SOS XII BAB 2Modernisasi

Modernisasi berasal memiliki kata dasar modern yang berasal dari bahasa latin yaitu modernus yang terdiri dari kata modo dan ernus. Modo adalah cara dan ernus menunjuk pada adanya periode waktu masa kini. Jadi, modernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat modern. Koentjaraningrat mendefinisikan modernisasi ialah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan keadaan dunia sekarang. Sedangkan Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa modernisasi merupakan suatu bentuk dari perubahan sosial yang biasanya terarah dan didasarkan pada suatu perencanaan (social planning)

Ciri Manusia Modern

Terdapat 9 siri manusia modern menurut Alex Inkeles:

  1. Memiliki sikap hidup untuk menerima hal-hal yang baru dan terbuka untuk perubahan
  2. Memiliki keberanian untuk menyatakan pendapat atau opini mengenai lingkungannya sendiri atau kejadian yang terjadi jauh di luar lingkungannya, serta dapat bersikap demokratis
  3. Menghargai waktu dan lebih banyak berorientasi ke masa depan daripada masa lalu
  4. Memiliki perencanaan dan pengorganisasian
  5. Percaya diri
  6. Perhitungan
  7. Menghargai harkat hidup manusia lain
  8. Percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi
  9. Menjungjung tinggi sikap dimana imbalan yang diterima seseorang harus sesuai dengan prestasinya dalam masyarakat.

Syarat-Syarat Modernisasi

Soerjono Soekanto menjelaskan beberapa syarat modernisasi antara lain:

  1. Cara berpikir ilmiah (scientific thinking) yang sudah melembaga dan tertanam kuat dalam kalangan pemerintah maupun masyarakat luas
  2. Sistem administrasi negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi
  3. Sistem pengumpulan data yang baik, teratur, dan terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu seperti BPS (Biro Pusat Statistik)
  4. Penciptaan iklim yang menyenangkan (favourable) terhadap modernisasi terutama media masa
  5. Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin diri
  6. Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial (social planning) yang tidak mementingkan kepentingan pribadi atau golongan

Gejala-Gejala Modernisasi

Terdapat empat gejala-gejala modernisasi yaitu:

  1. Bidang budaya, ditandai dengan semakin terdesaknya budaya tradisional oleh masuknya pengaruh budaya dari luar, sehingga budaya asli semakin pudar.
  2. Bidang politik, ditandai dengan semakin banyaknya negara yang lepas dari penjajahan, munculnya negara-negara yang baru merdeka, tumbuhnya negara-negara demokratis, lahirnya lembaga-lembaga politik, dan semakin diakuinya hak-hak asasi manusia.
  3. Bidang ekonomi, ditandai dengan semakin kompleksnya kebutuhan manusia akan barang-barang dan jasa sehingga sektor industri dibangun secara besar-besaran untuk memperoduksi barang.
  4. Bidang sosial, ditandai dengan semakin banyaknya kelompok baru dalam masyarakat, seperti kelompok buruh, kaum intelektual, kelompok manajer, dan kelompok ekonomi kelas.

GLOBALISASI

Globalisasi merupakan sebuah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Istilah globalisasi memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya popular, dan bentuk-bentuk interaksi lain. Dengan kata lain, kemunculan sebuah system ekonomi dan budaya global yang membuat manusia di seluruh dunia menjadi sebuah masyarakat tunggal yang global. Cohen dan Kennedy menjelaskan bahwa globalisasi adalah seperangkat transformasi yang saling memperkuatdunia. Menurut Cohen dan Kennedy globalisasi meliputi hal-hal sebagai berikut:

  • Perubahan dalam konsep ruang dan waktu
  • Pasar dan produksi ekonomi di Negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan, pembagian pekerjaan yang baru secara internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam Word Trade Organization (WTO)
  • Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, music, dan transmisi berita dan olahraga internasional)
  • Meningkatnya masalah bersama,
  • Ekonomi
  • Lingkungan
  • Permasalahan lazim lainnya seperti Aids, flu babi, flu burung, perdagangan obat terlarang, terorisme internasional

GEJALA MODERNISASI DAN GLOBALISASI DI INDONESIA

Gejala globalisasi di Indonesia telah memasuki beberapa aspek kehidupan manusia. Hal tesrebut dapat dilihat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang ekonomi, bidang politik dan bidang agama.

DAMPAK MODERNISASI DAN GOBALISASI DI INDONESIA

Modernisasi dan globalisasi di Indonesia memiliki bebeerpa dampak baik positif maupun negatif. Adanya pembengkakan biaya sosial (social cost) akibat ketidaksiapan bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan yang ditimbulkan oleh pembangunan. Selain itu, perkembangan teknologi yang pesat tidak diimbangi dengan perubahan tata nilai dan norma dalam masyarakat (cultural lag). Teknologi modern yang dihasilkan pembangunan juga menimbulkan efek samping yang bertentangan dengan kemajuan, seperti pergeseran nilai, norma, perilaku, dan lembaga. Dampak atau akibat lain dari globalisasi dan modernisasi diantaranya:

  • Urbanisasi
  • Kesenjangan sosial ekonomi
  • Pencemaran lingkungan alam
  • Kriminalitas
  • Lunturnya eksistensi jati diri bangsa

TANTANGAN MASA DEPAN BANGSA

Globalisasi adalah tantangan besar bagi setiap bangsa. Di satu sisi, setiap bangsa tidak ingin tergilas oleh arus globalisasi yang akan melunturkan identitas jati dirinya. Akan tetapi di sisi lain, mereka tidak mungkin menutup diri di tengah ketergantungannya kepada bangsa lain. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menjalin kerjasama antarnegara terutama negara-negara berkembang untuk mengendalikan arus globalisasi ini. Pendidikan merupakan jembatan emas menuju suatu masyarakat cerdas, bermoral, dan berbudaya. Dalam bidang budaya, harus ada upaya untuk mendorong berkembangnya potensi-potensi budaya lokal masyarakat.

 PERUBAHAN KOMUNITAS LOKAL AKIBAT GLOBALISASI

Istilah komunitas berkaitan dengan banyak fenomena, pola penafsiran, dan juga asosiasi.terjadi banyak kerancuan makna tentang istilah komunitas yang telah melampaui batas pengertian pertamanya yang lazim digunakan oleh para sosiolog. Komunitas biasanya merujuk pada suatu kelompok lingkungan yang para anggotanya menghuni ruang fisik atau wilayah geografik yang sama di lingkungan tetangga, desa, atau, kota. Komunitas juga diartikan sebagai suatu kelompok yang anggotanya memiliki ciri-ciri serupa, yang biasanya di himpun oleh suatu rasa memiliki atau bias pula oleh ikatan dan interaksi social tertentu yang menjadikan kelompok itu sebagai suatu entitas social tersendiri.

Contohnya suatu suku bangsa atau kelompok etnik, kaum beragama tertentu, kalangan akademik, atau komunitas professional. Perubahan sosial dan globalisasi mendorong munculnya frasa pengembangan komunitas yang biasanya digunakan untuk menyebut proyek-proyek pengembangan suatu daerah yang menyertakan keterlibatan aktif pada penduduknya. Proyek-proyek itu bias dalam bidang pendidikan, kesejahteraan social, kesehatan, pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, sumur umum, jaringan irigasi, perbaikan sarana pertanian, peningkatan fasilitas manufaktur, atau pembinaan kegiatan komersial. Pengembangan komunitas dalam era globalisasi tidak lagi di batasi pada wilayah-wilayah territorial yang bersifat local. Misalnya dalam hal upaya peningkatan kesejahteraan material atau kehidupan ekonomi, akan memunculkan keadaan dimana segenapaspek ekonomi, pasodkan dan permintaan bahan mentah, informasi dan transformasi tenaga kerja, distribusi hasil poduksi atau kegiatan pemasaran menyatu atau terintegrasi dan kian terjalin dalam hubungan saling ketergantungan yang berskala luas (dunia).

DAFTAR PUSTAKA :

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2012. Sosiologi: Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Esis Erlangga.

Sakdiyah, Fatatus, dkk. 2012. Modul MGMP Sosiologi Kelas XII-IPS. Demak : Prasasti

http://sosiologi-sman-1-cibeber-cikotok.blogspot.co.id/2015/02/materi-kelas-xii-bab-2-modernisasi-dan.html (Diunduh pada tanggal 19 Desember 2015 pukul 14:15)

http://blog.unnes.ac.id/ayuherni/2015/12/04/globalisasi-dan-perubahan-komunitas-lokal/

(Diunduh pada tanggal 19 Desember 2015 pukul 14:23)