Herbal Traditional Medicine di Desa Ngaliyan Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung

Postingan ini merupakan tugas mata kuliah Antropologi Kesehatan pada semester 5. Berisi tentang pengobatan herbal di Desa Ngaliyan.

Ngaliyan adalah sebuah desa di Kecamatan Bejen bagian timur laut, Kabupaten Temanggung. Di Desa Ngaliyan, masyarakatnya masih menggunakan tanaman obat untuk mengobati penyakitnya selain pengobatan modern. Di Indonesia sendiri banyak jenis tanaman obat yang tersebar di berbagai daerah. Setiap daerah mempunyai cara tersendiri untuk mengolah tanaman tersebut. Jenis-jenis tanaman yang digunakan masyarakat desa ngaliyan pada umumnya adalah sebagai berikut:

  1. Kunyit

Kunyit adalah salah satu tanaman rempah-rempah yang sangat banyak di Indonesia. Masyarakat desa Ngaliyan biasa menyebutnya dengan “kunir”. Tanaman kunyit merupakan tanaman jangka panjang atau tahunan dengan daun besar berbentuk elips. Batang tanaman kunyit adalah batang semu dan berwarna hijau. Perbungaan tanaman ini muncul dari rimpang, akar kunyit memiliki bau yang khas, rasanya agak pedas dan pahit.

Tanaman yang mempunyai nama ilmiah(Curcuma domestica) sudah lama dikenal sebagai tanaman yang berkhasiat, selain bermanfaat untu sebagai bahan bumbu berbagai jenis masakan, kunyit dapat pula digunakan untuk menyembuhkan beberapa penyakit.  Seperti yang disampaikan oleh informan berikut ini:

“ Biasanya saya menggunakan kunyit ini ketika saya sedang diare atau  sakit perut. Terus kalau anak saya sedang haid kemudian nyeri biasanya saya juga membuatkan kunyit ini untuk anak saya supaya tidak nyeri nyeri. Kunyit ini saya bakar kemudian direbus dan saring, biasanya saya tambah dengan asem supaya rasanya tidak terlalu pahit” (Kamsini, 57 Tahun. 26 Oktober 2017).

Selain dari informan, sepengetahuan saya kunyit juga dapat menyembuhkan penyakit maag dan menambah nafsu makan jika dikonsumsi secara rutin.

  1. Kencur

Masyarakat desa Ngaliyan menyebutnya juga “kencur”. Tanaman dengan nama ilmiah (Kaempferia galanga L.) juga sudah lama dikenal sebagai tanaman yang berkashiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Tanaman ini diperkirakan berasal dari daerah Asia Tropika. Kencur merupakan terna kecil, daun melebar dan hampir rata dengan tanah , pelapah daun berdaging, bonggolnya setengah duduk, jumlah mahkota bunga sekitar 4-10, memiliki warna putih seperti lembayung, rimpang bercabang banyak, akarnya sering terdapat umbi yang berada di dalam tanah warnanya putih kekuningan dan tengahnya berwarna putih dan berbau harum.

Tanaman kencur mempunyai kegunaan tradisional dan sosial yang cukup luas di Indonesia. Produk utama kencur adalah rimpangnya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat nabati tradisional, minuman penyegar, dan bumbu dapur.

Sebagai tanaman obat, kencur memberikan manfaat cukup banyak terutama rimpangnya. Rimpang kencur berkhasiat untuk obat batuk, gatal-gatal pada tenggorokan, perut kembung, rasa mual, masuk angin, pegal-pegal, pengompresan bengkak, tetanus, penambah nafsu makan, dan juga sebagai minuman segar, (Rukmana, 1994:10). Seperti yang disampaikan oleh informan:

“Kencur ini biasanya saya gunakan untuk obat saat anak saya sakit batuk. Tapi tidak hanya kencur saja, saya biasanya menambahkan madu supaya anak saya suka. Saat saya masuk angin juga biasanya saya minum jamu beras kencur, kadang saya beli di penjual jamu keliling kadang juga buat sendiri”. (Harmini, 45 Tahun. 26 Oktober 2017).

