Simulasi Media [Postmodern]

Media massa kini telah berkembang sangat pesat dengan menghadirkan inovasi-inovasi unik untuk menarik perhatian public, seperti iklan produk kecantikan. Kini produk kecantikan telah banyak dihadirkan di media televise maupun internet. Ketika kita membuka youtube, facebook, line, website, dan lainya iklan juga sering muncul. Iklan yang ditampilkan terkadang memberikan efek yang berlebihan seperti iklan make up wajah, skin care, body lotion, dan shampoo. Iklan tersebut menghadirkan sebuah produk yang langsung memberikan efek putih dalam satu kali pakai. Wanita yang ditampilkanpun yang mempunyai warna kulit putih, kita dapat melihat ini pada iklan wardah. Hampir semua iklan yang ditampilkan oleh wardah adalah wanita dengan kulit putih, sehingga terdapat sebuah statement bahwa wanita cantik adalah berkulit putih.

Padahal iklan yang ditanyangkan mendapatkan sentuhan besar dari kecanggihan teknologi computer yang memberikan efek grafis tertentu. Contohnya adalah di iklan garnier sakura white pinkish glows serier yang menghadirkan artis cantik pefita pears. Dari iklan tersebut menampilkan bahwa ketika menggunakan produk tersebut kulit wajah langsung menjadi putih bercahaya, gloeing, dan tidak kusam. Dari yang awalnya berwarna kecoklatan menjadi putih bening dan laki-laki yang melihat langsung terpesona bahkan ada yang tersandung karena melihat kecantikan wajahnya. Menurut Bil iklan tersebut melakukan simulasi yaitu menciptakan konsep atau sesuatu yang berhubungan dengan mitos yang tidak dapat dilihat kebenaran dalam kenyataatnya (Muhammad, 2014). Iklan tersebut dengan munggunakan efek-efek dari computer agar terlihat lebih menarik. Teknologi menghadirkan realitas asli menjadi jauh dari realitas nyata di masyarakat, Baudrillard menyebutnya dengan hyper reality.

Visualisasi yang digunakan semakin menjauhkan dari realitas di masyarakat, namun hampir semua video krip iklan kecantikan mengemasnya dengan efek yang berlebihan. Pandangan bahwa wanita cantik adalah yang berkulit putih nyatanya di masyarakat warna kulit gelapun tetap terlihat cantik. Komersial produk kecantikan terus menerus menampilkan model wanita putih tinggi agar konsumen terus menerus membeli produk. Padahal bisa saja warna kulit wanita indonesia tidak sesuai dengan warna kulit model yang ditampilkan. Hal ini dapat dilihat dari iklan fashil body lotion yang menampilkan model yang berasal dari luar negeri (bule). Tentu saja warna kulit berbeda, sehingga fakta yang erjadi di masyarakat ketika wanita indonesia menggunakan body lotion tersebut tidak berubah menjadi kulit putih seperti yang ditampilkan di iklan. Tidak jarang dari konsumen yang kecewa terhadap produk kecantikan tersebut karena tidak sesuai dengan iklan dan realitas yang terjadi.

Referensi
Azwar, M. 2014 Teori simulacrum jean baudrillard dan upaya pustakawan mengidentifikasi informasi realitas. Jurnal ilmpu perpustakaan dan kearsipan khizanah al hikmah, vol. 2 no. 1 hlm 38-48