• Friday, July 26th, 2024

Hikmah

Oleh Agung Kuswantoro

Hikmah adalah ketepatan dalam ucapan dan tindakan, pemahaman yang mendalam, perbaikan urusan agama dan dunia. Ada dua sisi memaknai hikmah yaitu: Pertama, yang tampak dipermukaan yakni ketepatan pendapat, keseimbangan pemikiran dan terarahnya tingkah laku menuju jalan yang terbaik. Kedua: sisi pencerahan hati berkat bimbingan Ilahi. Ini berkaitan dengan sisi dalam manusia. Gabungan kedua makna itulah Namanya hikmah. Semoga kita semua mendapat hikmah. Amin. []

Ditulis di Royal Safari Garden, 19 Juli 2024/13 Muharrom 1446 H jam 06.30 – 06.35 Wib.

Sumber:

M. Quraish Shihab. 2023. Logika Agama Edisi Baru. Jakarta: Penerbit Lentera Hati.

• Wednesday, July 24th, 2024

Penghormatan terhadap Ilmu dan Orang yang Berilmu

Oleh Agung Kuswantoro

Siswa/santri tidak akan memperoleh ilmu dan tidak akan mengambil manfaatnya, tanpa menghormati ilmu dan orang yang berilmu/guru. Ada yang mengatakan bahwa orang yang telah berhasil/sukses karena menghormati ilmu dan gurunya.

Sebaliknya, orang yang tidak berhasil/tidak sukses dikarenakan tidak mau menghormati ilmu dan tidak menghormati gurunya. Menurut para ahli bahwa menghormati itu lebih baik daripada mentaati, karena manusia tidak dianggap kufur disebabkan maksiat. Tapi, manusia menjadi kufur karena tidak menghormati atau memuliakan perintah Allah Swt. []

Ditulis di Royal Safari Garden, 19 Juli 2024/13 Muharrom 1446 H jam 06.15 – 06

• Monday, July 22nd, 2024

NGAJI KITAB ONLINE: SAFINATUNNAJAH

WAKTU
Senin, 22 Juli 2024/16 Muahrom 1446
Jam: 19.30 – 20.30 Wib.

TEMPAT
Zoom meeting
ID Rapat: 975 4797 0515
Kode Sandi: safinah

PEMATERI:
Agung Kuswantoro
Pegiat Mahasiswa Mengaji dan Alumni Madrasah Diniyah Wustho dan Ulya Salafiyah Kauman Pemalang

Pasal:
Tasydid pada Tasyahud, Tasydid pada Shoolawat, dan Waktu Sholat

PESERTA
Mahasiswa dan Umum

Gabung Wa Grup Kajian: https://chat.whatsapp.com/GA2mIxIeNEA5pNF9KtttSQ

• Monday, July 15th, 2024

Evaluasi Sekolah Akhlak
Oleh Agung Kuswantoro

Beberapa masukan dari Bapak/Ibu, ada beberapa yang perlu, kami tanggapi, yaitu:

  1. Praktik dalam akhlak secara pembelajaran sudah dilakukan seperti anak yang sopan, cara bersalaman, praktik ucapan yang baik, beberapa akhlak yang dihindari, dan lainnya. Tindakan selanjutnya adalah praktik di rumah dengan pendampingan orang tua. Atau, orang tua menanyakan kepada santri/anak terkait pembelajaran di Masjid untuk bisa dipraktikkan di rumah.
  2. Santri diperbolehkan/mengakses kepada pemateri/ustad melalui WA.
  3. Materi sudah dibagikan kepada santri berupa fotokopian saat pembelajaran dan catatan ringkas yang diikirim oleh kami di grup Sekolah Akhlak.
  4. Perlu alternatif pemilihan lokasi yang lebih representatif, dimana orang tua/dosen/orang lain bisa belajar selama liburan.
  5. Perlu dukungan dari orang tua untuk keberlanjutan kegiatan ini, agar tidak hanya diselenggarakan saat liburan. Namun rutin dalam waktu-waktu tertentu.

Demikian tanggapan dari kami atas evaluasi dari kegiatan yang telah kami lakukan. Terima kasih atas perhatiannya. []

Yogyakarta, 11 Juli 2024. Ditulis di Ruang Seminar Perpustakaan dan Kearsipan UGM jam 09.55 – 09.10 Wib.

• Saturday, July 13th, 2024

Bergeser
Oleh Agung Kuswantoro

Ada pergeseran dalam google scholar (tahun 2004) saya terkait artikel/buku yang disitasi oleh pembaca. Sejak awal google scholar ada buku saya yang berjudul: “Teaching Factory: Rencana dan Nilai Entrepreneurship” yang tertinggi dalam sitasi dari sekian tulisan/karya saya, kemudian disusul buku: Manajemen Kearsipan. Namun pada tahun 2024, terjadi pergeseran jumlah sitasi tertinggi dari Teaching Factory ke Manajemen Kearsipan.

Kedua buku ini mengkaji tentang konsep manajemen secara keseluruhan. Manajemen kearsipan menekankan pada pengelolaan arsip mulai dari penciptaan, hingga pemusnahan. Lalu, teaching factory lebih menekankan fungsi perencanaan dalam sebuah manajemen. Hanya saja objeknya yang berbeda, namun prinsip manajemen yang utama.

Kadang saya menyimak tulisan-tulisan sendiri yang ada di google scholar dengan tujuan mengetahui kemampuan dan respon pembaca atas tulisan-tulisan saya, sehingga akan muncul pertanyaan: saya ahli dibidang apa? Dari situlah akan terjawab sebuah keahlian yang melekat dalam diri seseorang mengenai expert atau keahliannya. Semoga kita termasuk orang yang menjaga konsistensi keahlian sebuah keilmuan. []

Semarang, 10 Juli 2024/4 Muharrom 1446. Ditulis jam 04.10 – 04.20 Wib.

• Friday, July 12th, 2024

Tips Memilih Teman
Oleh Agung Kuswantoro

Seorang pencari ilmu/santri/siswa harus selektif dalam memilih teman. Pilihlah teman yang: tekun belajar, bersifat waro/lebih yakin, berwatak istiqomah/terus-menerus, suka memahami ayat-ayat al-Qur’an, dan memahami hadits. Sebaliknya, santri/siswa harus menghindari teman yang: malas, banyak bicara, suka merusak, dan suka memfitnah.

Sebagai penutup berikut kalimat bijak dalam kitab Ta’lim al Muta’allim: ”Jangan bertanya tentang perilaku seseorang, tapi lihatlah siapa temannya. Karena orang itu biasanya mengikuti temannya. Kalau temannya berakhlak buruk, maka menjauhlah segera. Dan, bila berakhlak baik, maka bertemanlah dengannya, tentu kamu akan mendapat petunjuk.” [ ].

Semarang, 10 Juli 2024/4 Muharrom 1446. Ditulis di Rumah jam 04.21 – 04.30 Wib.

• Tuesday, July 09th, 2024

Mengisi Liburan dengan Membaca dan Memahami Kitab Akhlaqul Lil Banin

Oleh Agung Kuswantoro

Sabtu (6 Juli 2024/29 Dzulhijjah 1445), saya, istri, dan kedua anak saya: membuat kegiatan yang kami namakan “Sekolah Akhlak”. Simpel saja tujuannya yaitu mengisi liburan dengan belajar kitab Akhlaqul Lil Banin. Kitab Akhlaqul Lil Banin adalah kitab dasar yang digunakan oleh pesantren/madrasah dalam pembelajaran akhlak. Kitab tersebut ada tiga juz. Adapun penulis/musonnep adalah Ustadz Umar bin Ahmad Barja.

Tidak ada target “muluk-muluk” siapa yang mau mengaji. Bagi saya, minimal yang mengaji adalah diri saya, istri dan kedua anak saya. Namun, dari hasil diskusi dengan kerabat agar mengajak yang mau belajar bersama. Alhamdulillah, ada 17 santri yang hadir. Para santri diantar oleh orang tuanya menuju Masjid.

Ada perubahan tempat yang semula di Masjid Assidiqi berpindah ke Masjid Ulul Albab, karena lokasi awal bersamaan dengan titik keramaian seleksi ujian mandiri UNNES di Gedung Digital Center (DC) dan Gedung kearsipan.

Materi yang saya sampaikan sebagaimana yang ada di flayer yaitu: mengapa belajar akhlak? waladul adib, waladul waqikh, waladul amin, dan waladul muthi’.

