Field Note Pengamatan di Simpang Lima Semarang

Salam semangat,
Generasi milenial!

Apa kabar blogger? Kali ini penulis akan berbagi lagi mengenai tugas kuliah yang penulis dapat ketika semester 4. Namun berbeda dengan materi postingan sebelumnya, kali ini penulis akan berbagi tugas pada mata kuliah sosiologi perkotaan dimana tugas ini merupakan tugas yang digunakan dalam project UAS. Berikut merupakan catatan lapangan atau field note yang penulis buat ketika melakukan pengamatan di Simpang Lima, Semarang.

Pada hari Kamis, 1 Juni 2017 kelompok kami melakukan observasi pertama mengenai keadaan lalu lintas di Semarang. Sekitar pukul 10.00 WIB kami melakukan observasi di kawasan Simpang 5 Semarang. Alasan mengapa kami memilih kawasan ini karena Simpang 5 merupakan pusat kegiatan masyarakat kota Semarang sehingga kawasan ini identik dengan arus lalu lintasnya yang padat. Pada saat kami telah tiba di Simpang 5, kami memantau keadaan lalu lintas di kawasan ini. Kurang lebih 30 menit kami memantau, arus lalu lintas di kawasan ini tidaklah sepadat biasanya dan justru dapat dikatakan lengang. Kendaraan yang berlalu lalang terpantau lancar dan tidak ada kemacetan yang terjadi. Kendaraan pun didominasi oleh kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat dan terdapat beberapa transportasi umum seperti angkot, taksi dan BRT. Karena keadaan lalu lintas di kawasan ini terpantau lancar dan tidak terjadi kemacetan atau pelanggaran, akhirnya kelompok kami memutuskan untuk menyudahi kegiatan observasi pertama ini.

Pada hari Minggu, 4 Juni 2017 kelompok kami melakukan observasi kedua. Pada observasi kali ini, kelompok kami memfokuskan untuk mewawancarai polisi lalu lintas (Polantas). Pertama, kami datang ke polantas yang berada di Tugu Muda, Semarang. Akan tetapi, kami mendapatkan penolakan oleh polisi disana dan kami disarankan untuk datang ke Satlantas yang berada di Simpang 5. Kami pun bergegas menuju ke kawasan Simpang 5. Sekitar pukul 09.00 WIB kami pun tiba di kawasan ini. Kami pun bergegas menuju ke Satlantas yang berada di sebelah SMK 7 Semarang ini. Setelah tiba di Satlantas, dua orang perwakilan kelompok kami masuk ke dalam Satlantas untuk meminta izin melakukan wawancara. Akan tetapi, terjadi penolakan untuk kedua kalinya. Penolakan ini dikarenakan kami datang pada hari Minggu dan polisi yang bertugas untuk mengetik tidak berada di tempat. Kami pun diminta untuk datang kembali pada hari Senin-Rabu pukul 08.00 WIB. Akhirnya kami pun berunding dan memutuskan untuk tidak mewawancarai polisi. Kami pun mencari lokasi lain untuk mengamati keadaan lalu lintas di kota Semarang. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Kalibanteng karena menurut kami kawasan ini juga padat akan arus lalu lintasnya.

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel Kuliah SosAnt. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons nartzco