  1. Temulawak

Temulawak merupakan tanaman tahunan, berbatang semu, berwarna hijau dan coklat gelap. Tinggi batangnya antara 1,5 cm sampai 2 cm. Batangnya tersusun atas upih-upih daun. Daunnya berbentuk seperti mata lembing jorong agak melonjong. Telapak daunnya berwarna hijau, bergaris-garis coklat, lebarnya antara 1 cm sampai 2,5 cm, dan berbntik-bintik jernih hijau muda.

Temulawak termasuk salah satu jenis temu-temuan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Asia Tenggara. Temulawak sudah lama dimanfaatkan oleh mereka untuk berbagai keperluan.

Masyarakat desa Ngaliyan biasanya menyebutnya “temu”. Tanaman dengan nama ilmiah (Curcuma xanthorrhiza. ROXB). Temulawak dapat dimanfaatkan sebagai obat, sumber karbohidrat, bahan penyedap masakan dan minuman, serta pewarna alami untuk makanan dan kosmetika, (Said,  2006:9). Seperti yang disampaikan informan:

“Saya menggunakan temulawak ini saat saya merasa sembelit dan susah mengeluarkan angin. Temulawak ini saya rebus dengan air 2-3 gelas hingga tersisa 1 gelas”, (Murtijah, 60 Tahun. 26 Oktober 2017).

  1. Daun Jambu Biji

Jambu biji berasal dari Amerika Tropk, tumbuh pada tanah yang gempur maupun liat. Daunnya tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan, daun muda berambut halus, permukaan atas daun tua licin. Helaian daun berbentuk bulat telur agak jorong, ujung tumpul, pangkal membulat, tepi rata agak melekuk ke atas, pertulangan menyirip, berwarna hijau.

Masyarakat desa Ngaliyan menyebutnya “godong jambu klutuk”. Nama ilmiahnya adalah (Psidium guajava). Daunnya rasanya manis, sifatnya netral, berkhasiat astringen (pengelat), antidiare, antiradang, penghenti perdarahan (hemostatis), dan peluruh haid (Dalimartha, 2000: 72). Daun digunakan untuk pengobatan diare akut, kronis, disentri; perut kembung pada bayi dan anak; kadar kolesterol darah meninggi; haid tidak lancar; sering buang air kecil (anyang-anyangan); luka, luka berdarah, dan; sariawan. Seperti yang dikatakan informan sebagai berikut:

“Saya mengkonsumsi daun jambu biasanya saat diare, malahan daunnya saya petik langsung saya makan. Daun jambu ini benar-benar berkhasiat, nyatanya saya juga sembuh dari diare”, (Harmini, 45 Tahun. 26 Oktober 2017).

LAMPIRAN

 

  1. Alamat penelitian : Desa Ngaliyan Kec. Bejen Kab. Temanggung
  2. Identitas Informan :
  3. Nama : Kamsini

Usia                             : 57 Tahun

Pekerjaan                     : Petani

Alamat                        : RT 02/06 Ngaliyan Bejen Temanggung

  1. Nama : Harmini

Usia                             : 45 Tahun

Pekerjaan                     : Guru Swasta

Alamat                        : RT 01/06 Ngaliyan Bejen Temanggung

  1. Nama : Murtijah

Usia                             : 60 Tahun

Pekerjaan                     : Petani

Alamat                        : RT 01/06 Ngaliyan Bejen Temanggung

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Dalimartha, Setiawan. 2000. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2. Jakarta:         Trubus Agriwidya.

Rahimsyah. Pengobatan Cara Herbal dan Pijat Refleksi: Lingkar Media

Rukmana, rahmat. 1994. Kencur. Yogyakarta: Kanisius

Rukmana, rahmat. 1996. Temulawak Tanaman Obat dan Rempah. Yogyakarta:     Kanisius

Said, ahmad. 2006. Khasiat&manfaat temulawak. Jakarta: sinar wadja lestari

Zein, Umar. Pemanfaatan Tumbuhan Obat Dalam Upaya Pemeliharaan    Kesehatan. Fakultas Kedokteran: Universitas Sumatera Utara

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel Kuliah SosAnt. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: