• Thursday, April 19th, 2018

Ziarah Pemikiran

Oleh Agung Kuswantoro

 

Dr. Ir. Solimun, MS dosen Universitas Brawijaya. Ia penulis buku Metode Statistik Multivariat Pemodelan Persamaan Struktural (SEM) Pendekatan Warp PLS, sangat menarik. Saya sebagai pembaca pun terasa betapa pandai dan pengalaman, ia dalam hal statistika. Sehingga, ia menuliskan buku. Buku ini, bukanlah yang pertama. Ini buku yang ketiga. Ia sangat bersemangat menuliskan buku ini.

 

Ada kalimat yang menggugah untuk saya di buku itu dan ia sendiri mengucapkan saat saya bertemu dengannya. Berikut kalimatnya: “Ziarah pemikiran orang dapat kita lakukan, bilamana kita bisa bertatap muka dan berdiskusi. Namun, jika ada kendala lokasi yang berjauhan dan waktu yang berbeda, maka ziarah ke pemikiran seseorang bisa dilakukan melalui tulisan orang bersangkutan.” Itulah kalimat yang saya ingat, dan membekas sekali untuk saya. Jadi, menulislah agar kita diziarahi oleh orang lain. Ziarah pemikiran.

 

Ziarah tidak hanya ke pemakaman/kuburan. Tetapi, ziarah ke pemikiran seseorang dibutuhkan agar kita memahami apa yang ada dibenak pemikiran penulis. Cara agar diziarahi pemikiran kita, yaitu dengan menulis. Menulislah agar kita diziarahi pemikiran kita. Ini juga sebagai awal jariyah kita hidup di dunia.

 

Semarang, 18 April 2018

• Thursday, April 19th, 2018

Memantaskan Menjadi Hamba Yang Patut Masuk Bulan Ramadhan

Oleh Agung Kuswantoro

 

Wahai, orang-orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas sebelum kamu, agar kamu menjadi orang yang bertakwa (QS. Albaqorah:183)

 

Tak terasa sekarang kita sekarang sudah memasuki bulan Sya’ban. Orang Jawa mengatakan bulan Ruwah. Tepatnya, saat ini tanggal 4 Sya’ban 1439 H. Berarti kurang lebih ada 26 hari menuju bulan Ramadhan.

 

Ramadhan pasti akan sampai pada kita. Ia bukan tamu Allah, tetapi kita yang menjadi tamunya. Mengapa demikan? Karena, Ramadhan dapat dikatakan akan terjadi 26 hari lagi. Dapat dikatakan, ia pasti akan datang. Tetapi, kita belum tentu sampai pada hari yang ke-26 itu. Bisa jadi, faktor umur yang pendek (meninggal dunia). Bisa jadi, kita sampai pada bulan Ramadhan, tetapi fisik kita tidak memungkinkan. Atau, sakit.

 

Jadi, saat ini perbanyaklah berdoa “Allahumma balligna rojabana sya’bana wabaligna romadhona.”

 

Ya Allah sampaikan Kami semua pada bulan Rajab, Sya’ban, dan Romadon. Harapannya melalui doa ini, kita bisa sampai pada bulan Romadhon. Amin.

 

Berdasarkan informasi dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) bahwa saat bulan Ramadhan di Jawa masuk musim kemarau. Temperaturnya mencapai 34 derajad Celsius. Informasi ini disampaikan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati pada 11 April 2018 (Sumber www.detik.com). Sekarang musim pancaroba, sehingga hujan pun terasa panas.

 

Oleh karenanya, perlu kita melihat Sejarah/Tarih. Pertama, Perang Badar terjadi pada bulan Ramadhan. Pasukan yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW tetap menjalankan puasa. Itu pada masa Nabi Muhammad SAW. Kedua, kemerdekaan Republik Indonesia diraih pada bulan Ramadhan, bertepatan dengan 17 Agustus 1945.

 

Kedua peristiwa tersebut, sama-sama terjadi di bulan Ramadhan. Namun, pemimpin-pemimpin dan pasukannya tetap puasa, walaupun dalam keadaan perang dan panas. Mereka, menyadari bahwa puasa itu suatu kewajiban bagi orang beriman. Bahkan, termasuk rukun Islam.

 

Mari kita lihat ibadah puasa itu sendiri. Pertanyaannya, puasa ditujukan kepada siapa? Alqur’an menjawab bagi orang yang beriman. ( Ya Ayyuhal ladzina amanu). Amanu, tolong garis bawahi.

 

Bukan, ya’ayyuhal muslimun (wahai orang muslim). Maknanya, ada pembeda antara orang muslim dan mukmin. Islam dan Iman. Sehingga, tidak heran, jika kita perhatikan, bahwa ada orang Islam saat memasuki bulan Ramadhan, ia tidak berpuasa. Padahal, secara hukum sudah memenuhi syaratnya. Lalu, kenapa tidak berpuasa? Jawabnya, sebagaimana ayat di atas, bahwa rujukan puasa ditujukan kepada orang beriman.

 

 

Sama halnya dengan kewajiban sholat Jumat. Maknanya, Jum’at ditujukan kepada orang beriman. Ada orang Islam yang belum sholat Jum’at pada siang ini. Kenapa? Karena, ada pembeda antara Iman dan Islam. Itu secara tauhid.

 

 

Syarat Wajib Puasa Ramadhan

 

Sedangkan secara fiqih bahwa syarat sah puasa itu yang nomor pertama yaitu Islam. Dalam kitab Taqrib halaman 25 disebutkan syaraitu wujubus siyam al Islam. Yang artinya, syarat wajib puasa yaitu Islam. Posisi Islam pada yang pertama. Jadi, iman dan Islam ada kaitannya. Iman dulu, baru Islam. Mengapa demikian? Karena, pada agama lain juga ada ibadah puasa. Seperti Nyepi. Orang Hindu wajib puasa. Kristen Protestan ada puasa prapaskah. Dan, agama-agama lainnya. Maknanya, puasa di agama lain juga ada ibadah tersebut. Sehingga, secara fiqih secara tegas mengatakan syarat orang dapat dikatakan sah melaksanakan puasa Ramadhan adalah agama Islam.

 

Jadi, jika ada orang Kristiani atau umat agama lain puasa di bulan Ramadhan, maka tidak sah, karena agamanya bukan Islam. Syarat agama Islam menjadi syarat pokok wajib.

 

Islam pun memiliki kadar keimanan yang berbeda-beda, sehingga ada orang Islam pada bulan Ramadhan ada yang tidak berpuasa. Mengapa? Kadar keimanan seseorang berbeda. Tetapi, yang diundang/disapa oleh Allah untuk berpuasa adalah ber-Islam dan beriman. Disinilah, tugas kita untuk meningkatkan keimanan agar termasuk golongan yang dipanggi oleh Allah SWT.

 

Syarat kedua adalah baligh. Anak-anak berpuasa itu boleh, berpuasa tetapi belum wajib melakukannya. Sehingga, ia dalam taraf belajar puasa. Ia perlu dilatih ibadah puasa. Meskipun, ia perlu dilatih ibadah puasa. Meskipun, ia berpuasa sampai waktu Dhuhur, kemudian dilanjutkan berpuasa. Meskipun, secara hukum tidak boleh. Namun, dengan tujuan edukasi/pendidikan, maka para pakar mengatakan tidak masalah.

 

Syarat ketiga yaitu berakal. Ia dalam kondisi tidak tidur dan lupa. Orang yang dalam keadaan tidur dan lupa, maka tidak terkena kewajiban berpuasa. Apa buktinya? Sahabat Al kahfi. Mereka tertidur hingga 300-an tahun. Tidur yang benar-benar tertidur. Ia ditidurkan oleh Allah SWT. Maka, ia tidak wajib puasa.

 

Syarat Keempat, mampu. Mampu dalam hal ini adalah mampu secara fisik. Karena, puasa itu ibadah fisik. Jadi, harus diperhatikan kesehatan. Secara Alqur’an orang yang dalam keadaan fisik tertentu. Boleh tidak berpuasa. Mereka adalah orang yang dalam perjalanan, hamil, menyusui, dan sakit.

 

Itulah keempat syarat wajib berpuasa. Jika keempat itu ada pada diri kita, maka kita sudah diwajibkan untuk berpuasa. Ingatkan pula Saudara kita, apabila telah memenuhi keempat syarat tersebut, maka berkewajiban menjalaninya.

 

Malu rasanya. Nabi Muhammad SAW berperang di gurun saja masih berpuasa. Demikian juga, para pahlawan negara kita untuk meraih kemerdekaan saja, ia tetap berpuasa.

 

Mari kita sikapi dengan bijak, Ramadhan yang sebentar lagi sampai kepada kita. Mari, kita memantaskan diri dulu, agar diundang oleh Allah menjadi hamba yang berIslam dan beriman.

 

Ingatkan pula, istri Saudara kita agar nyaur atau mengqodho puasa Ramadhan pada tahun sebelumnya. Karena, perbuatan ini wajib, maka mengqodho-nya pun wajib. Mengingatkan ini pula tugas wajib suami selaku kepala rumah tangga.