Meskipun bahasa kitab menggunakan bahasa Arab dan terjemahan arab jawa pegon, saya menyampaikannya dalam bahasa Indonesia. Tujuannya agar mudah dicerna penjelasan oleh santri. Saya pun dalam penyampaian pesan/materi menggunakan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari yang dialami anak.

Dulu waktu saya belajar kitab tersebut membutuhkan waktu (lama) untuk memahami isi kitabnya. Dari pengalaman tersebut, menjadikan saya lebih menyiapkan diri terhadap materinya.

Sederhananya: memahami kitab tersebut susah, sehingga perlu batasan usia yaitu 10 tahun. Mengapa 10 tahun? Karena penyampaian materi kitab dalam bahasa Arab dan tema-temanya sangat dibutuhkan oleh anak usia 10 tahun.

Pembelajaran berlangsung selama 1,5 jam. Selama pembelajaran, Alhamdulillah berjalan sangat responsif/aktif. Semua santri aktif mengikuti materi. Bahkan, aktif bertanya dan berdiskusi diantara teman pada sesi studi kasus akhlak di lingkungan sekitar.

Sekali lagi, hanya satu kata “Alhamdulillah” yang bisa saya katakan karena acara berjalan dengan lancar. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada istri saya, Umi Lu’lu’ Khakimah yang menjadi satu-satunya partner berjuang dunia-akhirat dalam berdakwah melalui ilmu. Saya pun juga mengucapkan terima kasih kepada para orang tua santri atas kepercayaan kepada kami untuk belajar ilmu akhlak pada waktu liburan.

Selanjutnya, kami akan mengadakan evaluasi pembelajaran ini: bagaimana kelemahan, tindak lanjutnya, dan apa yang harus diperbaiki jika ada kegiatan serupa. Sekali lagi terima kasih atas semuanya. Mohon maaf jika ada tindakan dan perkataan selama kegiatan berlangsung. []

Ditulis di Rumah jam 15.00 – 15.15 Wib. Semarang, 6 Juli 2024/29 Dzulhijjah 1445.

• Thursday, July 04th, 2024

Belum Paham Saat Ini,Paham Untuk Masa Depan
Oleh Agung Kuswantoro

Diberitahu oleh KH. Romadhon SZ – Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kauman Pemalang – untuk memberikan motivasi santriwan dan santriwati dalam menuntut ilmu menjadikan saya mengingatkan saya waktu belajar Madrasah Diniyah Wustho – Ulya di tempat tersebut.
Madrasah Diniyah Wustho – Ulya Salafiyah merupakan satu dibawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Salafiyah.

Judul yang saya tulis adalah apa yang saya alami saat itu, dimana belum paham saat ini (pada waktu di madrasah), tapi paham untuk masa depan (sudah lulus dari madrasah).

Alhamdulillah, ada 150 santri – santriwan yang hadir. Alhamdulillah saya bisa bertemu langsung dengan KH Romadhon SZ, Nyai Iswatun, Nyai Fatimah, Ustad Ali Mukmin, Ustad Komar dan lainnya.

Materi yang saya sampaikan adalah ikhlas dalam menuntut ilmu. Saya memulai materi pengalaman saat Madrasah, Dimana: diberi nasihat oleh KH Abdullah Sidiq agar selalu ikhlas. Lalu, dilanjutkan dengan keterkaitan ikhlas dalam menuntut ilmu dan kehidupan sehari-hari. Ikhlas mengantarkan seorang santri lebih sukses dunia akhirat.

Pada sesi tanya jawab, saya memberikan quis berupa pertanyaan-pertanyaan tentang sorof, fiqih, dan meresume materi. Alhamdulillah terpilihlah tiga santri – santriwan yang dapat yaitu santri Rizqi, santriwan Faizah Khoirunnisa, dan santriwan Melly Andriyani. Adapun moderator kegiatan tersebut adalah ustadzah Izza. Santriwan-santriwati ini ternyata memiliki prestasi: juara kaligrafi pondok tingkat kabupaten (Faizah Khoirunnisa) dan pernah juara menulis cerpen tingkat kabupaten (Melly Andriyani)

Dalam kesempatan baik tersebut, saya mengajak istri (Lu’lu’ Khakimah), kedua anak saya (Muhammad Fathul Mubin dan Muhammad Syafa’atul Quddus), dan ibu saya (Zumrohati). Tujuannya untuk bersilaturahim dengan keluarga besar Salafiyah Kauman Pemalang.

Rasanya senang dengan bisa belajar bersama dengan 150 santri – santriwan Pondok Pesantren Salafiyah Kauman Pemalang, tempat dimana saya mendapatkan ilmu-ilmu agama dan mencari sosok inspirasi dan teladan dalam hidup saya.

Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada KH Romadhon SZ dan Nyai Iswatun atas kepercayaannya kepada saya untuk mengajak belajar bersama santri – santriwan pada masa liburan dengan berkegiatan yang bermanfaat ini. Terima kasih juga para ustad – ustadzah yang telah membantu kami dalam kegiatan ini secara teknis (ustad Komar dan ustadzah Izza), sehingga acara ini berjalan dengan lancar.

Semoga kegiatan ini memberikan manfaat untuk keluarga saya dan para santri – santriwan pondok pesantren Salafiyah Kauman Pemalang. Mohon maaf, jika kesalahan yang saya perbuat dari saya dan keluarga selama kegiatan berlangsung. []

Pemalang, 30 Juni 2024/25 Dzulhijjah 1445. Ditulis di rumah Pemalang jam 02.25 – 02.40 Wib.

Catatan: Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2024/22 Dzulhijjah 1445 jam 09.00 – 11.00 Wib di Aula Lantai 2 pondok pesantren Salafiyah Kauman Pemalang.

• Wednesday, July 03rd, 2024

Enam Bekal Seorang Santri
Oleh Agung Kuswantoro

Seorang santri harus tabah ujian dan cobaan dalam menuntut ilmu. Menurut Al bin Abi Tholib bahwa ada enam bekal santri dalam menuntut ilmu, yaitu:

  1. Cerdas
  2. Semangat
  3. Bersabar
  4. Memiliki bekal
  5. Petunjuk/bimbingan guru
  6. Waktu yang lama

Yuk, bekali santri/siswa kita dengan perkara tersebut agar sukses dan manfaat ilmunya kelak. []

Semarang, 23 Juni 2024/16 Dzulhijjah 1445. Ditulis di Kolam Renang GKS jam 15.45 – 15.54 Wib.

• Friday, June 28th, 2024

Jangan Sering Memilih-Milih Guru/Ustad
Oleh Agung Kuswantoro

Menurut Syaikh Az-Zurnuji dalam kitab Ta’lim – Muta’allim fasal fi ikhtiyaril ‘ilmi wal ustdazd: orang bijak (ahli hikmat dari negara Samarkan) berkata: Jika kamu pergi mengaji ke negeri Bukhoro, maka jangan tergesa-gesa memilih guru, tapi menetaplah selama dua bulan hingga kamu berpikir untuk memilih guru. Karena bila kamu langsung belajar kepada seorang alim, maka kadang-kadang cara mengajarnya seorang anak menurutmu, kemudian kamu meninggalkan dan pindah kepada orang alim, maka belajarmu tidak diberkahi. Oleh karena itu, selama dua bulan itu kamu harus berpikir untuk memilih guru, supaya kamu tidak meninggalkan seorang guru dan supaya betah bersamanya, hingga selesai. Dengan demikian, belajar dan ilmu diberkahi.

Dan inti pesan dari orang bijak tersebut adalah (1) jangan milih-milih guru, jika belum dua bulan; (2) dua bulan adalah masa untuk berpikir-pikir untuk memilih guru; (3) mantapkanlah dalam memilih guru selama dua bulan; (4) jika kurang dua bulan, lalu berganti guru, maka selama belajar tidak diberkahi, termasuk ilmunya, sehingga kemanfaatan ilmu yang dipelajari tidak berfungsi dengan baik; (5) harapannya jika sudah menentukan dan menetapkan guru tertentu selama dua bulan, insya Allah proses belajar dan ilmu yang dipelajari, kelak bermanfaat bagi santri/siswa. Mari, mantapkan dan manfaatkan waktu selama dua bulan dalam proses belajar, sekaligus proses memilih guru agar ilmunya bermanfaat dan berkah.

Ditulis di Kolam Renang GKS, jam 15.30 – 15.45 Wib./ 9 Dzulhijjah 1445/Puasa Arofah/16 Juni 2024.