Viewers

website hit counter

MATERI SOSIOLOGI KELAS X BAB 1: FUNGSI SOSIOLOGI DALAM MENGENALI GEJALA SOSIAL DI MASYARAKAT

Manusia memiliki sifat ingin tahu dan tidak pernah merasa puas terhadap apa yang telah diraih. Manusia ingin mencari jawaban terhadap masalah yang dihadapinya. Dengan kemampuan berpikir, manusia melakukan penyelidikan sehingga memperoleh pengetahuan baru. Sosiologi disusun dalam rangka melakukan perencanaan sosial, pelaksanaan dan pemecahan sosial dalam menciptakan masyarakat yang teratur dan nyaman. Oleh karena itu, perlu dipahami sosiologi yang berfungsi dalam mengkaji gejala sosial dalam masyarakat. Pengertian Sosiologi Sebagai ilmu pengetahuan, Sosiologi termasuk rumpun ilmu-ilmu sosial.

Auguste Comte telah merintis munculnya sosiologi. Pendekatan-pendekatan umum untuk mempelajari masyarakat harus melalui urutan tertentu yang kemudian sampai pada tahap akhir yaitu tahap ilmiah. Sehingga Auguste Comte disebut “Bapak Sosiologi” karena ahli yang pertama kali menggunakan istilah sosiologi dan mengkaji sosiologi secara sistematis. Sehingga sosiologi dapat melepaskan diri dari filsafat dan berdiri sendiri sejak pertengahan abad XIX (1856). Secara etimologis, sosiologi berasal dari kata socius dan logos.
Socius (Latin) artinya teman, sedangkan logos (Yunani) artinya perkataan atau pembicaraan. Sehingga sosiologi diartikan sebagai membicarakan, memperbincangkan teman pergaulan. Atau sosiologi merupakan ilmu yang membahas tentang hubungan antara manusia satu dengan manusia lain dalam hidup bermasyarakat. Adapun pendapat para ahli tentang pengertian sosiologi dapat diuraikan berikut.
Roucek and Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia
dengan kelompok-kelompok.
William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff
Sosiologi merupakan penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
Pitirim A. Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang:
1) Hubungan maupun pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non sosial seperti pengaruh iklim terhadap watak manusia dan pengaruh kesuburan tanah terhadap pola migrasi penduduk.
2) Ciri-ciri umum dari semua jenis gejala atau fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat.
3) Hubungan maupun pengaruh timbal balik antara berbagai gejala sosial.
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial, termasuk perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu norma sosial, lembaga sosial, kelompok sosial dan lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama misal pengaruh ekonomi terhadap politik. Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur sosial.
JAA. Van Doorn dan CJ. Lammars
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
Auguste Comte
Sosiologi adalah ilmu yang terutama mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya.
Van der Zanden
Sosiologi merupakan studi ilmiah tentang interaksi antar manusia.
GA. Lundberg
Lundberg dalam buku “Sociology” menyebutkan “Sociology is the social behavior of induvidual and groups” atau sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku sosial orang seorang atau kelompok.
Bierens de Haan
De Haan dalam buku “Sosiologie, ontwikkeling en methode” menyatakan sosiologi adalah ilmu tentang pergaulan hidup manusia. Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan atau interaksi manusia dalam masyarakat. Dengan kata lain sosiologi merupakan ilmu yang mengkaji interaksi manusia dengan manusia lain dalam kelompok dan produk yang timbul dari interaksi tersebut, seperti nilai, norma, dan kebiasaan yang dianut oleh kelompok atau masyarakat.
Sifat dan Hakekat Sosiologia. Sosiologi termasuk rumpun ilmu- ilmu sosial yang bersangkut paut dengan gejala-gejala kemasyarakatan.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang kategoris, artinya membatasi diri dengan apa yang terjadi dan bukan pada apa yang seharusnya terjadi.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni, karena bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak, bukan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan secara abstrak, artinya yang diperhatikan adalah pola dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip atau hukum umum dari interaksi antar manusia dan perihal sifat, hakekat, isi dan struktur masyarakat manusia.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang rasional, terkait dengan metode yang dipergunakannya.
Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan yang umum dan bukan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya sosiologi mengamati dan mempelajari gejala-gejala umum yang ada pada setiap interaksi dalam masyarakat secara empiris.
Ciri-ciri SosiologiMenurut Harry M. Johnson, seperti dikutip Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu memiliki ciri-ciri berikut:
1. Bersifat empiris yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulatif.
2. .Bersifat teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkrit di lapangan dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat.
3. Bersifat kumulatif, yaitu teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas dan diperhalus.
4. Bersifat non etis, dalam arti yang dipersoalkan dalam sosiologi bukanlah baik buruknya fakta tertentu, tetapi menjelaskan fakta tersebut secara analitis.
5. Obyek Studi SosiologiObyek studi sosiologi adalah masyarakat dengan menyoroti hubungan antar manusia dan proses sebab akibat yang timbul dari hubungan antar manusia itu yang selalu berubah. Sehingga obyek yang dipelajari sosiologi adalah:
1. Hubungan timbal balik antara manusia satu dengan manusialain.
2. Hubungan antara individu dengan kelompok.
3. Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok yang lain.
4. Sifat-sifat dari kelompok sosial yang beraneka macam coraknya. Dalam mempelajari obyek studinya, sosiologi tidak dapat hanya berdiri sendiri tanpa bantuan ilmu sosial lainnya (bersifat interdisipliner). Sehingga seseorang yang mempelajari sosiologi dituntut harus banyak membaca buku dan tulisan yang berkaitan dengan pokok bahasan dalam sosiologi itu sendiri.
Peran dan Manfaat Sosiologi dalam pembangunanSumbangan sosiologi sangat besar dalam proses pembangunan. Dalam peran di bidang pembangunan, maka dapat dibedakan atas beberapa tahap yaitu :
1) perencanaan Tahap perencanaan perlu diadakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, misal lapisan sosial, saluran komunikasi, kekuasaan dan sebagainya.
2) pelaksanaan Dalam tahap pelaksanaan perlu dilakukan penyorotan terhadap kekuatan dalam masyarakat dan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi. Adapun dalam tahap evaluasi diadakan analisis terhadap efek pembangunan.
3) evaluasiTahap evaluasi dilakukan dengan menganalisis terhadap dampak pembangunan. Evaluasi dapat digunakan untuk menilai keberhasilan pembangunan, dan diidentifikasi kekurangan, kemunduran, atau kemerosotan. Sehingga dapat dilakukan pengadaan, penambahan, dan peningkatan secara seimbang.
1. dalam pemecahan masalah sosialMasalah sosial adalah masalah yang ditimbulkan oleh masyarakat itu sendiri (Roucek and Warren). Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Masalah muncul bersumber pada faktor: ekonomis, biologis, psikologis dan kebudayaan.
2. dalam perencanaan sosialSecara umum, sosiologi memiliki
beberapa kegunaan dalam perencanaan sosial yaitu:
1) Sosiologi memahami perkembangan kebudayaan masyarakat dari taraf tradisional sampai taraf modern sehingga menyusun dan memasyarakatkan perencanaan sosial relatif mudah digunakan.
2) Sosiologi memahami hubungan manusia dengan lingkungan alam, hubungan antar golongan, proses perubahan dan pengaruh menemuan baru. Hal ini berarti perencanaan ke depan yang disusun atas dasar kenyataan faktual dalam masyarakat oleh sosiologi relatif bisa dipercaya.
3) Sosiologi memiliki disiplin ilmiah yang didasarkan atas obyektivitas.
4) Dengan berpikir secara sosiologis, maka suatu perencanaan sosial dapat dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat ketertinggalan dan kemajuan masyarakat dilihat dari sudut kebudayaan.
1. penelitianSosiologi dapat digunakan dalam meneliti kehidupan masyarakat, misal masalah sosial, anak jalanan, dan sebagainya. Menurut pandangan sosiologi, perencanaan sosial merupakan alat untuk mengetahui perkembangan masyarakat, sehingga hal ini dapat bermanfaat dalam menghimpun kekuatan sosial dalam rangka menciptakan ketertiban masyarakat. Selain tersebut di atas, sosiologi juga memiliki manfaat sebagai berikut :
1. Sosiologi dapat memberikan pengetahuan tentang pola interaksi yang terjadi dalam masyarakat.
2. Sosiologi dapat membantu masyarakat dalam mengontrol atau mengendalikan tindakan dan perilaku anggota dalam kehidupan masyarakat.
3. Sosiologi mampu mengkaji status dan peranan anggota masyarakat, serta dapat menilai masyarakat atau budaya lain.
4. Anggota masyarakat makin dapat memahami nilai, norma, tradisi dan keyakinan yang dianut masyarkat lain, serta memahami perbedaan yang ada.
5. Sebagai generasi penerus, dapat membuat lebih tanggap, kritis, dan rasional dalam menghadapi gejala sosial dalam masyarakat yang makin kompleks.
Secara garis besar terdapat tiga pendapat tentang objek sosiologi, yaitu sebagai berikut:
1. Objek Sosiologi adalah Individu (oleh George Simmel)
2. Objek Sosiologi adalah kelompok masyarakat (oleh Ludwik Gumplowicz)
3. Objek Sosiologi adalah realitas sosial (penghilangan kekurangan dari kedua pendapat sebelummnya)
Sedangkan Meyer F. Nimkoff berpendapat bahwa sosiologi memiliki 7 objek besar sebagai berikut:
1. Faktor dalam kehidupan sosial manusia
2. Kebudayaan
3. Sifat hakiki manusia
4. Kelakuan kolektif
5. Persekutuan hidup
6. Lembaga sosial
7. Perubahan sosial

Sifat dan Hakikat Sosiologi
Empat sifat dasar sosiologi:
1. Sosiologi bukanlah ilmu pengetahuan alam maupun kerohanian, tetapi yang menjadi pembeda bukanlah metode. Melainkan pada isi.
2. Sosiologi bukanlah ilmu normatif, tetapi kategoris, artinya membatasi diri pada kejadian dewasa ini, bukanlah kejadian yang terjadi atau seharusnya terjadi.
3. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan murni (pure science)
4. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak, bukan konkret. Artinya, dalam sosiologi yang diperhatikan adalah bentuk dan pola peristiwa-peristiwa dalam masyarakat.
Spesialisasi dalam Sosiologi
Dalam ilmu sosiologi menekankan pada perilaku manusia di masyarakat. Namun demikian, para sosiolog umumnya memiliki pendekatan yang berbeda-beda dalam melihat objek sosiologi ini. Ada yang mungkin lebih menarik untuk mengupas tentang perilaku manusia yang menyimpang, tetapi ada juga yang lebih tertarik mengupas tentang aspek politik dari kehidupan sosial masyarakat.
Ciri-ciri Sosiologi sebagai ilmu Pengetahuan
Menurut Harry M. Johnson yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Bersifat empiris (berdasarkan observasi dan akal sehat, tidak spekulatif)
2. Bersifat teoritis (selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi, dan abstraksi itu merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjelaskan sebab-akibat.
3. Bersifat kumulatif (teori-teori sosiologi berasal dari teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas, dan diperhalus
4. Bersifat nonetis (tidak mempersoalkan baik dan buruk tetapi fakta tersebut)
5. Metode Sosiologi
Sosiologi memerlukan penelitian sosial, dan untuk melakukan penelitian sosial diperlukan metode ilmiah. Berikut adalah tahap-tahap dari metode ilmiah:
1. Merumuskan masalah
2. Meninjau kepustakaan
3. Merumuskan hipotesis
4. Merencanakan desain penelitian
5. Mengumpulkan data
6. Menganalisi data
7. kesimpulan
Metode adalah cara kerja yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun metode-metode yang sering digunakan dalam penelitian sosiologi:Metode statistik
Metode ini biasa dipakai untuk menunjukkan hubungan atau pengaruh kausalitas dan memperkecil pendapat sepihak dengan mencari responden yang banyak pada kejadian tertentu dan dilakukan numerasi dalam bentuk tabel pada jawaban-jawaban itu.Metode Eksperimen
Dilakukan eksperimen pada dua kelompok. Kedua kelompok tersebut adalah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Ada dua jenis metode eksperimen, eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan.
Metode induktif dan deduktif
Metode induktif digunakan untuk mempelajari kaidah umum dengan mempelajari gejala khusus dan sebaliknya untuk deduktif.
Metode studi kasus
Metode ini digunakan untuk mempelajari kebenaran dari kasus tertentu.
Metode survai lapangan
Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang hanya bisa didapat dari kehidupan masyarakat secara langsung.
Kegunaan Sosiologi
Kegunaan Sosiologi dalam Pembangunan
Menurut Soerjono Soekanto, proses pembangunan perlu dikaitkan dengan pandangan yang optimis untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik.
Kegunaan Sosiologi dalam Pemecahan Masalah Sosial
Ada dua metode untuk menanggulangi masalah sosial, yaitu metode preventif dan represif.
1) Metode preventif dilakukan dengan mengadakan penilaian yang mendalam terhadap gejala-gejala sosial.
2) Metode represif adalah proses penanggulangan secara langsung terhadap masalah sosial yang sedang tumbuh dan dirasakan masyarakat.
1. Kegunaan Sosiologi dalam Perencanaan Sosiologi
Perencanaan sosial adalah suatu kegiatan untuk mempersiapkan masa depan secara ilmiah. Menurut Ogburn dan Nimkoff, suatu perencanaan sosial yang baik dan efektif adalah sebagai berikut:
1) Adanya unsur modern dalam masyarakat yang mencakup suatu sistem ekonomi yang telah menggunakan uang, urbanisasi yang teratur, inteligensia dibidang teknik dan ilmu pengetahuan, dan sistem administrasi yang baik.
2) Adanya sistem pengumpulan keterangan dan analisis yang baik.
3) Terdapat sikap publik yang baik terhadap usaha-usaha perencanaan sosial tersebut
4) Adanya pemimpin ekonomi dan politik yang progesif.
Kegunaan sosiologi dalam perencanaan sosial antara lain:
1) Sosiologi mengkaji perkembangan kebuidayaan masyarakat dari taraf tradisional sampai pada taraf modern.
2) Sosiologi mengkaji hubungan manusia dengan alam sekitarnya hubungan antargolongan dalam masyarakat, dan memperlajari proses perubahan dalam masyarakat.
3) Sosiologi merupakan disiplin ilmu yang objektif sehingga pelaksnaan perencanaan sosial diharapakan lebih sedikit penyimpangannya.
4) Perencanaan sosial secara sosiologis merupakan alat untuk mengetahui perkembangan kehidupan masyarakat.
1. Kegunaan sosiologi dalam penelitian
Sosiologi dapat diterapkan pada hampir semua aspek kehidupan manusia, terutama aspek yang berhubungan dengan interaksi antarindividu dalam kelompok masyarakat.
Bapak pendiri sosiologi
Pada bagian ini, akan dijelaskan pemikiran empat ahli sosiologi yang masih dipakai sampai saat ini, yaitu: Auguste Comte, Karl Marx, Max Weber, dan Emile Durkheim.
