain. Dalam hubungannya dengan
diferensiasi sosial, setiap profesi jangan dinilai atau diukur secara
ekonomis dan normatif sebab jika dinilai secara ekonomi hanya akan
menggambarkan tinggi-rendah atau baik-buruknya. Contohnya,
penghasilan seorang dokter lebih besar dibandingkan penarik
becak, tetapi bukan karena penghasilan dokter lebih besar kemudian
bersikap merendahkan tukang becak. Semua pekerjaan mungkin
berbeda jenisnya, namun kita harus melihat manusianya, yakni
sama-sama makhluk Tuhan.

f. Perbedaan Klan
Klan berhubungan dengan latar belakang keturunan yang
tergabung dalam keluarga luas, baik berdasarkan garis keturunan
wanita (matrilineal) maupun laki-laki (patrileneal) atau keduanya.
Klan merupakan suatu organisasi sosial yang khusus menghimpun
anggotanya berasal dari satu keturunan yang sama sehingga klan
akan memiliki struktur sosial tersendiri yang secara khusus untuk
memperkokoh ikatan kekerabatan di antara mereka.
Orang-orang yang terhimpun dalam suatu klan dapat diketahui
dari nama belakang (nama keluarga) yang mereka pakai seperti yang
dimiliki oleh masyarakat Batak, tetapi terdapat juga anggota sebuah
klan yang dapat dikenali dari lambang-lambang yang dipasang di
rumah atau perilaku khusus yang hanya berlaku bagi suatu klan.
Klan di Indonesia merupakan warisan budaya yang diturunkan oleh
pendahulu mereka.
Tidak semua orang Indonesia memiliki klan karena di antara
mereka banyak yang tidak memperhitungkan latar belakang atau
asal keturunan. Adanya perkawinan antarsuku bangsa dapat
memperlemah kedudukan seseorang dalam keanggotaan suatu klan,
dan yang bersangkutan dapat saja membentuk suatu struktur sosial
baru yang berbeda dari klan.

sumber: Waluya. 2009. Sosiologi Menyelam Fenomena Sosial di Mayarakat untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: PT. Setia Purna Inves.

artikel:

Indahnya diferensiasi Agama dan Pendidikan Masyarakat Pedesaan (Desa sumogawe. Kecamatan Getasan)

Masyarakat desa cenderung dikaitkan dengan matapencaharian pada sektor pertanian. Pada masyarakat pedesaan ditandai dengan sektor pertanian, struktur sosialnya terbentuk berdasarkan pada struktur agraris tertentu (Ibrahim,2003: 41). Hal itu dirasa sesuai dengan kondisi masyarakat di Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Di sana masih dapat dilihat hamparan sawah hijau, rerumputan serta masyarakatnya yang masih menggantungkan hidupnya pada pertanian dan peternakan. Hewan ternak yang dipelihara adalah sapi perah, sapi yang memiliki corak belang-belang putih dan hitam tersebut mampu menghasilkan penghasilan untuk masyarakat Desa Sumogawe. Sebagaimana yang saya lihat pada salah satu kediaman petinggi dusun Mujo Desa Getasan, di sana terdapat bangunan luas yang dapat digunakan untuk mengadakan perkumpulan warga termasuk kegiatan sosialisasi atau penyuluhan dari pihak luar warga Desa termasuk kegiatan yang telah saya laksanakan bersama teman-teman Peer Educator lainnya. Dari dalam ruangan, terdengar keras suara sapi yang ternyata berada tepat di balik ruangan tersebut. Terdapat kurang lebih 13 ekor sapi perah yang dipelihara dengan anakan sapi berada di belakang kandang. Sistim peternakan saya kira sangat teratur, jika melihat kondisi kandang yang terawat bahkan terdapat di dalam ruangan. Harga susu yang ditawarkan pun masih murah yaitu Rp 5.000 per liternya.

Beralih dari matapencaharian warga Desa yang cenderung masih banyak yang menjadi peternak dan petani, akan berbeda sekali dengan kondisi umumnya masyarakat desa yang cenderung homogen. Dari sudut pandang teori Luhmann, ciri utama masyarakat modern ialah proses diferensiasi sistem yang meningkatsebagai suatu cara untuk menangani kompleksitas lingkungannya (Rasch, 2000; Vanderstraeten, 2005 dalam Ritzer, 2012). Dijelaskan bahwa masyarakat modern yang identik dengan perkotaan memiliki kompleksitas yang lebih. Homogenitas masyarakat desa yang selama ini berkembang nampaknya tidak terlihat pada masyarakat desa Sumogawe karena pada desa tersebut dapat dikatakan beragam terutama pada agama atau kepercayaannya. Sebagaimana hasil wawancara yang telah dilaksanakan dengan seorang wanita berusia 24 tahun bernama Yati, menjelaskan bahwa:

“di sini memang ada 3 agama mbak, ada Islam, Kristen, dan Budha. Di dalam ruangan ini ke-tiga agama ada semua. Saya sendiri beragama Islam…”

Keragaman yang terdapat pada masyarakat desa secara Nampak dapat terlihat ketika banyak dijumpai masyarakat yang berjilbab, dan banyak pula yang tidak. Bukan hanya pada segi agama saja, namun keragaman juga terdapat pada latar belakang pendidikan mereka. Keragaman latar belakang pendidikan diperoleh datanya ketika dari sejumlah anggota karang taruna yang hadir pada pertemuan beberapa ada yang masih lulusan Sekolah Dasar, ada pula yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama serta ada juga yang telah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dengan jurusan kependidikan.

Diferensiasi agama dan pendidikan yang terjadi pada kehidupan masyarakat desa Sumogawe tidak menimbulkan konflik sosial yang berarti melainkan adanya toleransi yang sangat kuat. Kuatnya toleransi masyarakat desa terlihat sebagai contoh meskipun terdapat warga muslim yang mengharamkan anjing namun masyarakat tetap diperbolehkan memelihara anjing di sekitar rumah, selain itu, jarak antar tempat ibadah sangat berdekatan. Hal tersebut saya lihat ketika dari satu jajaran bangunan sepanjang jalan desa, dari jarak kurang dari 400 meter dapat ditemui tempat ibadah yang berbeda-beda, yaitu ada vihara, masjid dan gereja yang berdiri kokoh dengan gaya arsitektur yang mencirikan agama masing-masing. Seperti masjid dengan kubahnya, gereja dengan lambing salib dan gambar Yesus serta Vihara dengan patung-patung Budhanya, hal tersebut menandakan masyarakat tidak saling terganggu dengan aktivitas keagamaan.

Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah di dalam kehidupan bermasyarakat terutama yang terus berjalan ke arah modern akan terbiasa dengan adanya diferensiasi sosial. Konflik yang diakibatkan dari adanya perbedaan akan dapat diminimalkan jika pada setiap warga masyarakat menghargai perbedaan dan mengedepankan toleransi antar satu sama lain.

Sumber:

Ibrahim, Jabal Tarikh.2003.Sosiologi Pedesaan. Malang: UMM Press

Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

posted by nurul in PENDIDIKAN/SOSIOLOGI SMA and have No Comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment

Skip to toolbar