 

Demikian khutbah singkat ini. Ada beberapa kesimpulan:

  1. Puasa Ramadhan Insya Allah kurang 26 hari lagi. Mari kita pantaskan agar kita layak memasuki bulan Ramadhan dengan meningkatkan keislaman dan ketakwaan.

 

  1. Puasa Ramadhan itu wajib. Apa pun keadaannya, walaupun cuaca sangat panas karena awal musim kemarau, namun Nabi Muhammad SAW dan pahlawan kita mengajarkan itu kepada kita. Meskipun mereka berperang dan cuaca panas, tetapi tetap berpuasa.

 

  1. Ingatkan Saudara kita yang puasa pada tahun kemarin belum mengqodho-nya, maka bersegera untuk mengqodho-nya.

 

 

Semoga bermanfaat. Amin.

 

 

Semarang, 20 April 2018

• Thursday, April 19th, 2018

Sinkronisasi SIRADI dan SIKD

Oleh Agung Kuswantoro

 

Hari ini, Kamis (19/4/2018) hari yang penting bagi UNNES, khususnya bagian Tata Usaha dan UPT Kearsipan UNNES untuk menyinkronkan SIRADI dan SIKD. Perlu diketahui, SIRADI—singkatan dari sistem Surat Dinas—dan SIKD—singkatan dari Sistem Informasi Kearsipan Dinamis. Kita (Tata Usaha dan UPT Kearsipan UNNES) akan mensikonisasi dari kedua sistem tersebut.

 

Mengapa perlu disinkronisasikan? Karena untuk melaksanakan prinsip efektivitas dan efesien. Efektifivitas dalam hal percepatan mencapai tujuan yaitu terlaksananya atau terbentuknya sistem tersebut. Efesien dalam hal waktu dan biaya, serta jumlahnya sistem yang ada di UNNES. Secara waktu itu singkat. Secara biaya itu murah dan hemat. Secara tampilan menu sistem itu sederhana. Dan, secara jumlah sistem di UNNES itu tidak terlalu banyak.

 

Atas dasar itulah mengapa pentingnya sinkronisasi. Perlu diketahui bahwa SIRADI ini mejadi “dapur” persuratan yang di UNNES. Baru-baru ini, SIRADI diintegrasikan ke SIREMUN (sistem Remunerasi) di UNNES. Dengan pengintegrasian ini, maka saat perhitungan remunerasi tidak mengentri surat yang telah ter-upload di SIRADI. Mengapa demikian? Karena sudah terintegrasi.

 

Sekarang, sistem tersebut disinkronisasi ke kearsipan (SIKD). Saya sepakat dengan sinkronisasi tersebut. Mengapa? Berdasarkan pengamatan saya menu atau fitur yang ada di-SIRADI tak kalah dengan menu atau fiture yang ditawarkan oleh SIKD. Dasar SIRADI juga sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 51 tahun 2015 tentang Tata Naskah Dinas. Selain itu, pembagian unit kerja dan operator serta pejabat yang menggunakan (hak akses) menggunakan sudah dipetakan.

 

SIRADI di UNNES sudah diterapkan sejak tahun 2016. Tidak hanya melayani surat dinas untuk pegawai kantor saja, tetapi juga untuk layanan surat izin observasi dan penelitian. Jadi, sudah sampai pada taraf paling bawah, dimana mahasiswa juga dapat mengaksesnya untuk kepeluan akademik. Hingga sekarang, sistem tersebut masih digunakan.

 

Dalam acara sinkronisasi ini, kita akan mengoptimalkan bagaimana solusi terbaik dari sistem kearsipan di UNNES. Bukannya, menciptakan sebuah sistem baru. Namun, mengoptimalkan segala sesuatu yang ada menjadi lebih baik. Oleh karenanya, dihadirkan pula ahli SIKD dari ANRI yaitu bapak Tasdik Eko Pramono S.Kom, MT CHFI dan programmer UPT TIK UNNES yang menangani SIRADI dan prototype SIARDI (yaitu Kiki Baehaki dan Mas’ul Fauzi. Semoga menemukan hasil yang terbaik dari sinkronisasi kedua sistem ini.

 

Semarang, 19 April 2018

• Saturday, April 14th, 2018

Agung Kuswantoro dan Sekolah Pranikah

• Saturday, April 14th, 2018

Identifikasi Document Types untuk Document Group

Oleh Agung Kuswantoro

 

Azad Adam (2007) membuat bagan yang bagus dalam document group. Setiap group memiliki karakteristik yang berbeda dengan group yang lainnya. Didalam group dokumen sendiri memiliki dokumen-dokumen. Setiap dokumen itu sendiri harus memperhatikan type-nya.

 

Misal, ada dokument groups tentang makanan. Maka di dalamnya terdapat document types seperti applications, letters/surat, notices/catatan, report/laporan, dan contacts

 

Ada document groups kesehatan dan keamanan. Maka, document tyepes-nya meliputi accidents/kecelakaan, applications, letters, notices dan contacts. Dan, contoh document group yang lainnya.

 

Setelah document typesnya diketahui, maka harus dibuat laporan yang dibutuhkan. Berarti membutuhkan form yang harus dibuat. Sebagaimana gambar berikut:

 

Jadi, urutannya (dari yang kecil ke yang besar) adalaah:

  1. Document types
  2. Document group
  3. Report

Setelah report maka muncul metadata. Demikian ulasan singkat mengenai document group.

 

 

Semarang, 14 April 2018

 

• Thursday, April 12th, 2018

Ngaji Isra’ Mi’raj

Oleh Agung Kuswantoro

 

Sejak Senin (2 April 2018) tepatnya 12 Rajab 1439 H kajian rutin Subuh yang biasanya materi adalah tafsir yasin, kita sejenak diisi materi Isra Mi’raj. Ini kita lakukan dalam rangka memperingati hari Isra’ Mi’raj yang jatuh pada tanggal 14 April 2018.

 

Kitab yang saya gunakan adalah Qisotul Mi’roj seperti biasa model kajiannya adalah kultum. Jadi waktunya hanya sekitar 10 menit. Strateginya dibuat bersambung, atas kisah-kisah atau hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya

 

Sembari mengaji dan memperingati Isra’ Mi’raj. Alhamdulillah, para jamaah pun bisa menerima materi ini. Buktinya saat saya menyampaikan, mereka serius mendengarkannya.

 

 

Semarang, 11 April 2018

 

 

 

 

 

• Wednesday, April 11th, 2018

Belajar Menulis Dengan Mahasiswa

Oleh Agung Kuswantoro

 

Setiap pembelajaran yang saya sampaikan kepada mahasiswa selalu ditutup dengan menulis/meresume dari materi yang telah disampaikan. Materi pun sudah saya sampaikan dalam bentuk tulisan. Dan, mahasiswa sudah membacanya. Jadi, bukan masalah “mindo gaweni” atau menulis dengan dua kali.

 

Menurut saya, tidak. Karena, ini cara mengikat makna. Mengikat informasi yang telah diperolehnya. Dan, mengikat ilmu. Caranya dengan apa menuliskannya.

 

Medianya bermacam-macam. Ada dengan buku tulis. Ada juga, dengan blog. Saya selalu baca yang dari blog. Karena mereka menulisnya langsung setelah perkuliahan usai. Ada yang malamnya, mereka mengerjakannya. Ada juga besoknya. Intinya mereka menuliskannnya.

 

Insya Allah dengan cara ini mereka akan selalu ingat apa yang saya sampaikan. Diary pembelajaran, itu istilah saya. Semoga kita bisa selalu belajar. Amin..

 

 

Semarang, 9 April 2018

 

 

• Wednesday, April 11th, 2018

Terserah Allah Saja

Oleh Agung Kuswantoro

 

Gagal dan berhasil itu Allah yang menentukan. Mau usaha yang “jungkir balik”, kepala di kaki dan kaki di kepala. Apapun usaha manusia hasilnya Allah yang menentukan. Manusia tugasnya menjemputnya.

 

Usaha, usaha, dan usaha. Hasil, hasil, dan hasil. Usaha itu manusia. Hasil itu Allah yang menentukan. Jangan “mendikte” Allah agar berhasil. Tetapi, terserah Allah saja.

 

Mau apa pun hasilnya, terserah Allah. Hasilnya, putus cinta? Allah yang sudah menentukannya. Lalu, mau apa? Bunuh diri? Jelas salah. Berarti Allah menyuruh kita untuk kuat.

 

Hasilnya, gagal tes ujian? Itu keputusan Allah. Allah sudah menentukan. Berarti, Allah menjadikan lebih kuat lagi. Allah sudah mendesain itu.

 

Semarang, 9 April 2018

• Monday, April 09th, 2018

Menanti Hasil Diskusi Mahasiswa

Oleh Agung Kuswantoro

 

Pertemuan kelima ini saya mengajak mahasiswa untuk berdiskusi. Modelnya panel. Mereka maju dari setiap perwakilan kelompoknya. Satu kelompok satu orang yang mempresentasikannya. Dalam mempresentasikannya pun mereka harus menjawab atas pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana bentuk mind mapping Anda? Mohon mind mapping difoto kemudian ditampilkan di power point, sehingga dapat dilihat oleh teman yang lainnya.
  2. Materi apa yang Anda pilih? Lalu, mengapa memilih materi tersebut? Jelaskan!
  3. Media apa yang Anda pilih? Mengapa Anda memilih media tersebut? Jelaskan!

Setiap perwakilan yang maju menjelaskan pertanyaan di atas minimal 3 menit dan maksimal 5 menit. Mohon diperhatikan itu. Untuk sesi pertanyaan, dijadikan satu dalam satu panel tersebut. Jadi, nanti ada dua sesi yang presentasi dan dua sesi untuk tanya jawab.

 

Setelah presentasi, kita bahas secara keseluruhan materi dari 10 kelompok. Demikian gambaran perkuliahan hari ini. Tulislah materi dan media yang paling menarik menurut Anda. Ingat, media juga harus sesuai dengan tujuan materinya.

 

Semarang, 9 April 2018

• Monday, April 09th, 2018

Mencari Kantor Allah
Oleh Agung Kuswantoro

Kantor adalah tempat orang melakukan kerja. Itulah definisi tentang kantor. Ada prakata menarik tentang “kantor” (baca: tempat bekerja). Dalam buku Mukjizat Al-Qur’an: Ditinjau Dari Aspek Kebahasaan, Isyarat Ilmiah dan Pemberitaan Ghaib, karangan Quraish Shihab (2014). Penulis (Quraish Shihab) mengantarkan pembaca dengan dialog/cerita antra Laplace dengan Napoleon Bonaparte. Napoleon bertanya kepada Laplace, “Dimanakah Anda menemukan tempat pemeliharaan Tuhan dalam sistem alam raya ini?” Lalpace, yang notabene astronom Perancis kenamaan tersebut, dengan tegas menjawabnya, “Saya tidak bisa menjawabnya”.

Sayang, pertanyaan Napoleon Bonaparte tidak bisa dijawab oleh sang pakar. Andaikan bisa dijawab, maka pertanyaan serupa tidak akan muncul. Disinilah, perlu ada jawaban yang memuaskan. Pertanyaan Napoleon Bonaparte itu wajar, namun jawaban Laplace seperti anak kecil, dimana tidak bisa menjawabnya.

Logika sederhananya, jika ada gelas jatuh ke bumi yang telah ia pecahkan: Apakah harus dijawab dengan teori daya tarik bumi? Jika tidak bisa dengan teori daya tarik bumi, lalu, adakah teori yang lainnya?

Setelah Laplace tidak bisa menjawab pertanyaan Napoleon Baonaparte. Konon, harga diri Laplace menjadi berkurang atas keilmuannya. Sekali lagi, sayang sekali, Laplace tidak menjawabnya. Andaikan ia menjawab dengan pendekatan teori daya tarik bumi, sah-sah saja. Ada atau tidak adanya (daya tarik bumi) atas gelas yang jatuh ke bumi dibalik peristiwa tersebut ada “sesuatu yang diluar kemampuan manusia”. Sesuatu yang mengagumkan. Alam raya dan isinya adalah keajaiban yang disebutkan oleh Alqur’an yaitu ayat atau tanda-tanda kekuasaan Allah. Setiap muslim harus percaya akan hal ini.

Ilustrasi, ada orang sakit parah. Ia tidak mau minum obat dan terapi tradisional. Namun ia sembuh dari penyakitnya. Lalu, apakah kita tidak percaya? Sebagai orang mukmin harus percaya karena Allah telah menyembuhkannya.

Jadi, kembali ke pertanyaan di awal. Dimanakah kantor Allah untuk mengatur tata surya dan sistem kerja alam ini? Saya menjawabnya itu semua kejadian luar biasa yang menunjukkan keesaan Allah. Hal ni adalah pertanda kuasa-Nya. Semua tanda tertulis ada di Alqur’an. Kantor Allah atas kejadian ini ada di hati, yaitu keimanan. Kejadian ini semua adalah luar biasa yang diluar nalar manusia.

Itulah pertanyaan Napoleon Bonaparte yang ditujukan ke Laplace. Bukan kepada saya. Saya hanya membaca dan memahami serta mendengarlan cerita Quraish Shihab.

Rembang, 31 Maret 2018