Auguste Comte (1798-1857)
Auguste Comte (Perancis) mengemukakan istilah awal: Social Physics (fisika sosial) karena istilah ini sudah digunakan oleh ahli statistik sosial Belgia Adophe Quetelet, maka istilah diubah menjadi sociology. Auguste Comte membagi sosiologi ke dalam dua pendekatan yakni:
1) Statika Sosial: mengkaji tatanan sosial.
2) Sosial dinamik: Mengkaji kemajuan dan perubahan sosial.
Karl Marx (1818-1883)
Karl Marx lahir di Trier, Jerman tahun 1818 dari kalangan keluarga rohaniwan Yahudi. Tamat dari perguruan tinggi menja di editor di sebuah surat kabar di Jerman. Pandangannya mat kritis terutama sangat anti penindasan yg hadir bersama system kapitalis yang mewarnai peradaban Eropa Barat. Beliau pindah ke Paris setelah terjadipertentangn dengan pemerintah Jerman. Ia berkolaborasi dengan Friedrich Engels menulis buku berjudul The Communist Manifesto (1848). Lalu menulis buku : Das Capital, dua bab terakhir buku ini diteruskan oleh Engels karena Marx keburu meninggal.
Menurut Marx, sejarah manusia mulai dari pertanian primitive, feudal dan industri, ditandai hubungan social yg melembagakan sifat ketergantungan untuk mengontrol atau menguasai sumber-sumber ekonomi. Mereka yg menguasai dan mengonytol sumber-sumber ekonomi adalah kelas atas, seangkan mereka yg hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak punya sama sekali adalah dari kelas bawah. Terjadi penindasan oleh kelas atas terhadap kelas bawah. Fokus perhatian Marx pada dua kelas penting : BORJUIS (kelas atas/kapitalis yg memiliki memiliki alat-alat produksi seperti pabrik dan mesin) dan PROLETAR (kelas bawah/ para buruh yg bekerja pada borjuis).
Pendapat Marx terhadap fenomena social semacam itu (penindasan /eksploitasi kaum borjuis terhadap kaum proletar) hanya dapat dihentikan dengan cara mengganti atau merusak system kapitalis. Caranya dengan melakukan revolusi (prinsip konflik) kemudian menggantinya dengan system yg lebih menghargai martabat manusia. Ini tidak mudah karena para buruh harus menghilangkan False Consciousness (kesadaran palsu) dengan class consciousness kesadaran kelas. Melalui bimbingan pemimpin-pemimpin revolusioner, para buruh akan menjadi setia dan mau berkorban demi perjuangan kelas. Denagn demikian kan muncul masyarakat yg adil, sama rata sama rasa, dan terhindardari segala bentuk eksploitasi, ini yg disebutnya sebagai masyarakat komunisme modern. Disamping dipuja banyak orang, Marx juga dikecam banyak orang, terutama pendapatnya tentang “agama sebagai candu masyarakat“ (the opium of the people).
Max Weber (1864-1920)
Max Weber lahir di Erfurt, Jerman berasal dari keluarga kaya dan terpandang. Ayahnya seorang birokrat (kelak akan mewar nai pikiran beliau tentang birokrasi) yg menduduki posisi politik penting, sedangkan ibunya adalah seorang pemeluk agama Calvinisme yg sangat taat (juga mempengaruhinya melakukan studi tentang kaitan etika protestan dengan spirit kapitlisme industrial).
Beliau menempuh kuliah di Universitas berlin belajar hukum. Setelah berhasil mengambil gelar doctor ia berprofesi sebagai praktisi hukum, di samping itu ia juga bekerja sebagai dosen di Universitas Wina dan Munich. Ia banyak mendalami masalah ekonomi, sejarah, dan sosiologi. Bukunya yg terkenal berjudul “ A Contribution to the histoy of Medieval Business Organizations” dan “ The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism” (1904) . Dalam bukunya yg kedua ini ia mengemukakan tesisnya mengenai keterkaitan antara etika protesan dengan munculnya kapitalisme di Eropa Barat.
Pandangan Weber, kenyataan social lahir dari motivasi individu dan tindakan-tindakan social (social action). Dari pandangannya sebenarnya Weber lazim digolongkan “nominalis” yg lebih percaya bahwa hanya individu-individu sajalah yg riil secara obyektif, dan masyarakat adalah satu nama yg menunjukan pada sekumpulan individu yg menjalin hubungan. Pandangan beliau tentang tindakan sosila inilah yg kemudian menjadi acuan dikembangkannya teori sosiologi yg membahas interaksi social.
Emile Durkheim (1858-1917)
Lahir di Epinal, Perancis dan berasal dari keluarga yg mewarisi tradisi sebagai pendeta Yahudi. Ia awlnya sebenarnya bersekolah untu k menjadi pendeta.
Durkheim merupakan ilmuwan yg sangat produktif. Salah satu karyanya yg berjudul “ The division of Labor in Society” (1968) membahas mengenai gejala yg sedang melanda masyarakat : pembagian kerja. Ia mengemukakan bahwa di bidang perekonomian seperti industri modern terjadi penggunaan mesin serta konsentrasi modal dan tenaga kerja yg mengakibatkan pembagian kerja ke dalam bentuk spesialisasi dan pemisahan okupasi yg semakin rinci. Pembagian tersebut dijumapai pula di bidang perniagaan dan pertanian. Lalu melebar pula pada bidang-bdang kehidupan yg lainnya : hokum, politik, kesenian, dan bahkan keluarga. Tujuan kajian durkheim ialah untuk memahami fungsi pembagian kerja tersebut, serta untuk mengetahui factor penyebabnya.
Konsep Realitas Sosial
Masyarakat sebagai Sistem Sosial
Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu dalam waktu yang cukup lama.
Menurut Koentjaraningrat masyarakat adlaah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinue dan yang terikat oleh rasa identitas bersama
Unsur-unsur Masyarakat:
– Terdapat beberapa orang dalam jumlah relatif besar yang saling berinteraksi menjadi satu kesatuan.
– Adanya kerja sama secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat
– Berada dalam wilayah dengan batas-batas tertentu.
– Berlangsung dalam waktu relatif lama serta memiliki norma sosial tertentu yang menjadi pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.
Menurut pendapat dari Soerjono Soekanto menyatakan bahwa suatu masyarakat tersusun oleh tujuh realitas sosial, yaitu:
Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu dengan kelompok dan antarkelompok.
Nilai dan Norma Sosial
Dalam kehidupan bermasyarakat tidak lepas dari nilai-nilai sosial yang sudah disepakati oleh anggota bermasyarakat.
Terdapat empat macam norma, yaitu:
1) Norma Agama
2) Norma Kebiasaan/adat
3) Norma Kesusilaan/kesopanan
4) Norma Hukum
Stratifikasi Sosial
Kenyataan bahwa manusia dalam masyarakat memiliki strata berbeda, tidak boleh diabaikan dalam kajian sosiologi, karena perbedaan itu memberikan dampak pada hubungan dengan kelompok lain dengan segala akibat baik dan buruknya.
Status Sosial
Status sosial dapat disamakan dengan kedudukan, peringkat atau posisi seseorang dalam masyarakat.
Peran Sosial
Peran sosial adalah tingkah laku yang diharapkan muncul dari seseorang yang memiliki status tertentu.
Perubahan Sosial
Perubahan sosial budaya adalah perubahan struktur sosial dan budaya akibat adanya ketidaksesuaian diantara unsur-unsurnya sehingga menimbulkan suatu corak sosial budaya baru yang dianggap ideal.
Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial budaya dalam suatu masyarakat adalah:
1) Perubahan lingkungan alam.
2) Perubahan situasi kependudukan.
3) Perubahan struktur dan budaya.
4) Perubahan nila dan sikap.
Kebudayaan
Kebudayaan adalah semua hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat. Kebudayaan dapat berbentuk:
1) Artefak
2) Sistem aktifitas
3) Sistem ide
Kebudayaan secara universal teridiri dari tujuh unsur utama, yaitu:
1) Sistem bahasa
2) Sistem religi
3) Sistem kesenian
4) Sistem kemasyarakatan
5) Sistem ekonomi
6) Sistem ilmu pengetahuan
7) Sistem teknologi
Organisasi Sosial
Secara sederhana, masyarakat merupakan suatu oragnisasi sosial. Dalam organisasi sosial terdapat kelompok-kelompok dan tata cara yang mereka ciptakan. Organisasi sosial adalah cara-cara perlaku masyarakat yang terorganisasi secara sosial. Dan berikut adalah unsur-unsur pada organisasi sosial:
Kelompok dan Perkumpulan
Goodman mendefinisikan kelompok sebagai dua orang atau lebih yang memiliki kesamaan identitas dan berinteraksi secara terstruktur untuk mencapai tujuan bersama.
Lembaga
Di dalam Sosiologi, yang dimaksud dengan lembaga adalah satu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting.
Peran
Peran merupakan pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukannya.
Dinamika Sosial
Dinamika sosial merupakan penelaahan tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam fakta-fakta sosial yang saling berhubungan dalam masyarakat. Hal-hal yang biasa dibahas dalam dinamika sosial adalah sebagai berikut:
1. Pengendalian Sosial
2. Mobilitas Sosial
3. Penyimpangan Sosial
4. Perubahan Sosial
5. Data Sosiologi Mengenal Realitas dan Permasalahan Sosial
Data Sosiologi Mengenal Fenomena sosial adalah beberapa permasalahan yang timbul dan terjadi di Masyarakat. Permasalahan dalam masyarakat timbul akibat dari ketidakteraturan dan ketidaktertiban sosial.
Menurut Soerjono soekanto masalah sosial dibedakan 4 yaitu :
1. Masalah sosial dari faktor ekonomis misalnya kemiskinan dan pengangguran.
2. Masalah sosial dari faktor Biologis misalya penyakit menular
3. Masalah sosial dari faktor Psikologis misalnya penyakit saraf (mental) dan bunuh diri
4. Masalah sosial dari faktor kebudayaan misalnya penceraian dan kenakalan remaja.
Berikut ini merupakan fenomena-fenomena sosial di Indonesia yang merupakan data-data sosiologi yang perlu mendapatkan perhatian dari seluruh komponen bangsa. Adapun data data sosiologis tersebut antara lain:
1. Kemiskinan
2. Kejahatan
3. Diorganisasi Keluarga
4. Masalah Generasi Muda dalam Masyarakat Modern
5. Peperangan
6. Pelanggaran Terhadap Norma
7. Pelacuran
8. Delinkuensi Anak-anak
9. Alkoholisme

SOAL PENGAYAAN
1. Apakah yang anda rasakan setelah belajar sosiologi? Kaitkan dengan materi ini!
2. Apakah belajar sosiologi di era sekarang masih diperlukan? Jelaskan sesuai dengan sepemahaman anda!
3. Beerikan contoh keterkaitan antara belajar Sosiologi dengan Mengenali Gejala Sosial di Masyarakat
4. Buatlah review dari artikel berita tersebut!
5. Apakah ada perbedaan antara orang yang mempelajari sosiologi dengan tidak mempelajari sosiologi dalam menghadapi gejala sosial di masyarakat?

Sumber :
http://satriabayuajiadventure.blogspot.co.id/2014/08/fungsi-sosiologi-dalam-mengenali-gejala.html
http://jawabancepat.blogspot.co.id/2013/01/makalah-bab-1-kelas-x-sosiologi-sebagai.html
Fungsi Sosiologi Dalam Masyarakat
Maryati, Kun dan Juju Suryawat. Sosiologi: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. 2013. Erlangga. Jakarta

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: